[FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!KARENA AKAN ADA BEBERAPA PART YANG DI PRIVATE.]
SIAP?
happy Reading!!
.
.
.
.
Fraya tampak menggerutu seraya menarik kopernya dengan kesusahan, sedangkan Algar nampak santai berjalan memasuki Apartemen miliknya tanpa mau membantu cewek yang sekarang sudah sah menjadi istrinya itu.
"Ish! Algar bantuin kek." cowok yang masih menggunakan Jaz hitam itu menoleh bersedekap dada angkuh sedikit menunduk menatap Fraya yang hanya sebatas dadanya saja.
"Bisa jalan kan? kedua tangan lo nggak buntung kan? nggak usah manja." kata Algar melenggang pergi meninggalkan Fraya yang masih berjalan tertatih memasuki pintu.
Setelah acara pernikahan tadi, mereka berdua memutuskan untuk tinggal di Apartemen Algar, karena jaraknya yang lumayan dekat dengan sekolah.
Setelah berhasil memasuki Apartemen, Fraya langsung menghempaskan diri ke sofa meneliti setiap sudut Apartemen tidak terlalu besar namun tampak mewah tiba-tiba saja sebuah bantal mendarat sempurna dikepala Fraya menyadarkan cewek itu dari lamunannya.
Ia menatap kesal sang pelaku siapa lagi kalau bukan Algar.
"Cepet bawa barang-barang lo keatas."
"Bawain lah capek tau," balas Fraya seraya mengerutkan bibir membuat Algar menatap jijik cewek itu.
"Tangan lo baik-baik aja tuh." jawab Algar sinis sumpah demi apapun Algar benci cewek manja dan sok imut.
"Aku lagi ngandung anak kamu loh nggak kasian? nanti kalau anak kamu kenapa-kenapa gimana? kalau an-"
"Brisik." Algar menghela napas lantas tanpa banyak basi mulai memanggul koper Fraya, tangan kirinya menenteng tas berwarna biru yang juga milik cewek itu.
ia menggerutu pelan setelah sampai di depan pintu kamar, Algar meletakkan kasar barang-barang Fraya membuat sang empu memekik tak terima.
"Bawa masuk sendiri." ucap Algar tangannya terulur membuka pintu bercat hitam itu dan masuk langsung merebahkan dirinya di atas kasur king size nya dengan tangan kiri yang bertumpu di kedua mata.
"Kamar aku mana?" Algar yang baru memejamkan mata dibuat kesal dengan perempuan satu ini.
"Ga ada, kamarnya cuma satu kalau lo nggak mau tidur seranjang sama gue, ada sofa sama lantai tuh." tunjuk Algar melirik bawah.
"Masa apartemen Se-gede ini cuma punya satu kamar." cibir Fraya mulai menata baju-baju miliknya di lemari yang tersedia.
"Bawel banget sih lo tinggal tidur aja banyak omong." tukas Algar, Fraya mencebik kesal seraya menata pakaiannya kasar.
"Kamu yang nge-"
"Mandi sana lo bau ketek." ucap Algar sembari melempar bantal ke arah Fraya.
"IH ALGAR!!"
***
Fraya keluar dari kamar mandi dengan keadaan lebih fresh dengan memakai baju tidur bermotif bulan, tangannya naik menggosok rambut hitam panjangnya yang basah ia merangkak naik merebahkan dirinya disamping Algar yang tengah bermain ponsel.
Pandangan Fraya tak lepas dari ABS Algar yang tampak menggiurkan, itu karena Algar hanya memakai celana hitam selutut tanpa atasan.
Jari telunjuk cewek itu menoel-noel pinggang Algar membuat cowok itu sedikit tersentak menatap Fraya tajam,
"Apa sih?!" tanyanya kesal.
"Aku boleh minta sesuatu gak?" tanya Fraya was-was, Algar menghela napas pelan menatap cewek di sampingnya ini dengan pandangan bertanya,
"Itu-tu," ucap Fraya dengan mata mengarah ke bagian bawah sontak membuat Algar membulatkan mata dan menyilangkan tangannya pada selangkangannya.
"Anjir, lo kecil-kecil mesum juga ya ternyata!" Fraya menatap heran Algar kemudian mengangguk-angguk.
"Ish! bukan itu tapi ini." tangan lentik Fraya mulai menyentuh perut kotak-kotak Algar dengan kasar cowok itu menyentaknya.
"Ga ada!"
"iihh... anak kamu yang minta loh padahal." Algar nampak menghela napas kasar lalu kembali fokus dengan ponselnya.
"Terserah."
"~Asikkk" mulai meraba-raba perut Algar membuat ia mendesis saat Fraya menyentuhnya.
Cewek itu mendongak menatap Algar dari bawah ah! Fraya baru menyadari jika suaminya ini sangat tampan bibirnya yang merah alami dan juga mata Tajamnya nampak menarik aura tersendiri bagi Fraya.
"Algar,"
"Hm."
"Kenapa kamu nikahin aku?"
"Karena ada anak gue di perut lo."
"Nggak cinta gitu sama aku?" kegiatan cowok itu yang sedang fokus bermain game terhenti melirik Fraya sinis sembari menyiyirkan bibir atasnya.
"Ngaca, lo itu jauh dari tipe gue."
"Tapi kan aku cantik." jawab Fraya percaya diri mengibas-ngibaskan rambut hitam panjangnya hingga mengenai muka Algar.
"Dih PD banget lo mana ada cantik.
Lo itu dekil, pendek, cerewet, bego, idup lagi." Fraya yang tak terima mencubit kencang perut Algar membuat cowok itu memekik menggeplak tangan Fraya keras.
"Kata Ayah aku tinggi kok." ujar Fraya membela diri ia bangkit dari rebahan- nya duduk menatap Algar sambil bersedekap dada.
"Nggak buktinya lo cuma se-dada gue doang tuh."
"Aku tinggi yah!"
"Lo pendek kek kurcaci."
"Enak aja kurcaci!" jawab Fraya kesal menimpuk kepala Algar dengan bantal Algar yang tak terima balas menimpuk Fraya menggunakan guling.
"Udah terima takdir aja kalo lo itu pendek, dasar kurcaci."
"Nggak aku tinggi!!" kesal Fraya kembali menimpuk kepala Algar dengan bantal.
"Kurcaci." jawab Algar membalas kembali perbuatan Fraya.
"Nggak!"
"Cebol."
"ALGAR!!"
"ADUHH SAKIT BEGO DASAR KURCACI KURANG AJAR!!" cowok itu meringis saat Fraya meremas kuat juniornya, setelah berbuat demikian tanpa ada rasa bersalah sedikitpun Fraya menenggelamkan dirinya di dalam selimut menutupnya rapat masa bodo dengan Algar yang tengah mencak-mencak.
Baca doang kaga ngevote mau jadi sider gelap lu?
KAMU SEDANG MEMBACA
ALGARION [Terbit]
Teen Fiction[BEBERAPA PART DI PRIVATE FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!] Fraya Anastasya Maudi seorang gadis anti social sikapnya yang terlalu tertutup dan selalu menyendiri membuat beberapa murid enggan mendekat ia juga kerap menjadi objek bullying oleh beberapa sisw...
![ALGARION [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/257362356-64-k549704.jpg)