20. Confession

61 20 6
                                        

"Soojin?" Jaehyuk mengejar Soojin yang sudah keluar kelas lebih dulu.

"Soojin!" Wanita yang dia panggil tetap berjalan tanpa menoleh sedikit pun. Jaehyuk pun berlari menghampiri Soojin.

"Soojin!" Jaehyuk memegang tangan Soojin agar perempuan itu berhenti. Jaehyuk sangat terkejut saat Soojin langsung melepas paksa tangannya dari cengkeraman Jaehyuk.

"Lo kenapa?" tanya Jaehyuk khawatir.

"Gak, gue gapapa kok," Soojin tersenyum, namun terlihat dipaksakan.

"Lo marah ya sama gue?"

Soojin menggeleng cepat, "gak kok, ngapain gue marah sama lo."

"Trus, kenapa lo ngehindarin gue daritadi?"

Karena jantung gue gak aman kalo di deket lo, batin Soojin.

"Gue, gue gak hindarin lo!" ucap Soojin tergagap

"Masa sih? apa cuma perasaan gue aja ya," Soojin berusaha menahan tawanya melihat ekspresi lucu Jaehyuk.

"Gue balik dulu kalo gitu!" pamit Soojin.

"Tunggu!" Jaehyuk menghadang Soojin dengan tiba-tiba berada di depan gadis itu.

"Kenapa?"

"Hari sabtu ada waktu gak?" tanya Jaehyuk bersemangat.

"Gak kayaknya," Soojin berbohong, dia sudah tahu jika kemungkinan Jaehyuk akan mengungkapkan perasaannya, Winter yang memberitahunya tadi.

"Hari minggu?"

"Hari minggu ... gue mau liburan sama orang tua gue."

"Nanti sore?" Soojin langsung gelagapan.

"Nanti sore ... Winter ngajak gue maen!"

"Pulang sekolah ini? sekalian gue anterin lo pulang,"

"Gue, gue mau kerkom," jawab Soojin seadanya.

"Emang ada tugas kelompok?" kok gue gak tau?"

"Belajar kelompok maksudnya," Soojin berusaha tenang dan tidak gugup.

"Gue boleh ikut gak?" tanya Jaehyuk antusias.

"Jangan! cewek semua soalnya."

"Gue anterin yuk!" tawar Jaehyuk.

"Gak usah, gue sama Ryujin kok, kayaknya dia udah nunggu di parkiran. Kalo gitu gue duluan!" Soojin langsung pergi setelah mengucapkan itu.

"Bentar, bukannya tadi Beomgyu bilang mau ngedate sama Ryujin," monolog Jaehyuk setelah ingat sesuatu.

"Gak jadi ngedate mungkin mereka," Jaehyuk pun melanjutkan perjalanan ke parkiran, dan memutuskan untuk pulang.

●●●


Sore ini Jaehyuk datang ke rumah nenek Soojin, sebab Winter yang menyuruhnya datang.

"Bukannya lo mau hangout sama Soojin?" tanya Jaehyuk setelah Winter datang menghampirinya di teras rumah.

"Hah? gak tuh. Dia gak ngajak gue maen, dia aja lagi rebahan di kamar sambil baca buku," Jaehyuk kebingungan mendengar pernyataan Winter.

"Btw, lo kenapa nyuruh gue dateng?"

"Dibantuin mau kagak?"

Mata Jaehyuk terbelalak, "lo tau gue mau nembak Soojin?"

Winter mengangguk, "Asahi yang kasih tahu, dia juga yang minta gue buat bantuin lo."

Jaehyuk semakin terbelalak, "Asahi?"

"Lo ada hubungan apa sama Asahi? bukannya lo deketnya sama Sungchan? wah, parah, buaya betina ya lo?" cerocos Jaehyuk.

"Lo tanya aja sama Asahi, kalo Sungchan, dia itu temen gue sejak kecil. Dan satu lagi, gue bukan buaya betina ya!" Jaehyuk ber-oh-ria.

"Jadi, gimana lo mau bantuin gue?" tanya Jaehyuk.

"Gue bakal masukin lo ke kamar Soojin-"

"Anjir, gue bukan cowok kayak gitu ya!" Jaehyuk menginterupsi ucapan Winter.

"Dengerin dulu! lo peka kan kalo Soojin ngehindarin lo, makanya lo dateng ke kamarnya biar dia kepepet dan gak bisa kabur lagi. Abis itu lo confess deh, biar kesannya suprise gitu."

"Di rumah cuma ada gue sama Soojin, jadi tenang aja," sambung Winter.

"Tapi ... masa sampe masuk kamar sih,"

"Jangan-jangan pikiran lo yang kemana-mana?!" tuduh Winter.

"Ya enggak lah, gue ini anak baik-baik ya!"

"Lo bawa bunga atau coklat gitu?" tanya Winter penasaran.

"Nggak lah, mana tau gue kalo mau confess hari ini,"

"Lo tenang aja, gue punya coklat kok! dikasih Asahi tadi,"

"Lah,"

Setelah perdebatan panjang mereka, akhirnya Jaehyuk pun menuruti rencana yang sudah disusun oleh Winter.

Jaehyuk dan Winter sudah ada di depan pintu kamar Soojin. Tangan kiri Jaehyuk mengetuk pintu, sedangkan tangan kanannya memegang sebungkus coklat.

"Soojin?" panggil Winter.

"Iya,"

"Dicariin nih!" Winter membuka pintu kamar Soojin, lalu Jaehyuk pun masuk karena didorong oleh oknum bernama Winter.

Soojin sangat terkejut melihat siapa yang datang, apalagi dia masuk ke dalam kamarnya, dalam kondisi yang tidak tepat pula. Sebab kamar gadis itu sedang berantakan saat Jaehyuk datang.

"Ha-hai," sapa Jaehyuk gugup.

Setelah berkontak mata sebentar dengan Jaehyuk, Soojin langsung bergegas membersihkan buku-buku, baju, dan sepatu yang tidak ditempatkan pada tempatnya.

"Eh gapapa, kamar gue bahkan lebih parah,"

"Gapapa, gak lama kok. Lo duduk di sofa aja dulu!" Jaehyuk pun menuruti perkataan Soojin.

Setelah beberapa menit membereskan kamarnya, dia pun berjalan menuju pintu.

"Gue ambilin minum dulu ya," pamit gadis itu.

"Eh, Iya,"

"Loh? kok gak bisa dibuka?" Soojin berusaha membuka pintu, namun tidak bisa dibuka.

Jaehyuk sudah tahu, itu pasti kerjaan Winter.

"Winter? ini lo kan?"

"Sorry, Jin. Tapi ini emang kekunci, ntar gue bukain."

"Soojin!" Soojin yang awalnya berdebat dengan Winter langsung menoleh. Dia langsung mendapati Jaehyuk yang sudah berjalan ke arahnya.

"Gue tau ini terlalu tiba-tiba, dan tanpa rencana, pasti lo bakal kaget juga setelah denger ini," Tanpa sadar, jantung Soojin sudah berdegup sangat kencang. Dia tidak menyangka jika Jaehyuk akan mengungkapkan perasaannya hari ini.

"Gue suka sama lo, i love you Kim Soojin."

"Terima coklat ini kalo lo mau jadi pacar gue," Jaehyuk menyodorkan coklat di tangannya.










"Terima coklat ini kalo lo mau jadi pacar gue," Jaehyuk menyodorkan coklat di tangannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
After School [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang