Briel sampai di mansion nya pukul 8 malam. Di ruang tamu hanya ada mommy dan daddy nya saja, sedangkan vian ia tak tahu di mana keberadaan nya. Belakangan ini vian menjadi lebih dingin kepada nya, biasa nya ia akan menjadi orang ter-cerewet di rumah. Tapi sekarang, ah sudahlah.
"assalamualaikum mom dad" briel menyalimi kedua orang tua nya
"opa mu akan ke Indonesia, seminggu lagi" ujar daddy yang menerbitkan senyum tipis di wajah lelah briel
"sayang, tangan kamu kenapa?" mommy yang panik langsung berlari untuk mengambil kotak p3k
"sini mom obatin dulu, ntar infeksi" mommy meraih tangan kiri briel yang berdarah
"ketancep kuku" bukan nya sedih, daddy justru tertawa
"haha, kuku udah standar. Masih aja nancep" ucapan daddy sontak membuat mommy melirik sinis, karena memang kuku mommy yang lumayan panjang. Biasalah meni pedi
"dih, iri aja" sinis mommy setelah memasang perban untuk tangan briel
"mom dad, briel mau ngomong sesuatu" wajah serius briel membuat daddy yakin ada sesuatu yang sangat penting. Jadi lah daddy menyuruh untuk langsung ke ruang kerja nya
"ayo sayang, kata kan saja" mommy mengerti bahwa briel antara yakin atau tidak untuk menceritakan nya
"briel punya mafia" lirih briel yang dapat di dengar kedua nya
"sayang apa ga berbahaya" daddy merasakan sesak di dada nya, mengetahui bahwa putri kecil nya mempunyai organisasi gelap nan berbahaya itu
"ga jahat kok dad mafia nya, sering ngebantu malahan" ujar briel menjelaskan
"sayang, kamu ga kenapa-napa kan" mata mommy memanas mengetahui fakta yang cukup mengejutkan
"mommy sama daddy inget kan, kalau briel punya alter ego?" mommy dan daddy mengangguk
"suatu saat akan ada bahaya yang menyerang, kalian akan mulai di latih fisik maupun mental. Kalau fisik kalian boleh ke markas nya briel, mental bisa di perkuat menggunakan mantra-mantra keluarga" briel mulai menjelaskan perlahan
"kenapa? kenapa harus putri mom?" mommy mulai terisak, dan daddy yang melihat nya langsung mendekap istri nya
"briel udah di pilih mom, briel ga minta buat gini. Tapi, briel ga bisa nolak, udah jalan nya gini" lirih briel, sebenarnya ia pun tak kuat dengan semua ini. Tapi ia sadar ini lah takdir nya dan ini baru permulaan
"baiklah, dad akan berjuang keras untuk melindungi keluarga dad. Terutama wanita yang sudah melahirkan anak dad dan juga gadis yang menjadi cucu kesayangan opa" briel tak kuasa menahan tangis nya kala mendengar ucapan daddy
"hikss...na-nanti briel dan anggota briel ju-ga hiks.. ngelindungi kalian, ka-kalian hiks...orang kesayangan briel" daddy beranjak dari duduk nya dan mendekap tubuh putri mungil nya dengan erat seakan menyalurkan kekuatan
"sayang nya daddy, yang kuat ya. Hati dan fisik kamu di uji, daddy tahu kamu sebenarnya nggak sanggup untuk menjalani ini. Tapi daddy yakin, putri nya daddy ini tegar. Kalau kamu lelah jangan menyerah, ingat lah orang kesayangan mu dan jadikan lah itu sebagai penyemangat mu" daddy mengelus lembut surai putri nya, ia sangat ingin menangis. Tapi bagaimana pun juga ia harus tetap kuat di depan istri dan putri nya.
"ehem..daddy tahu perusahaan AGA COMPANY?" briel berbicara
"setahu dad, itu perusahaan no 2 di dunia setelah perusahaan no 1 yang misterius itu kan?" daddy menjabarkan setahu nya saja, bukan setempe nya ehem back to topic
"itu milik briel" reaksi dari mom dan daddy hanya melongo dengan keterkejutan yang kentara, mereka terdiam beberapa saat, menimbulkan suasana yang sunyi
KAMU SEDANG MEMBACA
SHE FOR HIM (hiatus)
Fiksi Remajadia untuk dia Gak pandai buat deskripsi, jadi langsung aja baca, okayyy Inilah cerita gabungan nyata dan fantasi. Hope u like it Cover by pinterest ~virnanda11
