Briel pulang dari sekolah cukup sore. Setelah sampai di pekarangan rumah, ia mengernyitkan dahi nya saat melihat banyak mobil dan motor sport. Mungkin saja punya teman-teman abang nya. Ia bergegas ke atas untuk ke kamar nya, tiba-tiba ia merasa pusing lagi. Bahkan teman abang nya tidak ada yang menyapa nya.
"shit! Pusing banget" kepala nya serasa ingin pecah
"kak keluar" ashura dan medusa pun keluar dari tubuh briel
"kak, briel kenapa" lirih briel
"kamu jangan terlalu memikirkan sesuatu yang berat" peringat medusa dengan suara yang lembut, kalo di alam nya sih suka nya ngegas
"tahan briel, mungkin kekuatan kegelapan mu ingin keluar" briel mungkin sekarang membutuhkan sesuatu untuk meluapkan emosi dan rasa sakit nya. Ia bergegas mengganti pakaian dengan celana panjang hitam dan hoodie hitam, ia ingin ke markas nya saat ini.
"makan dulu kalau mau keluar" peringat daddy nya dan dengan terburu-buru ia memakan makan malam nya, bahkan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Semua yang ada di meja makan memandang briel yang menghilang di pintu dan kembali melanjutkan makan nya.
"bertahan! Gue yakin bukan lo" batin seseorang
Briel melajukan motor sport nya dengan kencang, rasa sakit di badan nya kian menambah. Ia hampir saja menutup mata nya di perjalanan. Sesampainya di markas ia pun langsung menunjukan kartu identitas yang hanya di gunakan untuk situasi darurat. Tolong demi siapa pun tubuh nya serasa remuk.
"briel kamu gapapa kan" tanya david, wakil mafia sekaligus kepsek GATHANIUS. namun tidak di jawab apa pun oleh briel. Briel bergegas menuju ruang latihan khusus anggota inti
"kenapa ya briel"tanya axel, ya di ruangan yang briel tadi lewati hanya ada axel dan david
"semoga baik-baik aja" kata david dan di angguki oleh axel
"tapi feeling gue ga enak, ayo susul briel" tambah david
"ayoklah" axel dan david pun bergegas menuju ruang latihan khusus anggota inti
Sedangkan saat ini, briel sedang meluapkan emosi nya yang tiba-tiba memuncak. Keringat dingin tak henti-henti nya mengucur deras di pelipis briel. Tangan yang memar, dan kaki yang sedikit terkilir, miris memang.
"kamu kenapa sih" cegah david saat briel ingin menonjok dinding ruang latihan tersebut
"minggir" dingin briel, percaya lah ia sedang menahan hasrat yang ingin menghabisi wakil nya ini
"berhenti dek, kondisi kamu udah gini" axel mengelus dada nya melihat kondisi briel
"bacot" briel meninggalkan ruang latihan khusus anggota inti dengan berlari, bahkan axel dan david kewalahan untuk mengejar nya. Ternyata briel menuju ruang SURGA yang sebenar nya adalah RUANG PENYIKSAAN/ NERAKA DUNIA
briel menyeringai kala melihat tahanan nya menatap diri nya dengan ketakutan, tak seperti psikopat pada umum nya yang menggunakan pisau tajam untuk menyiksa korban nya. Briel justru bermain-main dengan mantra perusak tubuh yang ia kuasai. Briel menuju salah satu tahanan yang hanya melamun, tak menyadari jika malaikat maut nya berada di sisi nya.
"ad..a a..pa" susah rasa nya mengeluarkan suara karena ia tak meminum air 3 hari lama nya
"ambil kan selendang putih" bukan nya menjawab pertanyaan pasien nya, briel malah memerintahkan salah satu anggota yang berjaga di ruang tersebut untuk mengambilkan nya selendang putih
"i..ini queen" jawab anggota tersebut sambil menundukan kepala nya dengan punggung yang menggigil. Briel membacakan sebuah mantra yang tidak bisa di pahami oleh orang biasa, lalu meniupkan ke selendang putih tersebut dan mulai mengikat kan nya pada mata orang tersebut.
AARRRGGGHHHH
HIIIKKKKKSSSSS
SSTOOOPPPPP
AMMPUNNNNNNN
TOOOLLOONNGGGG
JANGAN MENDEKAT, saya sudah mandi canda elah
Briel tersenyum senang mendengarkan jeritan tersebut dan dengan tangan kosong briel membantu pasien nya untuk lepas dari ketakutan nya dan melepaskan nyawa nya HAHAHA
KREKKK
TAKK
PRAKKK
remuk dan patah sudah tulang orang tersebut. Darah keluar dari telinga, mata, mulut dan perut nya. Entah apa yang di perbuat oleh briel. Briel pun berganti baju, celana hitam dan sweter hitam. Tanpa sepatah kata apapun ia bergegas keluar dari markas dan langsung melajukan motor sport nya.
Setelah sampai di kediaman atau mansion Athanius, briel pun turun dari motor nya. Ternyata masih banyak mobil dan motor sport. Tadi ia di kuasa i emosi, sekarang seperti manusia yang belum makan 3 hari, sangat lemas.
"dari mana saja kamu!" tanpa sadar daddy menaikkan sedikit suara nya
"markas" lirih an briel dapat di dengar oleh mommy dan daddy nya
"apa kata kamu" mommy bertanya, sedangkan briel berjalan menuju ruang keluarga yang ternyata ada abang dan teman-teman nya. Sama seperti di sekolah tadi, mereka hanya diam tanpa menyapa dan sesekali melirik. Saat briel ingin menaiki tangga pertama ia merasakan pusing dan mual
"kenapa sayang" cemas mommy sambil berjalan menuju briel. Briel yang tak tahan pun memuntahkan seteguk darah dari mulut nya, bahkan vian dkk sempat terkejut. Vian pun menyuruh dani, justin, dan leo untuk ke kamar nya, bagaimana pun juga ini masalah sensitif. Sedangkan, gio di perbolehkan karena memang cukup dekat dan vian yakin gio tak akan membeberkan soal ini.
"le..lah" darah mengucur deras dari mata briel dan saat memejamkan mata nya, bola mata nya berwarna merah kombinasi ungu, yang arti nya medusa tengah menguasai tubuh briel. Dan bagian putih dari mata nya berubah warna menjadi merah darah karena darah yang merembes keluar
"anda siapa" pertanyaan dingin dan formal dari daddy menunjukan ia di landa bingung
"medusa, putri kegelapan" sontak saja keringat dingin mengucur di punggung orang yang berada di situ, apalagi gio yang merasakan sensasi aneh di tubuh nya.
"latihlah fisik kalian, putri kalian bukan manusia biasa, ia adalah orang pilihan. Percaya lah selalu kepada permata kalian, jangan sakit i hati nya. Jika ia marah, semesta pun akan marah. Akan ada saat nya, semua kebenaran terbongkar. Pertumpahan darah yang tak terelakkan. Percayalah, kalian beruntung bahwa aku yang yang menguasai tubuh briel, bukan ashura si raja iblis" walaupun medusa menjelaskan dengan panjang tetap saja nada bicara nya yang dingin sangat menakutkan apalagi diakhir penjelasan nya ia terkekeh seperti iblis, kan emang iblis.
Setelah menjelaskan medusa pun menutup mata nya, dan saat membuka nya bola.mata briel kembali ke warna asli nya, coklat terang. Tapi tak lama kemudian briel menutup mata nya dan ambruk, untung saja ada daddy yang sedia menangkap tubuh mungil nan kuat itu. Daddy pun menggendong briel ala bridal style ke kamar briel.
Vian dan gio yang melihat itu pun hanya termangu. Setelah nya, mereka beranjak ke kamar vian dengan tampang yang biasa saja. Seakan-akan tak ada apa pun. Padahal jelas saja mereka menyembunyikan sesuatu
Holaa my readers yang terhormat asekk. Kalian punya saran ga, apa nama readers nya?. Cantik dan ganteng, jangan cuma jadi silent readers ya. Vote, coment nya.
Tengcu banyak-banyak
From author;
virnanda11
KAMU SEDANG MEMBACA
SHE FOR HIM (hiatus)
Fiksi Remajadia untuk dia Gak pandai buat deskripsi, jadi langsung aja baca, okayyy Inilah cerita gabungan nyata dan fantasi. Hope u like it Cover by pinterest ~virnanda11
