Dengan langkah yang terburu-buru, vian menggendong nata untuk di letakkan di brangkar. Briel hanya diam sesekali air mata nya lolos, ia menganggap nata seperti ini karena dia. Gio hanya diam sesekali melirik ke arah briel. Vian duduk sambil merenung ntah apa yang dipikirannya. Pintu UGD masih tertutup rapat.
Clingg!
Dokter keluar dari UGD sambil melepas masker yang digunakannya. Dokter tersebut menghela nafas.
"pasien hampir saja melukai organ hati nya, untung saja tusukannya masih di samping nya. Tusukan dengan kedalaman sekitar 7 senti. Operasi harus segera dilaksanakan. Bagaimana menurut keluarga?" dokter tersebut bertanya
"lakukan yang terbaik untuk sahabat saya, saya akan membayar 3× lipat." rumah sakit tersebut memang milik briel. AGATHA HOSPITAL
"baik miss" gio yang pendengarannya tajam pun mendengarkan dan mengerutkan keningnya. Sedangkan, vian hanya diam saja.
4 jam berlalu
Waktu yang sangat lama dan menegangkan menurut briel, ia sangat resah dan ingin menutup mata nya, namun seperti ada yang mendorong sesuatu untuk keluar dari tubuhnya. Keringat dingin mengucur deras di pelipis nya, baju seragam yang kembali basah. Untungnya saja masih ada jaket gio, jadilah seragam tersebut tidak tembus pandang.
"lo sakit?" pertanyaan dari gio mengalihkan atensi nya dari pintu ruang Operasi
"gak kok" diliriknya vian yang tengah memejamkan mata sambil berbaring di kursi tunggu. Kakak nya itu memang tak seperti biasa nya
"gimana dok keadaan sahabat saya" tanya briel kepada sang dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi
"pasien selamat, hanya saja pasien akan koma paling cepat 5 hari dan terlambat nya sekitar 1 bulan, pasien bisa di jenguk. Saya permisi" dokter tersebut menjelaskan sebelum pamit undur alon-alon, ehehe undur diri maksudnya
"arggh, gua goblok bisa-bisanya nata jadi gitu" setelah mengatakan hal tersebut briel lari dari rumah sakit menuju pintu keluar rumah sakit
"ikutin, ntar gua hubungi bodyguard, biar jaga in nata" final vian, dan kedua remaja lelaki tersebut mengejar briel
Briel berlari ke arah gedung tua atau gedung yang sudah tak terpakai. Tapi biasa nya digunakan untuk transaksi gelap atau ilegal. Gio dan vian pun membuntutinya
Bruggghhh!
Briel mengancurkan pintu gedung tua tersebut menggunakan kepalan tangan nya, bahkan tembok di sekitar pintu itu roboh, vian yang menganga dan gio yang takjub. Beberapa orang yang melakukan transaksi tersebut kaget, dan mengira bahwa ada razia atau semacam grebekan. Namun setelah melihat rok abu-abu yang digunakan briel mereka menjadi marah. Karena anak Sekolah Menengah Atas ini berani mengganguu mereka
Pranggg!
"GABRIELL!" vian sangat khawatir dengan kondisi adik nya, ingin berlari melindungi namun tak sempat, botol bekas minuman keras tersebut melayang dari seseorang yang melakukan transaksi gelap. Sedetik kemudian vian, gio, dan pria yang melempar botol atau sebut saja paijo ternganga, karena kepala briel tidak ada darah yang merembes keluar. Bahkan briel menyeringai.
"manusia biadap!" maki briel kepada paijo, vian dan gio terpukau akan bola mata briel yang berwarna merah kombinasi ungu ditambah rambut acak-acakan karena insiden di kantin, menambah kesan Baddas, Dangerous, and Mysterious girl
Detik selanjutnya mereka benar-benar mematung, briel dengan mudahnya melempar paijo ke dalam tabung minyak yang lumayan besar, diikuti beberapa bekas minuman keras yang bersisa sedikit. Briel menuangkannya, dan dirinya membakar paijo dengan korek nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHE FOR HIM (hiatus)
Ficção Adolescentedia untuk dia Gak pandai buat deskripsi, jadi langsung aja baca, okayyy Inilah cerita gabungan nyata dan fantasi. Hope u like it Cover by pinterest ~virnanda11
