Agretarion : Extra Chapter 7

1.8K 180 34
                                        

PLAK

Kiara terkejut mendapat tamparan, begitupun Gwenael yang tidak menyangka bisa melayangkan tamparan sekeras itu.

Kiara menatap sedih ke arah kakaknya. Air matanya kian mengalir tak henti-henti. Ia tak menyangka, kakaknya akan menamparnya.

"Abang" cicit Kiara.

Gwenael terdiam membeku. Kiara dengan berani menatap manik kakaknya.

"Abang kenapa benci banget sama Ara?"

"Ara salah apa?"

"Ara ga pernah mau dilahirin ke dunia ini. Ara ga pernah minta"

"Kalo Ara boleh minta sama Allah,  Ara juga gamau lahir. Ara gamau bikin abang sedih terus. Ara juga pengen mama papa sekarang hidup dan bahagia sama abang"

"Bang, tiap hari Ara selalu ngebayangin bisa main bareng abang, tidur bareng abang, dipeluk abang, dicium, dijagain, Ara pengen. Tapi Ara ga pernah dapetin itu" Mata gadis itu masih setia mengeluarkan cairan bening.

"Ara gapernah liat mama papa secara langsung. Ara ga pernah dipeluk mama papa. Ara iri sama abang, karna abang udah pernah ngerasain dimanja sama mama papa. Ara iri" Kiara berjongkok. Gwenael masih diam.

"Maaf Ara lancang pegang barang abang. Ara juga denger suara dari barang itu. Itu suara mama kan?"

"Ara kecewa, abang ingkar janji sama mama. Mama bilang, mama seneng Ara lahir. Tapi kenapa abang benci Ara? Mama bilang, abang harus jagain Ara. Tapi kenapa abang selalu hindarin Ara?"

"Bahkan ini?" Ara mengelus pipi yang tadi ditampar Gwenael.

"Abang tau? Kemarin Ara ditampar mantan pacar abang. Dia ngira Ara ada apa apa sama abang. Dan sekarang, abang malah tampar Ara juga?"

"Ara capek cari perhatian abang. Ara capek. Abang ga pernah hargain usaha Ara."

"Ara.. benci sama abang" Kiara berlari menuju kamarnya, kemudian segera mengunci pintu.

Kiara terduduk dilantai. Gadis itu bersandar pada kasur dan menangis kencang. Kepalanya berdenyut sakit. Tiba-tiba penglihatannya menggelap. Kiara pingsan.

....

Gwenael masih berdiri kaku. Perkataan Kiara masih terdengar jelas ditelinganya. Gwenael sadar, ia sudah menorehkan luka begitu besar dihati adiknya.

"Abang, tadi ada ribut ribut apa?" Dea baru saja selesai mandi. Gwenael menggeleng, kemudian masuk ke dalam kamarnya.

Dea menggedor pintu kamar Kiara. Tak ada sahutan dari dalam sana. Biasanya sesibuk apapun Kiara, gadis itu selalu menyahut ketika ada yang menggedor pintunya, bahkan saat tidur sekalipun. Kiara begitu peka dengan suara. Gadis itu gampang terbangun.

Tetapi kali ini, tak ada sahutan dari dalam sana. Dea kembali menggedor pintu. Tetap hening. Dea panik, ia khawatir terjadi sesuatu pada cucu nya itu.

Dea hendak memanggil Gwenael, tapi ia urungkan. Cucu laki lakinya itu terlihat tidak baik baik saja tadi. Dea memutuskan untuk menghubungi menantunya, Elfran, juga putrinya, Evelyn.

"Kenapa bun?" tanya Evelyn ketika tiba disana.  Elfran tidak bisa kesana karena ada rapat bersama klien penting, jadi Evelyn membawa Athala juga Athena.

Athala dan Athena adalah anak kembar Evelyn dan Elfran.

"Kiara dari tadi dipanggilin gak nyaut. Biasanya dia selalu nyaut, tapi ini bener bener ga ada suara apapun. Pintunya juga dikunci" jelas Dea.

"Coba Thala dobrak ya nek" Athala berjalan mendekati pintu. Lelaki itu berusaha mendobrak pintu, tetapi pintu itu sangat kuat.

"Na bantuin" Athala meminta bantuan saudari kembarnya. Athena yang memiliki otot serta badan yang kekar meskipun seorang perempuan, dengan senang hati membantu Athala mendobrak pintu sepupunya.

AGRETARION (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang