14. Girls Talk

74 21 11
                                        

Ini adalah hari keduanya bersekolah di Treasure High School. Dan dia sudah mendapatkan teman dekat sekarang, yaitu Ryujin dan Chaeryoung-dua gadis yang menolongnya dari situasi yang canggung saat itu. Berkat kemarin dia ikut hangout bersama keduanya, maka dia sudah akrab dengan Ryujin dan Chaeryoung.

Kehidupan sekolahnya saat ini sangat berbeda dengan kehidupan sekolahnya yang dulu. Dan dia sangat menyukainya, dia punya banyak teman sekarang. Dan semua orang sangat baik padanya, terlebih lagi ada sahabat masa kecilnya disini, jadi Soojin sangat suka bersekolah disini.

Gadis itu tidak henti-hentinya tersenyum tipis sembari melihat setiap siswa yang berada di sekeliling kelas. Dia sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang yang sangat baik.

"Kesambet lo?" Ryujin menepuk bahunya.

"Nggak kok," Soojin menggeleng, namun dia tidak bisa menghentikan senyumannya.

Ryujin mendekat, "jangan-jangan ... lo naksir sama cowok kelas sini, yang mana orangnya?"

"Hah? Soojin naksir murid cowok kelas ini?" Chaeryoung ikut nyeletuk.

Soojin tertawa, "nggak, gue cuma lagi seneng aja."

Ryujin mendekatkan kursinya ke arah Soojin, "gue kasih saran ya, lo tuh jarang keseringan senyum, apalagi senyum ke cowok."

"Kenapa?" tanya Chaeryoung penasaran.

"Cowok sini baperan, banyak buaya juga, jangan asal terima aja kalo di tembak. Lo liat gak kemaren, murid cowok kelas lain pada jelalatan kan pas liat lo."

Soojin dan Chaeryoung hanya mengangguk-angguki ucapan Ryujin.

"Gue kepo masalah kemaren!" bisik Ryujin.

Soojin mengerutkan dahi, "masalah apa?"

"Masalah cinta segitiga," lirih Chaeryoung.

"Gue mau nanya sekarang, tapi ada dia tuh," Ryujin menunjuk Heeseung dengan dagunya.

"Ngantin aja yuk, mumpung jamkos," ajak Chaeryoung.

"Setuju."

"Emang boleh?" tanya Soojin polos.

"Jamkos adalah waktu yang di sediakan untuk siswa agar bisa bersantai dan menenangkan pikiran, supaya tidak pusing dengan pelajaran," Ryujin menjelaskan layaknya guru.

"Gapapa kok, santai aja. Anak-anak juga pada ngantin, buktinya sepi kan di kelas." seru Chaeryoung.

Akhirnya mereka pun pergi ke kantin, untuk menuntaskan rasa lapar, dan rasa penasaran.

"Status lo sama Heeseung tuh apa sih? kok dia perhatian banget sama lo," tanya Ryujin setelah meneguk bubble tea yang dibelinya.

"Dia itu temen masa kecil gue, sekaligus tetangga gue." Ryujin ber-oh-ria.

"Trus lo sama Jaehyuk ada hubungan apa?" tanya Chaeryoung.

"Gue pertama kali ketemu dia di tempat bimbel trus kita temenan, dia sering bantu gue dan selalu baik sama gue. Sekarang, dia juga tetangga gue."

Ryujin menghela napasnya, "keknya situasi lo bakal lebih rumit dari kemarin."

"Lo ngeh gak, kalo mereka berdua suka sama lo?" tanya Chaeryoung penasaran.

"Sebenernya ...."

Ryujin dan Chaeryoung langsung menajamkan pendengaran mereka, sembari memusatkan perhatian mereka ke arah Soojin.

"Sebenernya apa?" Ryujin sudah terlanjur kepo.

"Janji gak bakal cerita ke siapa-siapa!?"

"Janji," timpal keduanya kompak.

"Sebenernya-"

"Kalian ngapain?"

"Anjir, ngapain sih lo disini?!" Ryujin sudah terlanjur emosi.

"Emang gue gak boleh ke kantin?"

"Kan nanti bisa!" pekik Chaeryoung.

"Btw, gue boleh gabung kan?"

Mereka bertiga saling lempar pandang.

"Gak boleh!" sergah Ryujin.

"Gue tanya Soojin ya! bukan tanya jelmaan mak lampir."

"Jaehyuk anj-"

"Sayang!" Beomgyu datang sembari membawa makanan yang dibelinya.

"Jangan panggil gue gitu! geli tau," dengus Ryujin.

"Galak banget sama pacar sendiri," gerutu Beomgyu.

"Kita boleh gabung kan?" tanya Jaehyuk lagi.

Soojin menatap Chaeryoung dan Ryujin, "b-boleh kok, Jae."

Jaehyuk pun duduk di samping Soojin, sedangkan Beomgyu duduk di samping Ryujin.

"Gue pamit dulu deh kalo gitu, daripada jadi nyamuk," ucap Chaeryoung, setelah itu pergi.

Chaeryoung bilaik - nan gwaenchanha~





After School [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang