Sweet Night
Berkali-kali membaca tulisan Taehyung tetap tidak membuat Sooji mengerti. Ia tahu maksud tulisan Taehyung, namun yang tidak ia tahu ....
Sooji menggelengkan kepala. Menolak kata hatinya yang bertolak belakang dengan pikirannya.
Ia masih memegang kertas itu erat, sampai suara ketukan pintu mengalihkan perhatiannya. Dengan gugup Sooji mengambil kertas-kertas yang berserakan di atas tempat tidur, membuangnya asal di sisi tempat tidur yang tidak terlihat.
Ia beranjak membuka pintu tanpa mengatakan apa pun. Lalu napasnya tercekat seolah yang berdiri di hadapannya adalah monster mengerikan, padahal kenyataannya seorang laki-laki berparas tampan menatapnya dengan senyuman lebar.
"K-kukira ...." ucap Sooji gugup. Ia meremas kuat sweater panjangnya.
"Kaukira apa?" Senyum Taehyung masih merekah.
Sooji mengarahkan pandangan ke arah lain, "kukira kakek," gumamnya yang masih bisa didengar Taehyung.
"Ah, sayang sekali. Kukira kau menungguku," ucap Taehyung dengan nada kecewa yang dibuat-buat. Ia lalu terkekeh geli melihat ekspresi menggemaskan Sooji.
"T-tidak, tidak. Untuk apa aku menunggumu?"
Sooji mengerjap beberapa kali. Tingkahnya itu tidak lepas dari perhatian Taehyung. Saking gemasnya, Taehyung menerobos masuk kamar dan langsung memeluk Sooji.
Gadis itu sedikit terhuyung, hampir saja jatuh kalau Taehyung tidak memeluknya erat. Ia bingung sendiri, lalu memilih membalas pelukan Taehyung setelah berdebat dengan kata hati.
"Kau sudah membaca semua suratku?"
Sooji mematung. Tubuhnya seolah membeku mengingat tulisan tangan Taehyung.
Taehyung melepas pelukan. Menatap wajah cantik Sooji dengan senyuman yang semakin menambah pesonanya.
Mendapati Sooji yang diam saja, Taehyung mendorong lembut tubuh Sooji ke tembok dan mengunci tubuh gadis itu dengan sebelah tangan.
Ia semakin mendekat pada Sooji. Matanya tidak lepas dari mata gadis itu. Mengagumi pesona yang telah membuatnya luluh. "Kamu cantik." Lalu ia benar-benar mengunci tubuh Sooji dengan kedua tangannya.
Sooji gelagapan sendiri. Ia tidak bisa ke mana-mana lagi sekarang. Tubuhnya sempurna terkurung dengan Taehyung yang jaraknya kurang dari sejengkal.
Jantungnya berdegup kencang, ia ragu kalau Taehyung tidak mendengarnya. Pikirannya sudah memikirkan yang tidak-tidak, ia merutuki dirinya sendiri, otak yang biasanya suci bersih kini berubah kotor gara-gara Taehyung.
"Pintu ... pintunya terbuka," ucap Sooji tergagap. Ia kembali merutuk. Ucapannya terdengar seperti mengharapkan sesuatu.
Taehyung terkekeh geli. "Aku bahkan belum mengungkapkannya secara langsung."
"Bu-bukan itu maksudku."
Taehyung semakin mendekatkan wajahnya ke Sooji, membuat gadis yang tingginya hanya sebatas dagu Taehyung itu berusaha keras menghilangkan pikiran kotor yang sudah memenuhi otaknya.
"Tenang saja, tidak akan ada yang lihat. Hanya aku yang pulang ke asrama malam ini," bisik Taehyung membuat Sooji merinding. "Aku mencintaimu, Kim Sooji."
Jantung Sooji semakin berdebar kencang. Ia memberanikan diri menatap Taehyung. Gadis itu tercekat menatap mata Taehyung, beralih ke hidung mancung laki-laki itu sampai pada bibir Taehyung yang masih tersenyum.
Tidak bisa Sooji pungkiri lagi, ia sudah jatuh sejatuh-jatuhnya.
"Aku mencintaimu, Kim Sooji. Dan aku ingin mendapatkan jawaban darimu," kata Taehyung lagi. Ia benar-benar menunggu jawaban dari Sooji.
KAMU SEDANG MEMBACA
MOVE : KIM TAE HYUNG(END)
Fan-FictionKembali ke masa di mana legenda sedang berada di titik kesuksesannya. kim Sooji hanya pernah mendengar cerita-cerita itu dari kakeknya, tapi sekarang, ia melihat sendiri bagaimana hal itu terjadi. Grup idola yang selalu dibanggakan kakeknya. Kim Soo...
