Dengan baju putih,
Seluar biru berkasut pipih,
Dia sang lelaki yang senyumnya merencah hingga sisih
Yang kala dulu senang seri,
Sekarang hilang dicanang hati
Pernah dulu disakiti,
Pernah dulu ditipu mati,
Tapi tak pernah sesakit jiwa yang sunyi,
Tak pernah perih seperih diri yang separuh mati
Yakin basyar bukan mati,
Yakin budi tak pernah peduli,
Cuma manusiawi terkilan kala sepi
Berdirilah hati,
Belum kau jatuh diletak tepi.
