Awalnya Jaehyuk dipaksa orang tuanya untuk mengikuti bimbel setelah pulang sekolah, namun berkat paksaan orang tuanya, Jaehyuk bertemu dengan orang yang spesial.
"Udah punya pacar belum?" - Jaehyuk
"Hah?" - Soojin
☘︎𝓢𝓽𝓪𝓻𝓽 » ⁰⁹·⁰⁹·²¹
☘︎𝓔𝓷𝓭...
Bel pulang berbunyi, para murid segera membereskan perlengkapan mereka untuk bergegas pulang. Jaehyuk justru sudah membereskan mejanya sejak tadi, dan sekarang dia sedang berlari menuju kelas sebelah.
Tanpa rasa sungkan dia segera masuk ke dalam kelas 11 IPA 3. Ketika para murid kelas 11 IPA 3 keluar kelas, Jaehyuk justru masuk kelas membelah kerumunan. Dia menghampiri meja Soojin.
"Pulang bareng gue yuk!"
"Gue anterin pulang ya?"
Soojin kebingungan sebab dua orang secara bersamaan mengajaknya pulang bersama, Jaehyuk dan Heeseung.
Jaehyuk dan Heeseung tentunya langsung bertatapan, ekspresi mereka sedikit canggung.
"Em ... gue abis ini mau ada perlu, jadi gak langsung pulang," Soojin bersuara dengan ragu.
Jaehyuk dan Heeseung masih terdiam, suasana saat ini sangat canggung hingga membuat keduanya mematung.
"Soojin mau ada perlu sama kita," Ryujin menghampiri Soojin.
"Iya, kita mau girls time sama Soojin," Chaeryoung ikut membuka suara.
"I-iya, gue mau pergi sama mereka berdua. Kalo gitu gue duluan ya?" pamit Soojin lalu pergi keluar kelas bersama Ryujin dan Chaeryoung.
"Huft, tadi canggung banget," Soojin membuang napasnya saat sudah jauh dari kelas.
"Makasih udah bantuin gue," Soojin berterima kasih kepada keduanya.
"Sama-sama," Chaeryoung tersenyum.
"Gue yang cuma liat aja ngerasa canggung banget, apalagi lo!" timpal Ryujin.
"Kita tahu banget situasi lo, makanya kita inisiatif bantu."
"Tadi kalian liat mukanya Jaehyuk sama Heeseung? Sumpah, canggung banget." cerocos Ryujin, "kalo gue jadi lo, pasti gue udah kabur."
Chaeryoung dan Soojin tertawa mendengar ocehan Ryujin.
"Mau girls time beneran gak?" ajak Ryujin.
"Kalian gak sibuk?" tanya Soojin.
"Emang sibuk ngapain? kita abis pulang sekolah juga biasanya jalan-jalan. Mau ikut gak?" Soojin mengangguki ajakan Ryujin dengan antusias.
●●●
Seperti biasanya, setelah pulang sekolah, Jaehyuk mengikuti bimbel. Namun, sejak Soojin keluar, Jaehyuk tidak memiliki mood untuk mengikuti bimbel. Untung saja masih ada Beomgyu yang menemaninya.
Bimbel dilaksanakan pada pukul 3 sampai pukul 5. Setelah selesai bimbel, Jaehyuk pun langsung pulang. Namun dia akan mampir terlebih dahulu ke minimarket dekat kompleks rumahnya, seperti biasa, dia akan membeli susu pisang kesukaannya dan beberapa camilan.
Setelah sampai di depan minimarket, dia pun memarkirkan motornya lalu segera turun dan masuk ke dalam minimarket.
"Selamat datang, selamat berbelanja."
Jaehyuk menunduk sopan sembari tersenyum untuk membalas sapaan petugas kasir.
Tanpa mengambil keranjang belanjaan, dia langsung mengambil sekotak susu pisang dan tiga bungkus camilan kesukaannya, lalu dia langsung berjalan menuju kasir dan meletakkan camilan yang ia beli di depan kasir.
