Hari ini briel bersekolah dengan bersenandung kecil, mungkin efek dari rahasia yang sudah di ceritakan kepada mommy daddy nya. Briel yang sudah memarkirkan mobil nya pun mengernyit bingung, tatapan dan lontaran pedas tertangkap indra pendengaran nya. Masalah nya, selama ini ia tak mencari masalah, bahkan pujian dan beberapa kalimat receh yang menyambut nya. Tapi kini justru tatapan benci, sinis, meremehkan yang ia terima.
"cih, ada yang sok suci nih" sindir xera, adek kelas yang ikut olimpiade bersama briel
"maksud lo?" briel mengernyit bingung
"lo liat aja foto murahan lo di mading" xera menepuk 2 kali bahu briel
"ada apa sih" gumam briel menuju mading, siswa-siswi yang melihat itu pun menyingkir guna memberikan jalan kepada briel dengan tatapan meremehkan
Mata briel sontak membulat, tapi seketika kembali datar. Dimana di dinding itu terdapat foto briel bercumbu mesra dengan orang yang sudah tua, berpelukan dengan orang yang berbeda dari foto sebelum nya, briel mmebantai satu keluarga, dan foto briel menyiksa anak kecil. Briel memang suka menyiksa, tapi ia juga mempunyai empati dan kasih sayang kepada anak kecil.
Sejam berapa neng?
Aduh selera nya cantik
Njir selera nya om-om
Bukan om-om tapi kakek-kakek
Haha sok suci
Munafik lagi
Perawan gak ya
Macam taii
Tapi gue agak ga percaya sih
Bukti nya ada di depan mata lo bego
Postur tubuh nya gak sama
Maksud lo?
Briel perut nya kecil dan itu sedikit lebar, kaki nya lebih jenjang briel, warna kulit nya beda, pantat nya proporsi nya beda
Nah iya ya
Eh iya juga
Editan kali
Bisa jadi
Alah gue tetep percaya kalo itu briel
Gue agak ga percaya
Gue ngga
Dan lainnya
Briel memejamkan mata nya untuk menetralkan emosi nya, memang ia di hina tapi tidak ada yang berani membuli nya termasuk queen bulying. Ia berjalan masuk ke dalam kelas nya dengan santai
"pagi briel" sapa teman kelas briel serempak, kecuali vanka
"pagi" briel heran dengan teman nya, apa mereka tak terhasut dengan foto itu
"kalian percaya?"pertanyaan singkat dari briel
"kita mah ga percaya, lo aja horang kaya, mobil lo keren abis, masak iya lo ngejalang" ketua kelas menjawab
"editan itu pasti, gue yang udah berpengalaman ke semua club. Gaada postur jalang yang semulus, seputih, dan secantik briel" salah satu teman briel yang berdadanan blood itu menimpali
"noh, tante kita aja ngebela briel" sontak itu mengundang tawa murid satu kelas termasuk sosok yang di bicarakan, bahkan ia terlihat santai saja
"thanks" senyum tipis briel sunggi kan
Kyaa, es senyum woiii
Meleleh hati abang dek
Senyum ke gue tuh
KAMU SEDANG MEMBACA
SHE FOR HIM (hiatus)
Roman pour Adolescentsdia untuk dia Gak pandai buat deskripsi, jadi langsung aja baca, okayyy Inilah cerita gabungan nyata dan fantasi. Hope u like it Cover by pinterest ~virnanda11
