Part 19 : Malam, Hujan dan Ruangan

12 4 0
                                        


"Senyum diwajahku redup
tawaku lenyap
entah kemana semua itu
hilang dalam sekejap
aku merindukukan aku yang dulu"
-Raja Bumi Yudana-

Di pagi hari ini Raja sedang menikmati semilir angin sepoi-sepoi ditemani vapenya. Hari ini, hari libur Raja tidak punya tujuan mau kemana dia pergi jadilah dia hanya berdiam dikamarnya.

Apa kabar Mamanya? Papanya? mereka mungkin sudah pergi kerja, kini tinggalah Raja ditemani sepi. Hingga sampai sore hari Raja tetap berdiam dirumahnya, mood Raja hilang untuk berpergian.

Suara mobil terdengar dari bawah, Raja melihat dari balkon kamarnya, ternyata Mamanya pulang tapi Raja merasa aneh karena bukan Mamanya yang menyetir namun seorang lelaki. Pikiran Raja langsung terlempar saat Mamanya bersama laki-laki lain selain Papanya.
Sungguh memalukan pikir Raja dan yang membuat Raja semakin tak habis pikir Mamanya berani membawa laki-laki itu kerumah.

Mamanya turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah tapi lelaki itu tetap menunggu di dalam mobil. Raja tetap diam menonton semuanya dari atas, dia ingin melihat apa yang akan dilakukan dua manusia itu.

Lama Raja menunggu Mamanya tak kembali ke bawah namun ada yang mengetuk pintu kamarnya.

Tok tok tok.....

"Raja kamu di dalam kan, nak? siapalagi jika bukan Ratna - Mama Raja. Raja tak menjawab dia hanya diam di tempatnya tanpa berniat menyahuti apalagi membukakan pintu toh juga pintu kamarnya tak dikunci.

"Jaa, Mama masuk ya" seru Ratna lalu membuka pintu perlahan namun dia tak melihat keberadaan sang empunya kamar.

Ratna masuk semakin dalam hingga terlihatlah putranya yang sedang berdiri membelakanginya. Sejujurnya Ratna malu pada anaknya, dia juga tahu bahwa dialah yang bersalah disini tapi bagaimana lagi perasaan cinta itu datang secara tiba-tiba. Dia juga sangat tau bahwa dia tak boleh mencintai lelaki lain selain suaminya tapi perasaan ini muncul tanpa dia minta.

Ratna menangis dan Raja tau mamanya itu sedang terisak tapi Raja juga tidak membalikkan badannya, tidak berusaha untuk meredahkan tangis ibunya, kali ini Raja mau egois sekali saja.

"Mama tau Mama salah, Ja" ucap Ratna masih menangis

"Bagus kalo mama sadar" jawab Raja tanpa memperdulikan mamanya, tanpa menatap mamanya yang berdiri dibelakangnya.

"Maaffin mama, Ja" kata Ratna sambil berjalan menghampiri Raja agar dia bisa melihat wajah putra semayangnya mungkin untuk yang terakhir kalinya.

Raja diam tak bergeming, tak mau menjawab ucapan maaf ibunya.

"Raja, jangan hukum mama seperti ini. Mama gak bisa didiemin sama kamu" Ratna sudah berdiri disebelah Raja

"Berhenti selingkuhan papa, Ma" pinta Raja pada ibunya yang dicintainya

Kini giliran Ratna yang diam, tak mampu menjawab perkataan Raja atau mungkin tak mampu mengabulkan permintaan Raja atau keduanya?

"Raja malu punya Mama kayak mama" ucap Raja tersenyum miris

"Tolong ngertiin Mama, Ja" Ratna sambil memegang tangan Raja namun langsung dihempas Raja dengan kasar

Hilang sudah attitude baik Raja. Dia muak melihat semua kelakuan Mamanya belakangan ini. Entah sudah berapa lama Mamanya mengkhianati Papanya dan Raja sendiri. Entah apa saja yang dilakukan Mamanya dengan pria itu. Cih! membayangkannya saja Raja sudah sangat jijik.

"Jangan sentuh aku dengan tangan kotor Mama itu" ucap Raja sudah tak punya sopan santun di depan ibunya

"Mama minta dingertiin? Sekarang Raja tanya, apa Mama ngertiin Raja dengan selingkuh sama laki-laki lain? Apa Mama tau seberapa besar luka yang Mama gores dihati Papa? Apa Mama perduli sama aku dan Papa? Mama gak mau nanya maunya Raja gimana?" ribuan pertanyaan Raja lempar pada Mamanya.

Raja BumiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang