Awalnya Jaehyuk dipaksa orang tuanya untuk mengikuti bimbel setelah pulang sekolah, namun berkat paksaan orang tuanya, Jaehyuk bertemu dengan orang yang spesial.
"Udah punya pacar belum?" - Jaehyuk
"Hah?" - Soojin
☘︎𝓢𝓽𝓪𝓻𝓽 » ⁰⁹·⁰⁹·²¹
☘︎𝓔𝓷𝓭...
"Siang Soojin." sapa Jaehyuk saat Soojin baru datang.
"Siang juga Jae."
"Gimana tadi sekolahnya? Bosen kan gak ada gue."
"Iya bosen, gak ada yang gangguin." Soojin terkekeh.
"Jadi gue gangguin ya?" tanya Jaehyuk murung.
Ekspresi wajah Soojin langsung panik, "Bercanda Jae."
"Gue juga lagi bercanda." Jaehyuk cengengesan, Soojin lalu berbalik ke depan.
"Jangan marah dong." rengek Jaehyuk.
"Siapa yang marah?" Soojin terheran.
"Lo buang muka gitu marah kan?"
"Bukan, Pelajarannya mau mulai, tuh tutornya udah dateng."
Setelah pelajaran pertama selesai, mereka diberi waktu 20 menit untuk istirahat. Ada yang menghabiskan waktu di kantin dan ada yang menghabiskan waktu belajar di kelas.
"Soojin, yang ini caranya gimana?" Jaehyuk mendekatkan bangkunya ke bangku Soojin. Lalu ia meletakkan buku diatas meja Soojin.
"Ooo, ini tuh tinggal dikali aja sama yang ini, trus hasilnya dibagi sama ini." Soojin menjelaskan dengan telaten.
"Trus kalo yang ini gimana?" Jaehyuk membuka halaman selanjutnya.
"Yang ini mirip sama yang tadi, bedanya cuma angkanya doang kok."
"Ooo gitu ya." Jaehyuk pun kembali ke bangkunya.
"Eh, kalo yang ini gimana?" Jaehyuk kembali mendekati Soojin.
"Itu belom dijelasin, Jae. Kita belom sampe bab itu."
"Oiya gue lupa." Jaehyuk menepuk jidatnya.
●●●
Saat jam istirahat kedua, Jaehyuk kembali mendekatkan bangkunya kearah Soojin.
"Soojin ini gimana, gak ngerti nih!" Jaehyuk meletakkan bukunya diatas meja Soojin.
Soojin pun mulai menjelaskan secara detail tentang bab dari pelajaran sejarah yang ditanyakan oleh Jaehyuk tadi.
"Ngerti kan Jae?" tanya Soojin yang menoleh menghadap Jaehyuk.
"Hah? Gimana-gimana?" yang ditanya justru gelagapan.