Scenery, sebuah lagu yang terinspirasi dari wanita pujaannya. Kim Taehyung menciptakan lagu itu sebagai bentuk rasa cintanya kepada Bae Joohyun yang ia pendam bertahun-tahun lamanya. Tak pernah muncul rasa keberanian dari diri Taehyung untuk menguta...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sesampainya dirumah, Taehyung duduk di sofa, menyimpan tas disampingnya dan membuka sepatu. Appa, Eommadan Nari benar-benar menunggu kabar tentang hari pertama Taehyung masuk kampus.
"Bagaimana hari ini, nak?" sambut eommasembari memberikan segelas air putih kepada Taehyung.
Taehyung langsung meneguk air itu sebelum menjawab pertanyaan dari Eomma.
"Hanya arahan saja, Eomma." jawabnya singkat.
"Kau bahagia kan, Taehyung-a?" tanya Appa.
"Neomu neomu haengbokhaeyo, Appa." kata Taehyung.
"Taehyung-a."
"Eo Eomma?"
"Kau tidak merasa berkecil hati kan berada disekitar orang-orang kaya disana?"
Taehyung tersenyum lalu menjawab, "Apakah harta menjadi kewajiban untuk masuk kesana? apakah kebahagiaan hanya diukur dari harta? tidak kan, Eomma?aku baik-baik saja Appa, Eomma, Nari-ya."
"Belajar yang rajin, ya. Sebab kau punya impian besar sampai kau bersikeras ingin masuk ke Hansang University. Eomma, Appa dan Nari akan selalu mendukung mu. Kami selalu berada disisimu, Taehyung-a."
"Jeongmal Gamsahamnida. Aku janji, aku tidak akan mengecewakan kalian." jawab Taehyung.
Taehyung pamit untuk masuk ke dalam kamar sementara Nari mengikutinya dari belakang.
"Oppa, tolong ceritakan kepadaku bagaimana rasanya menjadi mahasiswa baru?" ucap Nari yang cerewet.
"Kau mau tahu?"
Nari mengangguk dan ikut masuk ke dalam kamar Taehyung.
"Sini biar kuceritakan sesuatu padamu." kata Taehyung sembari diduduk di kursi.
Nari yang sangat antusias, ikut duduk disamping Taehyung.
"Kau tahu, Nari-ya? aku merasa seperti menemukan sebuah keajaiban."
"Tentang apa?"
"Aku merasakan hatiku berbeda setelah bertemu seorang gadis."
"Jinjjayo? dimana?"
"Awalnya aku hanya melihatnya di sebuah taman, dari kejauhan."
"Lalu?"
"Aku tidak berharap untuk bertemu dengannya lagi, tapi tuhan ternyata membuat hariku indah. Aku bertemu dengannya, lagi."
"OMOO! Pasti gadis itu sangat cantik, kan?"
"Dia benar-benar terlihat sempurna, Nari-ya. Selain wajahnya yang sempurna, hidupnya pun sangat sempurna sampai aku merasa mustahil untuk mendapatkan dirinya."