11. Camping

82 17 6
                                        

Alkena merutuki kembarannya yang seenak jidat menjadikan dirinya sebagai alasan agar diperbolehkan nongkrong malam. Hingga membuat dirinya berada di tempat ini, menatap Alkana sang kembaran yang nampak senang atas kebebasannya malam ini. Cowok itu nangkring diatas motornya sambil tertawa lepas, menantikan pertandingan balap liar bersama sahabat kucrutnya.

"Gue balik." Ucap Alkena datar membuat atensi Alka yang sedari tadi bergurau dengan sahabatnya kini menoleh.

Alkana mengerutkan keningnya, "Baru jam 8 Ken, bentaran ah. Ntar kalo gue ga balik bareng lo bisa abis burung gue ditebas si Arya."

Memang definisi bibit sprema yang tidak punya adab sama induknya, ya Alkana namanya.

Alkena menatap Alka sensi, "apa urusannya sama gue?"

Alkana turun dari motornya lalu merangkul bahu Alkena dengan dramatis.

"Gini loh abangku tercomel. Gue itu adek kembar lo, jadi urusan gue urusan lo juga. Ga inget lo dulu kita suka tukeran sempak? Bener nggak, Kal?" Ujar Alka lalu beralih bertanya pada Haekal yang tengah bermain game di ponselnya.

"YOI BRAY!" Teriak Haekal dengan masih berfokus pada ponselnya.

Alkana tersenyum bangga mendengar jawaban Haekal. Sedangkan Alkena memutar bola matanya malas, cowok itu menyingkirkan tangan Alka yang bertengger pada bahunya.

"Nggak berlaku bagi kembaran sesat kaya lo."

Alkena hendak pergi dari sana sebelum Alka menahannya kembali.

"Ken, please tungguin gue. Bentaran doang liat balapan sekali ini aja. Lagian bentar lagi Elga sama Zidan juga nyusul kok." Ucap Alka memohon dengan puppy eyes nya.

Alkena menghela nafas lelah lalu menatap Alka tajam membuat Alka meringis mengangkat jarinya membentuk peace.

"Sekali doang. Kalo ngelunjak gue duluan yang nebas burung lo." Ucap Alkena datar, lalu beralih kembali duduk bersandar diatas motor sport hitam miliknya.

Alkana bersorak senang lalu tak sengaja menyenggol lengan Haekal membuat cowok itu berteriak kesal.

"ANJING KENA STUN EUDORA, BANGSAT."

"Berisik lo, Kal."

Haekal menatap kesal Alkana yang dengan entengnya berucap demikian.

"Gara gara lo nih! Metong kan gue."

"Kok gue? Lo aja yang bego!" Elak Alka tak terima.

"Ya lo lah! Coba aja lo ga nyenggol gue, ga meleset nih ulti gue." Ucap Haekal tak mau kalah.

Kedua cowok itu masih terus berdebat membuat Alkena memutar bola matanya malas. Terlepas dari dua bocah yang asik gelut itu, tiba tiba netra Alkena terfokus pada seseorang yang mengendarai motor merah itu.

Entahlah, seperti ada yang tak asing dari orang itu. Matanya masih mengawasi gerak gerik orang itu, mulai dari ia menggeber motornya untuk ikut balapan liar. Dan bagaimana orang itu di sambut banyak orang atas kemenangannya.

Alis Alkena menukik tak percaya saat helm full face itu dilepas dari pemiliknya.

Itu...

Evelyn.

"Gue nggak habis fikir sama dunia lo." Gumam Alkena dengan masih menatap Evelyn yang tengah tersenyum miring menerima uang hasil kemenangannya.

"Dunia siapa?" Tiba tiba Zidan sudah berada di samping Alkena, ikut menelisik kemana arah pandang Alkena dengan mulut yang setia menyedot susu kotak rasa stroberi kesukaannya.

to ALKENA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang