Algar nampak terusik dengan pergerakan Fraya yang sedari tadi tak mau diam dengan cepat cowok itu memeluk istrinya dari belakang.
"Jangan berisik." gumam Algar.
"Aku nggak bisa tidur." balas Fraya merasa tak ada respon, cewek dengan piyama Doraemon itu membalikkan badannya menatap mata Algar yang sudah terpejam jari telunjuknya menusuk-nusuk pipi Algar ia terkikik geli,
Biasanya cowok itu selalu menunjukkan raut datar dan tajam namun berbeda saat tidur ia lebih mirip seperti bayi dengan wajah polosnya.
"Algar...." bisik Fraya nampaknya Algar terusik ia perlahan membuka mata sipitnya menatap Fraya dengan pandangan sendu.
"Apa," jawab Algar dengan suara berat dan serak.
"Aku pengen rujak deh." ucap Fraya dengan mata yang mengerjap lucu sembari tangannya menarik-narik ujung baju suaminya.
"Ck! nggak usah macem-macem udah malem besok aja yah," bujuk Algar namun tampaknya Fraya enggan menurut ia tampak merengek seakan tidak ada hari esok lagi.
"Ih...mau sekarang! pokoknya sekarang!" Algar melirik jam di nakas pukul 01.00
"Ga usah ngaco deh mana ada pedagang rujak malem-malem gini."
"Tapi mau sekarang...." rengek Fraya Algar tak menanggapi malah ia berbalik memunggungi Fraya dan kembali memejamkan mata.
"Algar!!mau rujak..."
"~Ya udah aku telpon ayah ah mau aduin-"
"Ck! iya-iya gue cari sekarang," balas Algar bangkit sambil menatap istrinya dengan raut tak suka.
"Cepu banget." gerutu Algar sambil berjalan ke lemari mengganti baju tidurnya dengan kaos hitam yang di lapisi jaket.
•••
Sudah sekitar tiga puluh menit Algar berkeliling namun tak kunjung menemukan pedagang rujak di jalanan yang ia temui hanya warung-warung angkringan makanan cepat saji.
ya iya lah njir gabut banget pedagang rujak mangkal jam satu malem.
Tampaknya cowok itu sudah pasrah hingga seorang bapak-bapak dengan peci yang miring datang menghampirinya sepertinya itu pedagang sate yang mangkal di sekitar sini.
"Kenapa mas malem-malem sendirian celingukan nggak jelas pula." ujar bapak-bapak itu.
"Itu anu saya lagi nyari rujak pak," balas Algar dengan kik kuk.
"Oalah Yo ndak ada toh mas."
"Eh tapi kalau mas mau saya punya dua bungkus tadi sore beli buat istri saya soalnya." sambung bapak penjual sate membuat Algar langsung menatapnya dengan raut berbinar,
"Beneran pak?"
"Ya iyalah masa saya boong sih,"
"Tunggu sebentar." bapak penjual sate itu terlihat berjalan ke warungnya mengambil sebungkus rujak dan memberikannya kepada Algar.
"Terimakasih pak." ucap Algar sembari memberikan selembar uang berwarna merah kepada bapak itu namun dengan segera di tolak.
"Eh ndak usah mas," tolak bapak itu sopan.
"Aduh saya jadi nggak enak, ngomong-ngomong bapak kok belum pulang udah malem begini?"
"Wong dagangan saya belum habis masih ada empat puluh tusuk sate lagi," Algar nampak mengangguk.
"Gini aja pak saya beli semua sate bapak aja gimana?"
"Loh beneran iki mas?" Algar mengangguk sembari tersenyum kecil membuat bapak itu tersenyum senang dan segera membakar sate untuk Algar.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALGARION [Terbit]
Teen Fiction[BEBERAPA PART DI PRIVATE FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!] Fraya Anastasya Maudi seorang gadis anti social sikapnya yang terlalu tertutup dan selalu menyendiri membuat beberapa murid enggan mendekat ia juga kerap menjadi objek bullying oleh beberapa sisw...
![ALGARION [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/257362356-64-k549704.jpg)