Terdengar suara pintu minimarket terbuka, menandakan pembeli datang.
Entah kenapa Jaehyuk merasa familiar dengan suara itu, dengan rasa penasaran yang luar biasa, Jaehyuk pun menoleh mencari keberadaan si pembeli yang baru datang tadi.
Dia mengucek matanya karena tidak percaya dengan siapa yang baru saja dia lihat.
"Soojin, kok dia ada disini?" monolog Jaehyuk pelan.
"Semuanya 10 ribu won," Jaehyuk segera menyerahkan uangnya ke kasir, lalu mengambil camilan yang di belinya dan memasukkannya ke dalam tas. Dia langsung meneguk susu pisang yang dibelinya menggunakan sedotan.
Setelah itu dia pergi keluar minimarket, dia tidak langsung pulang, sebab dia menunggu Soojin keluar dari dalam minimarket tersebut.
"Soojin," tegur Jaehyuk saat Soojin baru keluar.
"Loh, kok lo bisa ada disini?"
"Lo juga kok bisa ada disini? Rumah lo kan jauh dari sini," balas Jaehyuk.
"Kan gue udah bilang, kalo gue tinggal di rumah nenek sampe gue lulus. Nah, rumah nenek gue di sekitar sini," jelas Soojin.
"Rumah gue juga di sekitar sini, gue anterin pulang yuk! Ini udah malem, gak baik cewek jalan sendirian."
"Gak ngerepotin?" tanya Soojin ragu.
"Gak kok, kan rumah gue di deket sini."
Soojin mengangguk, "boleh."
Dengan antusias, Jaehyuk mengantarkan Soojin pulang ke rumah neneknya. Jika seperti ini, mungkin Jaehyuk bisa berangkat dan pulang sekolah bersama Soojin setiap hari.
Ah ... dia baru ingat, dia kan harus bimbel saat pulang sekolah. Jadi dia hanya bisa berangkat bersama Soojin, namun hal itu sudah cukup membuat dia sangat senang.
Saat sampai di depan rumah nenek Soojin, Jaehyuk makin senang. Ternyata rumah nenek Soojin satu kompleks dengan rumahnya, yaitu Kompleks SamYang, hanya berbeda blok saja.
"Lo mau berangkat sekolah bareng gue gak tiap hari?"
"Hah?" Soojin tidak menyangka dengan ajakan Jaehyuk yang tiba-tiba.
"Rumah gue ada di blok F, deket dari sini."
"Rumah lo di kompleks ini?" tanya Soojin tidak percaya.
"Lo kan udah pernah main, masa gak inget sih?" Jaehyuk terkekeh pelan.
"Tapi wajar sih kalo lo gak inget, waktu itu kan gue ajak lo masuk lewat gerbang 2. Soalnya setiap gerbang kompleks ini, tampilannya beda-beda, makanya bikin bingung," sambung Jaehyuk, Soojin ber-oh-ria mendengar penjelasan Jaehyuk.
"Gue gak nyangka kalo lo cucu dari keluarga Kim, tau gak? Kakek nenek lo itu keluarga paling kaya di kompleks ini." Soojin hanya membalas dengan tersenyum kikuk.
"Pulang sana, udah malem!" Jaehyuk dan Soojin menoleh ke arah sumber suara yang berasal dari dalam rumah.
"Winter ganggu ih," dengus Jaehyuk.
"Justru gue itu selametin lo berdua dari gangguan setan, cewek cowok kalo berduaan, yang ketiganya itu setan," Winter berjalan mendekati keduanya.
"Berarti lo dong setannya?" ucapan Jaehyuk membuat Soojin tertawa.
"Pulang gak lo?!" Winter saat ini persis seperti ibu yang melindungi anaknya dari lelaki buaya.
"Iya nyai, gue pulang nih."
"Soojin, besok gue jemput ya?" tanya Jaehyuk sedikit berteriak.
"Buruan pulang sana!"
Soojin justru tertawa melihat interaksi Jaehyuk dan Winter.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.