Awalnya Jaehyuk dipaksa orang tuanya untuk mengikuti bimbel setelah pulang sekolah, namun berkat paksaan orang tuanya, Jaehyuk bertemu dengan orang yang spesial.
"Udah punya pacar belum?" - Jaehyuk
"Hah?" - Soojin
☘︎𝓢𝓽𝓪𝓻𝓽 » ⁰⁹·⁰⁹·²¹
☘︎𝓔𝓷𝓭...
"Soojin?" Jaehyuk mengejar Soojin yang sudah keluar kelas lebih dulu.
"Soojin!" Wanita yang dia panggil tetap berjalan tanpa menoleh sedikit pun. Jaehyuk pun berlari menghampiri Soojin.
"Soojin!" Jaehyuk memegang tangan Soojin agar perempuan itu berhenti. Jaehyuk sangat terkejut saat Soojin langsung melepas paksa tangannya dari cengkeraman Jaehyuk.
"Lo kenapa?" tanya Jaehyuk khawatir.
"Gak, gue gapapa kok," Soojin tersenyum, namun terlihat dipaksakan.
"Lo marah ya sama gue?"
Soojin menggeleng cepat, "gak kok, ngapain gue marah sama lo."
"Dengerin dulu! lo peka kan kalo Soojin ngehindarin lo, makanya lo dateng ke kamarnya biar dia kepepet dan gak bisa kabur lagi. Abis itu lo confess deh, biar kesannya suprise gitu."
"Di rumah cuma ada gue sama Soojin, jadi tenang aja," sambung Winter.
"Tapi ... masa sampe masuk kamar sih,"
"Jangan-jangan pikiran lo yang kemana-mana?!" tuduh Winter.
"Ya enggak lah, gue ini anak baik-baik ya!"
"Lo bawa bunga atau coklat gitu?" tanya Winter penasaran.
"Nggak lah, mana tau gue kalo mau confess hari ini,"
Setelah perdebatan panjang mereka, akhirnya Jaehyuk pun menuruti rencana yang sudah disusun oleh Winter.
Jaehyuk dan Winter sudah ada di depan pintu kamar Soojin. Tangan kiri Jaehyuk mengetuk pintu, sedangkan tangan kanannya memegang sebungkus coklat.
"Soojin?" panggil Winter.
"Iya,"
"Dicariin nih!" Winter membuka pintu kamar Soojin, lalu Jaehyuk pun masuk karena didorong oleh oknum bernama Winter.
Soojin sangat terkejut melihat siapa yang datang, apalagi dia masuk ke dalam kamarnya, dalam kondisi yang tidak tepat pula. Sebab kamar gadis itu sedang berantakan saat Jaehyuk datang.
"Ha-hai," sapa Jaehyuk gugup.
Setelah berkontak mata sebentar dengan Jaehyuk, Soojin langsung bergegas membersihkan buku-buku, baju, dan sepatu yang tidak ditempatkan pada tempatnya.
"Eh gapapa, kamar gue bahkan lebih parah,"
"Gapapa, gak lama kok. Lo duduk di sofa aja dulu!" Jaehyuk pun menuruti perkataan Soojin.
Setelah beberapa menit membereskan kamarnya, dia pun berjalan menuju pintu.
"Gue ambilin minum dulu ya," pamit gadis itu.
"Eh, Iya,"
"Loh? kok gak bisa dibuka?" Soojin berusaha membuka pintu, namun tidak bisa dibuka.
Jaehyuk sudah tahu, itu pasti kerjaan Winter.
"Winter? ini lo kan?"
"Sorry, Jin. Tapi ini emang kekunci, ntar gue bukain."
"Soojin!" Soojin yang awalnya berdebat dengan Winter langsung menoleh. Dia langsung mendapati Jaehyuk yang sudah berjalan ke arahnya.
"Gue tau ini terlalu tiba-tiba, dan tanpa rencana, pasti lo bakal kaget juga setelah denger ini," Tanpa sadar, jantung Soojin sudah berdegup sangat kencang. Dia tidak menyangka jika Jaehyuk akan mengungkapkan perasaannya hari ini.
"Gue suka sama lo, i love you Kim Soojin."
"Terima coklat ini kalo lo mau jadi pacar gue," Jaehyuk menyodorkan coklat di tangannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.