Awalnya Jaehyuk dipaksa orang tuanya untuk mengikuti bimbel setelah pulang sekolah, namun berkat paksaan orang tuanya, Jaehyuk bertemu dengan orang yang spesial.
"Udah punya pacar belum?" - Jaehyuk
"Hah?" - Soojin
☘︎𝓢𝓽𝓪𝓻𝓽 » ⁰⁹·⁰⁹·²¹
☘︎𝓔𝓷𝓭...
"Jae, kenapa ditekuk terus sih mukanya?" tanya Jisoo khawatir, karena beberapa hari terakhir, Jaehyuk selalu terlihat murung.
"Gapapa kok, mi."
"Cerita aja sama mami, ada apa?" bujuknya lagi.
"Jadi gini ...." Jisoo menaikkan alisnya karena putranya malah menggantung ucapannya.
"Gapapa kok, mi. Bukan masalah penting kok!"
"Kamu gak mungkin kayak gini kalo masalahnya gak penting. Kenapa? masalah cewek ya?" Jaehyuk terkejut karena maminya bisa menebak dengan benar.
"Masalah Soojin ya?" Jaehyuk sangat terkejut, karena maminya seperti cenayang.
"Emang kenapa sama Soojin? coba cerita sama mami!"
Awalnya Jaehyuk ragu untuk bercerita kepada maminya, namun akhirnya dia menceritakan semuanya dari awal sampai akhir, tanpa mengurangi ataupun melebihkan.
Jisoo terdiam sejenak, mencoba mencerna curhatan putranya tersebut. Sedangkan Jaehyuk sudah sangat menunggu nasehat yang akan maminya ucapkan padanya.
"Kamu gak ditolak kok, mungkin Soojin emang butuh waktu aja. Kamu bilang, Soojin juga suka kan sama kamu?" Jaehyuk mengangguk.
"Trus, yang bikin kamu murung tuh apa?" tanya Jisoo, namun Jaehyuk hanya terdiam.
"Cinta itu gak harus diwujudin dengan pacaran, Jae. Banyak orang di luar sana yang langsung nikah tanpa pacaran. Yang lebih penting itu, adalah gimana perasaan keduanya.
"Mungkin kamu emang gak bisa pacaran sama Soojin tahun ini, bisa aja beberapa tahun lagi, kalian malah nikah. Jodoh itu gak ada yang tahu, kalo kamu yakin Soojin itu jodoh kamu. Kamu harus jaga dia, jaga kepercayaan dia, jangan biarin dia pergi dari kamu."
Perasaan Jaehyuk menjadi lebih tenang karena nasehat maminya tersebut. Mungkin semua yang dikatakan oleh maminya ada benarnya. Buat apa dia gelisah jika Soojin sudah jelas-jelas menyukainya. Yang penting, jangan sampai dia melakukan kesalahan yang membuat Soojin menjauhinya.
Jika diingat-ingat lagi, sejak Soojin menolaknya, dia jadi sedikit menghindari gadis itu. Mungkin karena dia merasa malu, bagaimana tidak? semua siswa di kelas sudah tahu jika dia ditolak oleh Soojin.
Namun sekarang, dia tidak akan menghindari Soojin lagi. Bagaimana jika Soojin malah hilang rasa padanya, jangan sampai hal itu terjadi.
●●●
Jaehyuk berjalan menuju kelasnya, berbeda dengan beberapa hari terakhir yang selalu murung. Ekspresi laki-laki itu terlihat bahagia, seperti hari-hari biasanya, selalu ceria dan murah senyum.
Jaehyuk masuk ke dalam kelas dengan ekspresi yang bahagia. Bahkan dia juga menyapa Soojin, walaupun Soojin hanya membalasnya dengan tersenyum.