new student

46 16 2
                                        

Pagi ini briel sudah lebih baik, bahkan ia bersekolah. Saat sarapan ternyata vian dkk sudah berangkat, entah briel rasa mereka berubah. Tapi yang nama nya briel ia hanya acuh saja. Briel melajukan mobil lamborghini nya dengan kecepatan sedang. Kedatangan nya memang selalu menggemparkan.

Bisik-bisik tentang murid baru di sepanjang koridor sangat mengganggu nya. Tiba-tiba saja langkah nya terhenti saat mendengan gunjingan dari adek kelas yang ternyata adalah xera, masih ingat kan yang dandanan nya menor, ikut olimpiade matematika.

"ulangi" desis tajam briel

"ny..nyokap lo ja..jalang" aura yang di keluarkan briel sangat tidak bersahabat

"ngehina nyokap gue hm" briel tersenyum smirk dan nada bicara nya yang rendah justru membuat xera menelan susah saliva nya

"iya, pasti mobil lo yang bagus itu hasil ngejalang nyokap lo kan? Cihh anak yang cuma nya bisa minta. Di club mana nyokap lo ngejalang. Sering ya, atau gonta-ganti club biar anak nya gak malu?" lancar sekali wahai ucapan nak dakjal ini. Astaghfirulloh. Memang banyak yang tidak mengetahui bahwa briel keturunan keluarga Athanius

"shut up your fucking mouth bitch!"desis briel dan xera pun terkena tonjokan briel secara gratis tepat di tekuk nya, seketika xera pun pingsan. Mereka yang ada di koridor pun bergidik membayangkan betapa kejam nya dirimu atas diriku ehem..kejam nya briel

Sesampai nya di kelas, ia pun menggelengkan nafas melihat zeze yang mencomot coklat hingga belepotan, ine yang memakai masker an menggunakan kopi sehingg nampak hitam, intan yang mengeringkan rambut nya dengan hairdryer. Sedangkan nata hanya melihat ponsel nya, memang yang waras hanya nata saja, batin briel sedih. Ia pun menuju ke bangku nya, posisi bangku nya di timur dekat dengan tembok dan jendela

siswa lain × siswa lain

siswa lain × siswa lain

kosong × kosong

Ine  ×  Intan

Nata  ×  Zeze

Briel

Yakk, briel memang sendiri. Ia tak mau ada yang mengusik nya. Ingin ketenangan yang nyata tidak ada, karena kebanyakan murid di kelas tersebut bising. Kelas yang semula nya ramai, langsung senyap di karena kan kepsek mereka yang masih muda dan cogan datang dengan membawa 2 murid yang tidak di ketahui siapa dengan aura dingin nya. David, wakil sekaligus sudah dianggap briel seperti abang nya sendiri.

"perkenalkan diri kalian masing-masing" david berucap dengan datar

"hai semua, aku atasya khairunnisa salam kenal" ujar gadis yang memiliki muka polos dan menurut briel dkk agak menjengkelkan

"gue yovanka gisellia, vanka" nada nya terdengar arogan dengan khas makeup nya yang natural tapi blood. Atasya dan vanka pun duduk di depan ine dan intan.

"hai salam kenal ya" atasya menoleh ke belakang

"salken" vanka juga ikut menoleh

"gue Carolline Vendrick, panggil aja ine"

"gue Intan Jordan, di panggil intan"

"gue Zellina Aurora, panggil aja zeze"

"jejeran orang kaya nih, sabi lah" batin seseorang
"em, kalo itu siapa?" tanya atasya yang menunjuk nata dan briel yang diam

"Natasya, nata" dingin nata

"briel" singkat, dingin, datar itulah briel saat bersama orang lain

"kalah cantik gue, gabisa di biarin" batin seseorang

Dan bertepatan hari ini juga, sedang jamkos. Maka murid-murid berhamburan menuju kantin

SHE FOR HIM (hiatus)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang