22. Love, Life

60 19 4
                                        

"Jae, kenapa ditekuk terus sih mukanya?" tanya Jisoo khawatir, karena beberapa hari terakhir, Jaehyuk selalu terlihat murung.

"Gapapa kok, mi."

"Cerita aja sama mami, ada apa?" bujuknya lagi.

"Jadi gini ...." Jisoo menaikkan alisnya karena putranya malah menggantung ucapannya.

"Gapapa kok, mi. Bukan masalah penting kok!"

"Kamu gak mungkin kayak gini kalo masalahnya gak penting. Kenapa? masalah cewek ya?" Jaehyuk terkejut karena maminya bisa menebak dengan benar.

"Masalah Soojin ya?" Jaehyuk sangat terkejut, karena maminya seperti cenayang.

"Emang kenapa sama Soojin? coba cerita sama mami!"

Awalnya Jaehyuk ragu untuk bercerita kepada maminya, namun akhirnya dia menceritakan semuanya dari awal sampai akhir, tanpa mengurangi ataupun melebihkan.

Jisoo terdiam sejenak, mencoba mencerna curhatan putranya tersebut. Sedangkan Jaehyuk sudah sangat menunggu nasehat yang akan maminya ucapkan padanya.

"Kamu gak ditolak kok, mungkin Soojin emang butuh waktu aja. Kamu bilang, Soojin juga suka kan sama kamu?" Jaehyuk mengangguk.

"Trus, yang bikin kamu murung tuh apa?" tanya Jisoo, namun Jaehyuk hanya terdiam.

"Cinta itu gak harus diwujudin dengan pacaran, Jae. Banyak orang di luar sana yang langsung nikah tanpa pacaran. Yang lebih penting itu, adalah gimana perasaan keduanya.

"Mungkin kamu emang gak bisa pacaran sama Soojin tahun ini, bisa aja beberapa tahun lagi, kalian malah nikah. Jodoh itu gak ada yang tahu, kalo kamu yakin Soojin itu jodoh kamu. Kamu harus jaga dia, jaga kepercayaan dia, jangan biarin dia pergi dari kamu."

Perasaan Jaehyuk menjadi lebih tenang karena nasehat maminya tersebut. Mungkin semua yang dikatakan oleh maminya ada benarnya. Buat apa dia gelisah jika Soojin sudah jelas-jelas menyukainya. Yang penting, jangan sampai dia melakukan kesalahan yang membuat Soojin menjauhinya.

Jika diingat-ingat lagi, sejak Soojin menolaknya, dia jadi sedikit menghindari gadis itu. Mungkin karena dia merasa malu, bagaimana tidak? semua siswa di kelas sudah tahu jika dia ditolak oleh Soojin.

Namun sekarang, dia tidak akan menghindari Soojin lagi. Bagaimana jika Soojin malah hilang rasa padanya, jangan sampai hal itu terjadi.

●●●


Jaehyuk berjalan menuju kelasnya, berbeda dengan beberapa hari terakhir yang selalu murung. Ekspresi laki-laki itu terlihat bahagia, seperti hari-hari biasanya, selalu ceria dan murah senyum.

Jaehyuk masuk ke dalam kelas dengan ekspresi yang bahagia. Bahkan dia juga menyapa Soojin, walaupun Soojin hanya membalasnya dengan tersenyum.

"Lo kenapa? kesambet apaan sampe kek gitu?" tanya Sungchan keheranan.

"Jangan-jangan lo kesambet hantu penunggu jamban sekolah ya?" celetuk Beomgyu.

"Biasanya kan gue emang ceria kayak gini," sahut Jaehyuk.

"Tapi aneh aja, padahal kemaren lo kayak orang gak punya semangat hidup. Kenapa tiba-tiba kek gini," timpal Mashiho.

"Jangan bilang lo mau bundir gegara ditolak?" Semuanya terkejut dengan pertanyaan laknat Asahi.

"Gue gak segila itu ya! lagian, gue tuh gak ditolak!" Jaehyuk menjeda ucapannya, "Soojin aja juga suka sama gue!" lanjut Jaehyuk berbisik.

"Sama aja, ditolak secara halus tuh. Emang lo denger sendiri dia bilang suka sama lo?" tanya Beomgyu.

"Walaupun dia gak bilang langsung, tapi gue bisa ngerasain."

"Dih," cibir Asahi lirih, namun Jaehyuk masih mendengarnya.

"Gak seneng banget kalo temennya seneng!" dengus Jaehyuk.

●●●


"Soojin?" Jaehyuk datang menghampiri Soojin yang sedang duduk di bawah pohon sembari asyik membaca buku.

"Ada apa, Jae?"

"Gue mau minta maaf sama lo."

"Minta maaf buat apa?" tanya Soojin kebingungan.

"Sejak hari itu, gue emang sedikit ngehindarin lo. Sorry!"

Soojin tertawa, "seharusnya gue yang ngerasa bersalah. Lo gak salah apa-apa kok! lagian gue juga gak ngerasa lo ngehindarin gue."

"Lo masih sering bantuin gue, lo juga kadang nebengin gue ke sekolah, mana yang nunjukin lo ngehindarin gue?" tanya Soojin.

Jaehyuk hanya terdiam, nyatanya ... memang dia tidak akan pernah bisa mengindari gadis itu.

"Kalo lo ngerasa gak nyaman karena gue pernah nolak lo, gue bisa kok lupain kejadian hari itu, lo gak usah ngerasa canggung gitu!"

"Jangan! itu pertama kalinya gue berani confess ke cewek," ucap Jaehyuk ragu, Soojin justru tertawa melihat tingkah Jaehyuk yang sangat lucu.

"Jadi ... gue cewek pertama yang lo tembak?" Jaehyuk mengangguk malu.

Soojin tertawa lagi, "padahal gue kira, lo itu cowok yang punya banyak mantan dan punya banyak gebetan."

"Emang wajah gue keliatan kayak playboy ya?" dengus Jaehyuk.

Soojin tertawa lagi, "iya."

Gadis itu memang suka mengusili Jaehyuk. Menurutnya tingkah dan ekspresi merajuk laki-laki itu sangatlah lucu baginya.








 Menurutnya tingkah dan ekspresi merajuk laki-laki itu sangatlah lucu baginya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
After School [✔]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang