Hari ini tepat 30 hari perjanjian pendekatan antara Rey dan Nadia. Sepulang sekolah nanti, Rey dan Nadia harus segera memberi keputusan mereka. Apakah mereka setuju atau menolak pernikahan Ryan dan Sarah. Saat ini, Rey dan Nadia sedang berada di kantin menikmati makan siang mereka.
“Nad, hari ini waktunya kita membuat keputusan. Apa keputusan lo?”
“Hmm, kalau lo?”
“Lo ditanya malah balik tanya bagaimana sih? Apa keputusan lo?”
“Kasih tahu nggak ya?”
“Kasih tahu sekarang!”
“Nanti gue kasih tahu. Sekarang belum waktunya. Sudah ya! Gue balik ke kelas dulu. Tolong bayarin ya, Rey! Bye!
“Dasar menyebalkan! Untung calon saudara, kalau nggak ogah banget bayarin dia.”
Rey beranjak dari tempat duduknya. Menhampiri Mang Slamet untuk membayar pesanan bakso mereka.
“Mang, dua mangkok jadi 24 ribu ya?”
“Iya, Nak.”
“Ini uangnya pas ya!”
“Makasih, Nak.”
Setelah urusan membayar selesai, Rey langsung menuju kelasnya mengikuti pelajaran selanjutnya.
—OoO—
Waktu menunjukkan pukul 14.00, bel pulang sekolah telah berbunyi. Rey dan Nadia langsung menuju parkiran.
“Nad, lo mau pulang dulu atau langsung ke rumah gue?
“Pulang dulu. Gue mau mandi dulu gerah nih.”
“Oh, okay. Ayo, naik! Nih helmnya pakai.”
“Iya.”
Sekitar 30 menit perjalanan, mereka tiba di rumah Nadia. Begitu sampai, Nadia langsung pamit ke kamarnya. Nadia menyuruh Rey menunggu di ruang tamu. Tak lama, Bi Nenes datang menghampiri Rey sambil membawa segelas es teh manis.
“Silakan diminum, Den Rey. Bibi sudah bikinin teh manis dingin yang menyejukkan.”
“Makasih, Bi. Saya minum ya!”
“Sama-sama. Bibi permisi dulu.”
“Okay, Bi.”
Rey mulai menyeruput es teh manis yang telah dihidangkan.
“Segarnya. Panas-panas gini memang cocoknya minum yang segar-segar.”
Sambil menunggu Nadia, Rey memutuskan untuk menggulir beranda Instagram miliknya. Satu jam telah berlalu, Nadia baru saja keluar dari kamarnya.
“Lo mandi atau semedi? Lama amat! Gue nunggu lo di sini sejam.”
“Mandilah! Kan mandi harus bersih ditambah lagi harus dandan. 30 menit mandi, 30 menit dandan. Memangnya lo, cowok yang mandi paling hanya lima menit, terus kadang nggak sisiran. Mandi lima menit emang bersih?”
“Bersihlah, lo jangan sok tahu deh. Buat apa mandi lama-lama coba.”
“Mana ada mandi lima menit bersih.”
“Terserah lo deh. Sekarang lebih baik kita ketemu Papa lo dan Ibu di rumah gue. Papa lo sudah nunggu tuh.”
“Iya. Ayo kita berangkat!”
20 menit perjalanan, mereka tiba di rumah Rey. Terlihat Sarah dan Ryan sedang berbincang-bincang.
“Akhirnya kalian datang juga,” sambut Ryan.
“Maaf, Pa, Tante. Kami datangnya rada telat. Tadi Nadia mandi dulu.”
“Tidak apa-apa. Ayo, kita masuk sekarang!”
Mereka berempat mulai memasuki rumah dan berkumpul di ruang tamu.
“Silakan duduk, Ryan, Nadia.”
“Iya, Om. Silakan duduk.”
“Terima kasih, Sar, Rey. Oh, iya bagaimana dengan pendekatan kalian selama sebulan ini?”
“Baik, Pa. Walaupun ada berantem-berantem sedikit.”
“Iya, Om. Semuanya berjalan dengan lancar.”
“Syukurlah. Mereka juga sudah terlihat lebih akrab ya, Yan.”
“Iya, Sar. Jadi bagaimana keputusan kalian?”
“Kalau Rey setuju Om Ryan dan Ibu menikah. Kalau lo gimana, Nad?”
Nadia terdiam sejenak.
“Hmm, Nadia juga setuju kalian menikah.”
“Yes, makasih Sayang. Papa senang kamu dukung Papa dan Tante Sarah menikah.”
“Nadia mau Papa bahagia. Sejak Nadia lahir sampai sekarang, Papa sudah merawat Nadia seorang diri. Mungkin memang sudah saatnya Papa mencari pendamping baru.”
“Terima kasih, Nadia.”
Ryan langsung memeluk putrinya.
“Semoga Tante Sarah bisa membahagiakan Papa ya!”
“Iya, Nadia. Tante akan bahagiakan Papamu dan tentunya kalian berdua, Nadia dan Rey.”
“Om juga terima kasih sama kamu Rey telah menyetujui pernikahan kami.”
“Sama-sama, Om.”
To be continued...
©2021 By WillsonEP
Bagaimana chapter kali ini?
Suka nggak?
Jangan lupa vote dan comment!
KAMU SEDANG MEMBACA
Nikah Lagi
Romansa[R13+] Setelah menjanda kurang lebih 10 tahun, Sarah memutuskan untuk menikah lagi dengan sahabat lamanya, Ryan. Akan tetapi, pernikahan tersebut mendatangkan masalah besar untuk kedua anak mereka. Kedua anak mereka, Rey dan Nadia saling bermusuhan...
