Awalnya Jaehyuk dipaksa orang tuanya untuk mengikuti bimbel setelah pulang sekolah, namun berkat paksaan orang tuanya, Jaehyuk bertemu dengan orang yang spesial.
"Udah punya pacar belum?" - Jaehyuk
"Hah?" - Soojin
☘︎𝓢𝓽𝓪𝓻𝓽 » ⁰⁹·⁰⁹·²¹
☘︎𝓔𝓷𝓭...
Tibalah hari ini, hari senin, ujian kenaikan kelas di mulai. Semua siswa tentu mempersiapkan semuanya untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Termasuk Jaehyuk, walaupun dia sebenarnya tidak terlalu suka belajar, namun dia belajar dengan sangat giat untuk ujian kali ini.
Dia ingin membuktikan kepada mamanya bahwa dia bisa, agar dirinya tidak perlu lagi ikut bimbel. Sebab syarat agar dia boleh keluar dari tempat bimbel adalah, dia harus masuk 5 besar, minimal 10 besar peringkat di kelas.
Selama ujian, Jaehyuk akan selalu belajar bersama Soojin. Dia ke rumah nenek Soojin setelah pulang dari tempat bimbel. Dia belajar bersama Soojin bukan untuk pdkt, melainkan dia memang lebih faham jika dijelaskan oleh Soojin, mungkinkah itu efek bucin :')
Jadi ... dia akan sangat diuntungkan jika belajar bersama Soojin, dia jadi lebih semangat belajar, dan dia jadi lebih dekat juga dengan Soojin. Seperti peribahasa 'sekali dayung, dua, tiga pulau terlampaui', dia mendapatkan dua keuntungan dari satu kegiatan tersebut.
Soojin sendiri juga tidak keberatan, gadis itu selalu baik terhadap Jaehyuk. Mungkin karena dia diperlakukan baik juga oleh Jaehyuk. Sebenarnya Jaehyuk pernah mengira jika Soojin baik padanya itu karena Soojin menyukainya, namun nyatanya Soojin memang baik pada semua orang.
Hari ini adalah ujian pertama, dan Jaehyuk sudah membelikan susu strawberry dan roti untuk Soojin, dia meletakkannya di meja Soojin. Tidak lupa dia memberikan selembar sticky notes dengan tulisan 'makasih banyak Soojin, semangat ujiannya ♡'.
Dan dia berencana akan memberikan sarapan untuk Soojin, selama ujian kenaikan kelas berlangsung. Dia melakukan itu untuk ucapan terimakasih karena Soojin sudah mau membantunya belajar.
Jaehyuk sekarang sedang duduk di bangkunya, menunggu ujian dimulai. Dia tidak henti-hentinya melemparkan senyum kepada siapapun yang masuk ke kelas, suasana hatinya sangat bagus saat ini.
"Dih, kenapa lo? sehat?" tanya Beomgyu yang baru datang.
"Sehat, sehat banget malah," balas Jaehyuk tak lupa tersenyum.
"Kagak capek apa senyum mulu," cibir Beomgyu setelah duduk di bangkunya.
"Liat ini!" Jaehyuk menunjukkan ponselnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Trus? biasa aja tuh chatnya, gada emot love atau apa gitu," pekik Beomgyu.
"Itu gak penting, yang penting tuh Soojin tau kalo yang ngirimin dia sarapan itu gue."
"Dih, bucin!" cibir Beomgyu.
"Lo lebih bucin!" balas Jaehyuk tak mau kalah.
●●●
Ini sudah hari ke lima ujian, dia justru sangat bersemangat dari hari-hari biasanya. Seperti biasa, dia akan menaruh sarapan untuk Soojin di meja Soojin, lalu dia menuju ke kelas untuk belajar sejenak.
Dia sangat terkejut kala mendapati di atas mejanya terdapat sekotak susu pisang. Apakah dia punya secret admirer? Dia mengambil sticky notes yang tertempel di mejanya.
"Fighting!!!" Jaehyuk membaca tulisan itu.
"Siapa nih yang kasih?" monolognya, "yang tahu gue suka susu pisang kan cuma temen sekelas gue, orang tua gue ... jangan-jangan-ah, gak mungkin, masa sih dia."
Sama seperti hari ini, hari-hari berikutnya dia selalu mendapati susu pisang di mejanya, namun tulisan pada sticky notes berbeda.
"Makasih banyak. Semangat ujiannya!" Jaehyuk membaca tulisan tersebut.
"Ini kan kata-katanya sama kayak-jadi ... bener Soojin yang kasih ini," Jaehyuk tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
Dia pun mengambil ponsel di sakunya, lalu mengetikkan sebuah pesan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.