Pagi ini, briel tengah mempersiapkan diri untuk menjenguk nata dengan teman-temannya. Semalam briel kukuh ingin pulang. Walaupun sedikit lemas, namun keadaan briel lebih baik dari kemarin.
Briel dkk bersepakat untuk bertemu di restoran sekaligus sarapan. Briel beepamitan kepada mommy dan daddy nya. Vian sudah berada di rumah sakit, karena orang tua nata masih perjalanan ke Indonesia. Entah itu sore atau malam mereka akan tiba
Restoran
Briel yang telah sampai dengan ferrari nya tersebut mengedarkan pandangan untuk menemukan sahabat nya.
"BRIELL, IN HERE!" teriak intan tak tahu malu
"ish malu-malu in deh, tapi 11 12 sama gua" ine terkekeh
"jangan teriak bege!" emosi gadis imut ini, zeze
"loh, kok ada kalian?" tanya briel mendapati sahabat nya tengah duduk bersama gio dkk-vian
"ehehe, bareng lah jenguk" justin terkekeh
"sekalian briel" leo menambahkan
"gapapa kan?" tanya dani
"hem, terserah" briel mendudukan diri nya di kursi, yaiyalah masak di meja. Eh
"keadaan lo?" tanya gio, sedangkan sahabat briel cengo, alias tidak mengerti apa yang dimaksud gio
"ish, ngomong paansih?" zeze sebal sendiri
"kulkas mah beda" ringis justin
"baik, maaf ya" jawaban briel, sontak membuat yang lain cengo akan bahasa dua manusia khutub ini
"yang freezer mah bisa aja ngerti si kulkas" celetuk ine
"herman gua, bisa-bisa nya mereka paham" intan memijat dahi nya seolah telah berpikir keras
"gini amat punya temen, amat aja ga punya" leo bergumam, kala mengingat amat tetangga nya yang anti sosial
"it's okay" jawab gio dan diangguki briel
"kek punya ikatan batin" lirih dani untung saja tidak ada yang mendengar
"cabot yok! Ntar kesiangan" intan mengajak mereka untuk segera ke rumah sakit
"kesiangan, kayak mau sekolah aja" ucapan leo diiringi kekehan
"cewe ikut gua" briel mengajak mereka untuk menggunakan mobil ferrari nya yang berkursi 4, pesanan mereka sudah dibayar oleh Gio yang visualnya kayak sugar boyfriend, eh
Sedangkan para laki-laki menggunakan motor sport nya, dengan posisi motor gio dan dani di depan mobil briel dan motor justin dan leo di belakang mobil briel. Gimana rasa nya di kawal, marfuaah?
AGATHA HOSPITAL
atensi pasien maupun keluarga dari pasien yang tengah berada di taman, mengalihkan perhatian nya menuju motor sport hitam dan putih diikuti ferarri merah dan terakhir 2 motor sport berwarna merah
Briel dkk dan gio dkk langsung menuju ruang rawat nata (VVIP) setelah memarkirkan kendaraan mereka
"gimana?" tanya briel to the point. Sedangkan yang lainnya langsung bergelesot di lantai, tidak mencerminkan putra dan putri horkay. mirip gembel yang kelelahan, canda sayang
"masih koma, tapi lumayan membaik" jelas vian dan agak meringis malu akan kelakuan teman-teman nya, bodyguard yang menjaga ruang rawat nata saja menahan ketawa nya
"ortu?" tanya gio yang satu-satu nya waras, yaitu duduk di kursi tunggu
"sore kalo gak malam" vian mendudukan diri nya disamping gio dan disamping vian ada briel
KAMU SEDANG MEMBACA
SHE FOR HIM (hiatus)
Teen Fictiondia untuk dia Gak pandai buat deskripsi, jadi langsung aja baca, okayyy Inilah cerita gabungan nyata dan fantasi. Hope u like it Cover by pinterest ~virnanda11
