Miyeok Guk
Sooji berdecak sebal. Ia sudah selesai ganti baju, namun keinginan untuk keluar kamar tidak ada. Taehyung berdiri di depannya sambil berkacak pinggang, sudah berkali-kali memaksa gadis itu.
"Aku tidak ingin keluar," kata Sooji saat lagi-lagi Taehyung membujuknya.
Dengan tidak sabar Taehyung menarik tangan Sooji. Gadis itu terlalu keras kepala untuk sekadar diberitahu dengan ucapan. Kalau tidak seperti ini, Sooji tidak akan pernah keluar kamar.
"Aku bilang tidak mau!"
Taehyung membuka pintu tanpa mengatakan apa pun. Wajah datarnya berubah menjadi heboh saat anggota BTS lain berdiri di depan pintu.
"Selamat ulang tahun, Kim Sooji!"
Sooji sedikit memundurkan langkah. Suara tujuh laki-laki itu memekakkan telinga. Gadis itu lalu melirik kue ulang tahun yang dipegang Seokjin, lalu tersenyum senang.
"Wah, kalian tahu darimana aku sedang ulang tahun?"
Pandangan Sooji beralih ke Taehyung yang tersenyum lebar. "Pasti kau," tebaknya. Karena seingat Sooji, yang pernah bertanya tentang tanggal ulang tahunnya hanya Taehyung. Kalau dengan Seokjin, ia hanya pernah mengatakan lahir di musim dingin, sama dengan kakeknya.
"Apakah kita akan merayakan ulang tahun Kim Sooji di depan pintu?" tanya Jungkook polos. Anggota terkuda BTS itu tidak tahu lagi alasan mereka masih di sini. Setidaknya mereka harus makan kue yang terlihat lezat itu.
Sooji terkekeh. "Ayo kita makan di ruang makan."
"Tidak mau! Waktu kemarin ulang tahun Jin hyung kita makan di kamarnya. Kali ini juga harus seperti itu." Jimin menolak mentah-mentah ucapan Sooji. Jiwa jahilnya sudah ia persiapkan matang-matang. Ia sudah siap mengerjai gadis itu.
"Oh, jadi kau mau merayakan di sini?" Jimin mengangguk semangat. "Baiklah, sebentar lagi juga ulang tahun Taehyung, jadi kita harus merayakan di kamarmu."
Hampir saja Jimin mengumpat. Ia tidak memikirkan hal itu. Terpaksa ia harus menerima ucapan Sooji daripada ia harus merelakan kamarnya dibuat berantakan anggota lain di hari ulang tahun Taehyung. "Baiklah," katanya setengah hati.
Mereka duduk manis di depan meja makan. Sooji baru saja selesai meniup lilin dan akan memotong kue, namun Seokjin menghentikan kegiatannya.
"Tunggu dulu, aku memasak sesuatu untukmu," kata Seokjin sebelum melenggang ke dapur untuk mengambil sesuatu yang sudah ia siapkan sebelum pergi membeli kue dengan Namjoon.
Seokjin kembali bergabung dengan yang lain. Semua mata tertuju padanya, ia yang tidak bisa diperlakukan seperti itu langsung salah tingkah dan telinganya memerah.
"Hyung, telingamu ...." goda Jungkook. Anggota BTS lain tertawa mendengarnya. Tidak dengan Sooji, karena gadis itu memiliki sifat yang saka dengan Seokjin. Bedanya, jika ia malu yang memerah adalah pipinya, bukan telinga seperti Seokjin.
"Apa ini?" tanya Sooji setelah ejekan untuk Seokjin berhenti.
"Miyeok Guk. Apa ini berbeda dari jamanmu, atau apakah ini terlalu buruk sampai kau tidak mengetahuinya?" Seokjin yang biasanya percaya diri sekarang terlihat sedikit ragu.
"Ah, ini pertama kali aku melihat Miyeok Guk. Selama ini hanya pernah mendengarnya."
"Benarkah?" Seokjin menyendokkan Miyeok Guk atau Sup Rumput Laut ke mangkuk yang lebih kecil untuk dimakan Sooji. "Berarti saat ulang tahun tidak ada yang menyajikannya?"
Sooji menggeleng, membuat pengetahuan anggota BTS tentang masa depan bertambah. Mereka tidak heran mendengarnya. Toh, sekarang juga tidak semua warga Korea menyajikan Miyeok Guk saat ulang tahun.
KAMU SEDANG MEMBACA
MOVE : KIM TAE HYUNG(END)
FanfictionKembali ke masa di mana legenda sedang berada di titik kesuksesannya. kim Sooji hanya pernah mendengar cerita-cerita itu dari kakeknya, tapi sekarang, ia melihat sendiri bagaimana hal itu terjadi. Grup idola yang selalu dibanggakan kakeknya. Kim Soo...
