Awalnya Jaehyuk dipaksa orang tuanya untuk mengikuti bimbel setelah pulang sekolah, namun berkat paksaan orang tuanya, Jaehyuk bertemu dengan orang yang spesial.
"Udah punya pacar belum?" - Jaehyuk
"Hah?" - Soojin
☘︎𝓢𝓽𝓪𝓻𝓽 » ⁰⁹·⁰⁹·²¹
☘︎𝓔𝓷𝓭...
Hari ini adalah pengumuman hasil ujian dan kenaikan kelas. Jaehyuk sangat senang sebab hasil ujiannya cukup mengesankan, dia berhasil naik ke kelas 12, bahkan dia meraih peringkat 3 di kelasnya. Akhirnya dia bisa bebas dari bimbel, dan bisa kembali nongkrong dan bermain dengan teman-temannya.
Tidak hanya itu, ternyata hari ini juga terdapat pengumuman yang tidak mengenakan. Pengumumannya adalah, semua kelas 11 yang naik ke kelas 12 akan diacak dan ditata kembali. Karena ada penambahan kelas untuk kelas 12, bahkan setiap kelas dibatasi maksimal 20 murid.
Tentu saja itu jadi berita yang tidak mengenakan bagi semua siswa. Sebab mereka harus dipisah dengan sahabat dan teman-teman mereka, dan mereka harus membangun hubungan pertemanan baru.
Kelas sudah dibagi oleh pihak sekolah, dan Jaehyuk tetap berada di kelas IPA 1. Tapi dia tidak tahu siapa yang akan menjadi teman-teman sekelasnya, semoga saja banyak teman dekatnya yang tetap bertahan di kelas IPA 1.
●●●
Jaehyuk berjalan di koridor untuk menuju ke kelasnya. Dalam hatinya, dia berharap semoga teman-teman sekelasnya adalah teman-teman dekatnya.
Dia berjalan masuk ke dalam kelas, dia sedikit tidak menyangka dengan teman-teman barunya. Ada Ryujin, Chenle, I.N, dan ... Heeseung, murid dari IPA 3. Untung saja teman dekatnya, Asahi, Mashiho, Beomgyu, dan Sungchan masih ada di kelas ini.
Jaehyuk pun duduk di tempatnya, setelah selesai memastikan siapa saja wajah baru kelas IPA 1. Sebenarnya masih ada beberapa kursi kosong, yang menandakan semua siswa belum datang.
Tempat duduk Jaehyuk masih sama, di belakang Beomgyu, di depan Sungchan, dan di antara Asahi dan Mashiho.
"Untung banget kita gak dipisah, ya nggak," celetuk Beomgyu setelah Jaehyuk duduk.
"Lo seneng kan bisa sekelas sama bebeb lo."
"Pasti seneng lah, takdir sedang berpihak sama gue," ucap Beomgyu bangga.
"Sa, lo ngomong dong! diem-diem bae, kagak bosen apa diem mulu!"
"Ngomong apa?" Asahi menoleh kearah Jaehyuk.
"Gak jadi, lo ngelamun aja sono, terserah lo dah!" final Jaehyuk setelah melihat ekspresi Asahi.
"Lo gapapa sekelas sama Heeseung?" tanya Sungchan setelah menepuk pundak Jaehyuk.
"Gapapa, gue gini-gini profesional tau,"
"Emang susah kalo suka sama cewek yang sama, apalagi kalian temenan," celetuk Mashiho.
"PAGI GUYS!" Winter masuk ke dalam kelas, dengan seseorang yang mengekor di belakangnya.
Jaehyuk terkejut setelah mengatahui siapa orang yang bersama Winter itu.
"Soojin," Mata Jaehyuk langsung berbinar.
"Ekhem, takdir ternyata juga berpihak ke lo," Beomgyu menyikut lengan Jaehyuk.
"Tapi tergantung siapa yang dapet duluan," Sungchan menujuk Heeseung dengan dagunya.
Jaehyuk langsung melihat ke arah Heeseung yang duduk di deretan pinggir. Pria itu bahkan sudah menyapa Soojin dan mengajak Soojin untuk duduk di dekatnya. Dia tidak boleh kalah start-tapi Soojin terlihat menolak tawaran Heeseung.
Ternyata gadis itu lebih memilih duduk di samping Winter, dan tempat duduk Winter tepat di depan Asahi. Jadi tempat duduk Soojin adalah di samping kanan Winter.
"Sa!" Jaehyuk menepuk bahu Asahi.
"Apa?"
"Tuker tempat duduk Yuk!?" Jaehyuk sudah bersemangat menanyakannya.
"Buat apa?"
"Ck, masa lo gak peka sih?" seru Jaehyuk.
"Emang Asahi pernah peka?" celetuk Winter.
"Dia aja pas liat gue jatoh di depan dia, dianya diem aja. Dia tuh gak punya perasaan keknya," gerutu Winter.
"Lo gak minta tolong."
"Lo tuh seharusnya peka! kalo ada yang jatuh itu ditolongin, gak diliatin doang." pekik Winter emosi.
"Lo bisa berdiri sendiri."
"Udah! kok jadi kalian yang ribut sih?" Jaehyuk menengahi.
"Jadinya gimana? mau gak tukeran tempat sama gue?" tanya Jaehyuk pada Asahi.
"Gapapa pindah aja, dia pindah dari kelas ini juga gue ikhlas," Winter menyahuti.
"Jaehyuk tanya gue!"
"Gimana? boleh ya? boleh kan, Sa?" bujuk Jaehyuk.
"Iya."
Akhirnya Jaehyuk dan Asahi pun bertukar tempat. Jadinya, tempat duduknya dekat dengan Soojin.
"Soojin?" panggil Jaehyuk.
Soojin menoleh, "oh, hai Jaehyuk," Soojin tersenyum.
"Hai, semoga betah di kelas ini."
"Kayaknya bakal betah, ada Winter, ada Ryujin, ada lo, ada Heeseung juga disini. Anak-anak juga baik semua," Soojin menampilkan senyum manisnya.
Jaehyuk - 😊
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.