Ulang Tahun

19 4 0
                                        

Ulang Tahun

Keadaan menjadi lebih baik setelah Sooji menceritakan semua. Gadis itu bahkan berbelanja bersama staf perempuan hari ini. Berkali-kali ia mengeluh, mengatakan pakaian-pakaian yang ada sama sekali bukan gayanya.

Ia menggunakan kartu Seokjin untuk membeli semua keperluan. Bahkan laki-laki itu juga menyuruhnya membeli ponsel agar lebih mudah dihubungi.

Staf perempuan yang menemaninya hanya tahu kalau Sooji adalah kerabat dekat Seokjin yang baru dari luar negeri. Hanya manajer dan Bang PD yang diberi tahu kebenaran tentang Sooji.

Sooji mengucapkan terima kasih setelah staf perempuan itu pamit kembali ke kantor. Ia langsung menuju ke kamar Taehyung yang digunakannya sementara untuk istirahat dan meletakkan asal tas-tas berisi pakaian barunya.

"Aku lelah sekali," gumam Sooji.

Staf perempuan yang menemaninya sudah mengatur ponsel Sooji dan memasukkan beberapa nomor penting. Sooji membuka aplikasi pencarian yang ada di ponsel dan mengetikkan hal yang ada di pikirannya sejak kemarin.

Ia menghela napas kasar. BTS benar-benar ada tujuh orang. Ia tidak mengerti mengapa kakeknya tidak menceritakan apa pun tentang Taehyung. Bahkan, laki-laki itu tidak mengunjunginya di masa depan.

Sooji beralih melihat profil Kim Seokjin. Mengingat kembali kakeknya yang sedang terbaring di rumah sakit. Ia bersyukur bisa bertemu dengan kakeknya yang sehat. Di sisi lain, ia juga memikirkan kakeknya di masa depan yang sedang sakit. Beliau pasti sangat membutuhkan Sooji.

"Besok kakek ulang tahun."

Asrama BTS hanya diisi oleh Sooji karena yang lain sedang mempersiapkan comeback. Sooji merasa kesepian sekarang. Ia tidak terbiasa dengan suasana seperti ini, terlebih akhir-akhir ini sekelilingnya sangat ramai dengan kehadiran BTS.

Ah, ia malah merindukan celotehan kakeknya yang membosankan.

Gadis itu beranjak keluar kamar. Ia ingin berada di tempat lain sambil mendengarkan lagu-lagu BTS. Meski terdengar jadul di telinganya, lagu-lagu ini sedang populer di jaman sekarang.

Hawa dingin yang menusuk kulit mengurungkan niat Sooji untuk keluar asrama. Ia beralih menuju ke ruang tempat biasa BTS berkumpul dan membahas sesuatu. Ruangan luas dengan dua sofa panjang, televisi, dan piano di sudut ruangan terasa sangat nyaman bagi Sooji saat ini.

Lagu Moon yang dinyanyikan oleh Seokjin menyapa telinga Sooji. Gadis itu membaringkan tubuh di sofa agar semakin rileks.

Entah sudah berapa banyak lagu yang didengar Sooji. Ia sudah tertidur pulas di sofa nyamannya.

Hingga suara berisik membangunkan gadis itu. Sooji mengerjap. Lagi-lagi tidurnya terganggu oleh kehadiran anggota BTS.

"Kalian sudah pulang?" tanyanya dengan suara serak.

"Kau tidur di sini?"

Sooji melihat sekeliling. Lagu Filter dari Jimin masih memenuhi ruangan. Gadis itu lalu mengerjap polos menyadari ia tertidur di sofa.

Anggota BTS satu per satu kembali ke kamarnya, termasuk Taehyung. Sooji dengan cepat berdiri dan menyusul laki-laki itu.

"Tunggu!" kata Sooji terengah.

Taehyung membalikkan bada, menatap Sooji dengan heran, "ada apa?"

"Ikut aku sebentar, ya?"

Laki-laki tampan itu hanya mengangguk dan mengekori Sooji. Taehyung terlalu lelah sekadar bertanya ada masalah apa.

"Besok ulang tahun kakek, kan?"

"Iya, besok Jin hyung berulang tahun." Lalu Taehyung menguap.

"Kau capek?" tanya Sooji. "Aku awalnya berniat ingin mengajakmu dan yang lain untuk membuat kue dan memberinya kejutan."

"Ayo!" Taehyung berubah antusias. Bahkan Sooji sampai mundur satu langkah karena kaget.

"Kalian capek."

"Aku panggil Jimin dulu. Kau panggil yang lain."

Taehyung langsung berlari menuju ke kamar Jimin, kamar yang ditempatinya juga. Meninggalkan Sooji yang malah kebingungan sendiri.

Lewat tengah malam Sooji dan anggota BTS lainnya mengetuk kamar Seokjin. Berkali-kali mereka terkekeh geli membayangkan reaksi Seokjin nantinya.

Sooji mengetuk pintu lagi setelah berkali-kali tidak ada tanggapan. Ia juga sama semangatnya dengan yang lain. Rasanya seperti benar-benar memberi kejutan pada Kim Seokjin di masa depan.

Pintu terbuka. Memunculkan seorang laki-laki dengan piyama biru muda dan rambut acak-acakan, yang meski begitu masih saja tampan.

"Selamat ulang tahun!"

Kesadaran Seokjin kembali sepenuhnya karena teriakan tujuh orang yang memekakkan telinga. Ia terkekeh lemah. Karena sibuknya jadwal BTS, ia bahkan hampir lupa dengan hari ulang tahunnya sendiri.

"Terima kasih," ucapnya senang.

"Hei, kamar Jin hyung rapi sekali. Ayo kita rayakan ulang tahunnya di dalam," ucap Taehyung berapi-api.

Laki-laki itu lalu menerobos masuk kamar Seokjin. Tidak peduli jika detik berikutnya sang pemilik kamar berceramah panjang lebar.

Suasana ricuh seketika. Bahkan Sooji ikut bergabung dengan mereka, sudah seperti anggota BTS ke delapan.

Taehyung menyodorkan kue yang dibawanya ke Seokjin. "Tiup lilinnya." Lalu mereka menyanyikan lagu ulang tahun bersama.

"Aku akan buat permohonan dulu."

Seokjin memejamkan mata. Ia tersenyum lebar membayangkan permohonan yang ia buat akan terwujud.

Melihat tingkah Seokjin, tanpa sadar setetes air mata Sooji turun. Ia menjadi sangat emosional setiap melihat Seokjin tersenyum, mengingatkannya pada seseorang di rumah sakit yang seharusnya ia jaga.

"Uljima." Sooji sedikit tersentak karena bisikan tiba-tiba di telinganya. Ia menoleh ke kiri, mendapati wajah Taehyung yang sangat dekat dengannya tengah tersenyum lebar.

Taehyung menatap wajah Sooji dan menghapus air mata yang turun. Merasa wajah secantik itu tidak pantas dihiasi air mata. "Tersenyumlah. Kau terlihat sempurna jika tersenyum dan tidak menangis."

❄❄❄

Selamat membaca!

Dikit banget. Cuma 800-an kata.
Sebenarnya aku pengen update tiap hari tapi kemarin aplikasi Wattpadku bermasalah😕
Maafkan, walaupun sebenarnya aku nggak tahu cerita ini ada yang baca atau nggak.

10.39, 08 Agustus 2021.

MOVE : KIM TAE HYUNG(END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang