Berhati-hati
Seokjin terduduk dengan napas memburu. Ia menatap sekitarnya lalu bernapas lega. Ia sudah kembali ke kamarnya.
"Kakek baik-baik saja?"
Seokjin sedikit terlonjak mendengar suara gadis di sebelahnya. Ia tidak menyadari ada Sooji sedang menatapnya khawatir sekaligus bingung.
Ingatannya dengan jelas merekam mimpi yang dialaminya. Mimpi yang terasa nyata dan sangat menakutkan.
"Kakek, ini minum dulu."
Seokjin menerima segelas air putih yang diberikan Sooji, meneguknya sampai habis lalu memberikan gelas kosong itu pada Sooji.
"Kakek baik-baik saja?" tanya Sooji lagi yang kali ini dibalas anggukan oleh Seokjin.
"Aku membawa makanan untuk kakek. Aku suapi, ya?"
Seokjin melirik nampan yang diambil Sooji sekilas. "Tidak, aku akan makan sendiri. Kau juga harus makan."
Mereka berdua makan dalam diam. Sibuk dengan pikiran masing-masing.
❄
Tubuh Seokjin masih lemas, namun bagaimana pun ia tetap harus melakukan pekerjaannya. Hari ini ia harus melakukan siaran bersama Namjoon di aplikasi VLIVE, ia sudah bersiap dan tinggal menunggu Namjoon yang masih entah sedang apa.
Seokjin menarik napas dalam. Ia harus melupakan sejenak tentang mimpi nyatanya. Ada yang harus dilakukan sekarang, menyapa penggemar dan membuat mereka bahagia.
Ia bersiap melajukan mobil setelah Namjoon sudah duduk di sampingnya, namun terhenti karena Taehyung berlari dengan napas terengah menghampirinya.
"Hyung, aku ikut ke kantor," kata Taehyung.
Tanpa menunggu dua laki-laki yang lebih tua darinya itu setuju, Taehyung langsung masuk dan duduk di belakang.
"Kau mau apa ke kantor?"
"Bukan ke kantor, sih, mau ke kafe dekat kantor. Ada yang mau kutemui di sana," jawab Taehyung dengan cengiran lebar.
"Siapa?"
"Hyungsik Hyung."
Namjoon hanya menggelengkan kepala menanggapi adiknya itu, sedangkan Seokjin lebih memilih diam. Keberadaan Taehyung membuatnya kembali mengkhawatirkan laki-laki itu.
"Hyung, tidak biasanya kau diam saja. Ada apa?"
"Ani, aku hanya menghemat tenagaku untuk menyapa Army nanti."
Alasan yang tidak masuk akal tapi Taehyung memercayainya.
"Turunkan aku di depan kafe saja, ya?"
Seokjin tidak merespon, namun tetap menurunkan Taehyung di depan kafe yang dimaksud dan kembali menjalankan mobil sampai kantor.
"Aku yakin alasanmu diam bukan karena itu, hyung. Ada masalah?"
Mereka berjalan berdua memasuki gedung HYBE. Seokjin menatap Namjoon yang bertanya, lalu tersenyum simpul. Ia tahu tidak bisa membohongi laki-laki pintar di sebelahnya.
"Tidak sekarang, Namjoon Ah. Akan ada masalah sebentar lagi."
Namjoon mengernyit bingung. Otak pintarnya tidak mengerti maksud perkataan Seokjin, namun ia diam saja tidak membahas lebih lanjut.
Nanti Seokjin akan memberitahu sendiri.
❄
"Sooji mana?" tanya Seokjin panik.
Bagaimana tidak, saat ia sampai di rumah ia langsung mencari Sooji dan tidak menemukan gadis itu di mana pun. Ia tidak bisa menelepon Sooji karena ponselnya mati butuh dicharge.
"Sooji? Tadi dia bilang padaku ingin keluar bersama temannya. Ada apa?"
"Kau yakin dia pergi dengan temannya?"
Suga mengangguk dengan wajah bingung. Tidak biasanya Seokjin sangat serius seperti ini.
"Apa ada masalah?"
"Ah, tidak. Aku hanya ingin memastikan dia menonton siaran VLIVE-ku tadi."
Suga pergi meninggalkan Seokjin. Malas mendengar kata-kata laki-laki itu yang sudah kembali narsis. Lebih baik ia pergi ke kamarnya, tidur mengisi tenaga yang terlalu mudah habis.
Seokjin juga pergi ke kamarnya. Ia mencharger ponselnya dan merebahkan tubuh di kasur. Matanya perlahan terpejam dan napasnya mulai teratur.
Namun, ia terbangunkan oleh seseorang yang memasuki kamarnya.
"Kakek sudah tidur?"
Seokjin menggeleng dan tersenyum. Ia membiarkan Sooji mendekat ke arahnya tanpa berniat mengubah posisi. "Ada apa?"
"Aku tadi membeli sandwich, kelihatannya enak. Mau makan bersama?"
"Mana sandwichnya?"
"Di dapur."
Seokjin beranjak mengikuti Sooji yang sudah berjalan lebih dulu. Ia sebenarnya malas, tidak nafsu makan apa pun sejak pagi tadi Sooji membawa makanan ke kamarnya. Namun, ia tetap harus menghargai gadis itu yang selalu mengingatnya ketika memiliki sesuatu.
"Kakek, tadi aku taruh di sini." Sooji menunjuk ke arah meja makan yang kosong. "Pasti ada yang mengambilnya."
Sooji menatap sekitar berharap menemukan orang yang mengambil makanan yang ia beli untuk dimakan bersama Seokjin. Gadis itu mendesah tidak menemukan siapa pun, lalu menatap Seokjin sambil mengerucutkan bibirnya.
"Tidak apa-apa, kita beli lagi?"
Sooji menggeleng. Ia sudah kehilangan selera.
"Aku mau ke kamar saja. Maaf, kakek, tidak jadi makan bersama."
Seokjin mengangguk mengerti, membiarkan gadis itu pergi ke kamarnya. Bukannya kembali ke kamar lagi, Seokjin mendudukkan diri di kursi makan. Ia tidak ingin melakukan apa pun saat ini, padahal biasanya ia tidak bisa hanya berdiam diri.
"Hyung, sedang apa di sini?"
"Tidak ada."
Taehyung merasa sikap Seokjin padanya berubah dingin. Ia menghampiri laki-laki itu dan duduk di sebelahnya, ingin membicarakan baik-baik kalau ada masalah.
"Aku punya salah?"
Seokjin menatap Taehyung sekilas, lalu mengalihkan pandangannya lagi. Ia tahu tidak seharusnya ia bertindak seperti ini, namun ia terlalu takut untuk menghadapi Taehyung.
"Oh, apa sandwich di sini tadi milikmu? Maaf, tadi aku memakannya satu dan memberikan yang satu lagi untuk Jimin."
"Itu milik Sooji," jawab Seokjin.
"Astaga." Taehyung menepuk dahinya.
Seokjin beranjak pergi dari sana tanpa mengatakan apa pun lagi pada Taehyung. Lebih baik menghindar sambil mempersiapkan diri, pikir Seokjin.
❄❄❄
Selamat membaca!
Emang part ini pendek banget, ya.
Udah pendek, up tengah malam lagi.
00.13, 11 September 2021.
KAMU SEDANG MEMBACA
MOVE : KIM TAE HYUNG(END)
Fiksi PenggemarKembali ke masa di mana legenda sedang berada di titik kesuksesannya. kim Sooji hanya pernah mendengar cerita-cerita itu dari kakeknya, tapi sekarang, ia melihat sendiri bagaimana hal itu terjadi. Grup idola yang selalu dibanggakan kakeknya. Kim Soo...
