21. Relationship

64 18 6
                                        

Tangan Soojin terlihat akan mengambil coklat di tangan Jaehyuk. Ekspresi laki-laki itu terlihat sangat bahagia. Ternyata benar, tangan Soojin mengambil sebungkus coklat yang disodorkan oleh Jaehyuk.

Senyum laki-laki itu langsung terukir di wajah tampannya, namun dia juga heran kenapa Soojin hanya menunduk.

"Sorry, Jae!"

"Hah?" Jaehyuk benar-benar tidak tahu maksud perkataan Soojin. Dia menerima coklatnya, tapi kenapa dia minta maaf.

"Gue gak bisa jadi pacar lo!" Soojin meraih tangan kanan Jaehyuk, dan mengembalikan coklat yang diambilnya tadi.

"Ke-kenapa? lo gak suka sama gue?"

Soojin menggeleng, "gue terlanjur nyaman sama lo sebagai sahabat. Gue takut kalo kita pacaran, suatu saat kita bakal putus dan ... bakal pisah. Gue gak pengen kehilangan sahabat kayak lo."

"Kalo kita pacaran, gue bakal pertahanin lo apapun keadaannya!" bujuk Jaehyuk.

"Semua orang sebelum pacaran juga selalu pegang keyakinan itu. Tapi kita gak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, dan selalu aja ada alasan buat suatu hubungan berakhir. Gue gak siap buat mengakhiri hubungan kita sebagai sahabat," Air mata Soojin menetes tanpa gadis itu sadari.

"It's okay, gapapa kok. Gue ngerti!" Tangan Jaehyuk mengelap air mata Soojin yang menetes di pipi gadis itu.

Jaehyuk mendekati Soojin, lalu diraihnya tubuh gadis itu agar datang ke pelukannya.

"Gue paham gimana situasi lo, gue tahu lo gak mau kehilangan orang yang lo sayang. Gue bisa nunggu kok sampe lo siap, atau ... kita bisa sahabatan terus biar gue selalu ada buat lo."

"Sorry,"

"Kalo emang hubungan sebagai sahabat lebih bikin lo nyaman. Gue gapapa kok," Jaehyuk menenangkan Soojin dengan menepuk pelan bahu gadis itu.

"Sorry, Jae."

"Gapapa."

●●●


"Gimana?" tanya Winter setelah Jaehyuk keluar dari kamar Soojin.

Jaehyuk hanya berekspresi datar, lalu tangannya menyodorkan coklat yang diberi oleh Winter tadi.

"Loh? kok coklatnya balik? lo gak diterima?" Jaehyuk menggeleng pasrah.

"Kenapa? padahal gue yakin kalo Soojin suka sama lo. Apa gara-gara coklatnya dikasih sama orang ya? makanya gak manjur," oceh Winter.

"Bukan karena itu! Soojin terlanjur nyaman sama gue sebagai sahabat.
Ya ... gue gak bisa maksa."

"Sabar aja, Jae. Pasti Soojin bakal berubah pikiran kok," ucap Winter menenangkan.

"Makasih, Win."

"Makasih juga udah bantuin," lanjut Jaehyuk.

"Sama-sama, ucapin juga makasih buat Asahi."

●●●

Jaehyuk berjalan lunglai melewati koridor. Dia juga bingung bagaimana berhadapan dengan Soojin. Walaupun Soojin yang menolak, tapi justru dia yang bingung.

Dia melihat Heeseung sedang berjalan dari arah yang berlawanan. Dan sepertinya laki-laki itu sedang berjalan ke arah Jaehyuk.

"Kayaknya gue kalah, bro," ucap Jaehyuk saat dia sudah berhadapan dengan Heeseung.

"Soojin udah cerita ke gue. Selamat, lo yang menang, Jae!" ucapan Heeseung membuat Jaehyuk keheranan.

"Maksud lo gimana sih?" tanya Jaehyuk yang kebingungan.

"Ikut gue!" Heeseung dan Jaehyuk pun berjalan menuju halaman belakang.

"Gue pernah ditolak Soojin dengan alasan yang sama!" Heeseung mulai bercerita.

"Lo ... pernah nembak dia?" Heeseung mengangguk.

"Gue confess ke dia waktu kelas 9, dan dia nolak gue karena ... dia gak mau kehilangan sahabatnya sejak kecil. Dia takut kalo kita berdua pacaran, kita justru bisa pisah, dan gak bakal jadi sahabat lagi."

"Waktu itu gue ngira kalo Soojin emang gak suka sama gue, ternyata dia juga suka sama gue. Dia cuma takut kehilangan orang yang dia sayang. Tapi ... gue ngelakuin kesalahan, waktu tahun ajaran baru, gue malah deket sama cewek lain. Kayaknya itu yang buat Soojin hilang rasa sama gue. Dan sekarang ... dia suka sama lo!"

"Jadi ... Soojin nolak gue karena-dia suka sama gue?" Heeseung mengangguk.

"Jadi ... gue cuma mau kasih saran! jangan lakuin kesalahan yang gue lakuin. Jangan hilangin kepercayaan Soojin!" Heeseung menepuk bahu Jaehyuk sebelum dia pergi meninggalkan laki-laki itu.

Jaehyuk sendiri masih sibuk dengan pikirannya.

"Kalo dipikir-pikir lagi, saling suka gak harus pacaran! yang penting itu, gimana perasaan keduanya. Dan yang paling penting, gue tahu kalo ternyata Soojin suka sama gue," monolognya setelah mencerna semua fakta yang dia tahu.







 Dan yang paling penting, gue tahu kalo ternyata Soojin suka sama gue," monolognya setelah mencerna semua fakta yang dia tahu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
After School [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang