15.

1.4K 153 6
                                    

Sawatdee kha thuk khon,lanjut lagi na
Jan lupa tinggalkan jejak,vote and comment na kha
Follow akun aku juga😚
.
.
.
Happy reading thuk khon☉🌻❤

Pagi yang cerah menyapa hari dua anak adam yang sedang bersantai di balkon,menikmati secangkir minuman hangat kesukaan mereka sebelum menghabiskan separuh hari untuk berada di depan tumpukan kertas membosankan.

Bersendau gurau untuk saling memberi energi kebahagiaan yang di akhiri oleh sang dominan.

"Sudah jam 06.30 sebaiknya kita berangkat sekarang." Ucap mew sembari melihat jam di pergelangan tangannya yang di angguki oleh gulf.

Gulf segera berlari kecil menuju dapur untuk mengambil bekal untuknya dan juga mew,sudah menjadi kebiasaan gulf selalu membawakan bekal mew walaupun sudah tak satu kantor lagi.

Gulf tak mau mew nya sakit karena makan makanan sembarangan di luar,berlebihan? Tidak,mew menyukainya.

Seperti biasa,mew akan mengantarkan gulf ke kantornya lalu ia akan menuju kantornya sendiri.

Di dalam mobil hanya ada obrolan singkat antara keduanya setelahnya hanya suara musik yang di putar untuk menghilangkan hening.

20 menit akhirnya keduanya sampai di kantor milik gulf,mew menghentikan mobilnya tepat di depan pintu utama.

Gulf turun dari dalam mobil dan langsung berlari menuju arah pintu kemudi.

"Terimakasih phi,hati-hati di jalan na." Ucap gulf tersenyum manis ke arah mew.

"Eumm,Phi akan menjemputmu nanti."

"Hah? Benarkah? Phi pulang cepat? Jam berapa phi pulang?"

"Iya phi hanya mempunyai sedikit pekerjaan hari ini,jadi jam 6 sepertinya phi sudah pulang."

"Eumm baiklah,aku akan menunggu phi."

Cup.

Mew mencium bibir gulf sekilas.

"Phi berangkat na."

Mew melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan kantor gulf yang mulai ramai oleh para karyawan.

Gulf terus menatap mobil mew hingga keluar dari pintu gerbang,dan saat itu gulf tersadar bahwa bekal untuk kekasihnya belum ia serahkan pada mew.

"Shiaa!! Bekal phi mew masih bersamaku,huftt baiklah biar nanti aku antar saja ke kantornya." Monolog gulf dan langsung masuk kedalam.
.
.
.

Tok..tok..tok

Suara pintu diketuk membuyarkan konsentrasi pria tampan itu dari berkas-berkas yang di gelutinya sedari pagi.

"Masuk,"

"Maaf mengganggu tuan,saya ingin menyerahkan dokumen yang harus tuan tanda tangani." Ucap sang sekertaris.

"Iya taruh saja disitu," ucapnya

Setelahnya sekertaris menaruh berkas itu di atas meja dan berlalu pamit meninggalkan ruangan.

MY SUNFLOWER [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang