Terbiasa
Sooji kira semua anggota BTS akan pergi bekerja pagi-pagi sekali. Ternyata itu hanya berlaku untuk Seokjin dan Namjoon, dua laki-laki itu memiliki proyek yang harus dibahas dengan Bang PD.
Yura Eonni membelikan makanan untuk sarapannya dan anggota BTS lain. Sooji sempat berbicara sebentar dengannya, lalu ia pergi lagi karena pekerjaannya di kantor.
Seperti biasanya, meja makan tidak pernah sepi. Ada saja yang bertengkar karena hal sepele. Kini giliran Suga dan Jimin. Sooji tidak mengerti apa yang mereka perdebatkan, namun Suga yang biasanya lebih banyak diam itu kini sedang berbicara panjang lebar.
"Taehyung, lihatlah. Bukannya ini salah Suga Hyung?"
Mendengar nama Taehyung disebut, Sooji melirik sekilas ke arah laki-laki itu. Ia langsung kembali menatap makanannya saat tahu Taehyung sedang menatapnya tajam.
"Aku hanya ingin makan. Kalian sangat berisik sampai membuat nafsu makanku menghilang."
Taehyung pergi meninggalkan anggota BTS lain yang kebingungan dengan langkah kasar. Apalagi Jimin, ia berniat mengejar Taehyung namun dicegah J-Hope.
"Mungkin dia sedang butuh waktu sendiri. Kau makan dulu, setelah itu antarkan makanan ke kamar dan tanyakan apa yang terjadi."
"Ada apa dengannya? Bukankah biasanya yang berisik itu dia?"
"Itu gara-gara kau, Suga Hyung."
Dan pertengkaran mereka kembali terjadi. Sooji hanya menatap mereka tanpa minat dan kembali memakan makanannya.
❄️
Walaupun cuaca sedang dingin-dinginnya, Sooji tetap keluar untuk bertemu dengan Ha Neul. Mereka berdua sudah hampir tidak ada waktu untuk bertemu, maka saat Ha Neul mengatakan ada waktu luang Sooji langsung mengiyakan untuk bertemu.
Ia menumpang Seokjin yang juga akan pergi. Kata Seokjin, Sooji tidak boleh pergi jika ia tidak mengantarnya. Mau tidak mau Sooji patuh, padahal dalam hati ia ingin sekali menaiki bus yang sudah langka di masa depan.
"Kau mau bertemu dengan temanmu di mana?" tanya Seokjin setelah menjalankan mobilnya.
"Kafe You And I."
"Oh?" Bibir Seokjin membulat. Ia melirik Sooji, gadis itu sedang menatap lurus ke depan dengan senyum mengembang. "Kebetulan sekali, aku kenal pemiliknya."
Kini berganti Sooji yang menatap Seokjin terkejut. "Benarkah? Wah, sepertinya aku akan makan gratis hari ini." Lalu ia tertawa.
"Mungkin juga dia adalah orang yang akan kau panggil nenek."
Sooji mengerling mengetahui maksud perkataan Seokjin. Ia sekarang menjadi penasaran dengan sosok neneknya di masa muda, apakah sama dengan yang diceritakan oleh kakeknya.
"Hubungan kalian sudah resmi?"
Seokjin menghela napas berat. "Sayangnya aku selalu ditolak," kata Seokjin sambil tersenyum miris.
Tawa Sooji tidak bisa ditahan, menyembur begitu saja. Ia menatap Seokjin dengan pandangan iba sekaligus mengejek. Tidak menyangka laki-laki dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi itu ditolak oleh perempuan yang disukainya.
Ia yakin seratus persen, perempuan itu pasti selalu memeriksakan kewarasannya.
"Maaf, maaf," ucap Sooji mencoba menghentikan tawa. Ia tidak tega lagi melihat wajah memelas Seokjin di sampingnya.
"Kenalkan saja padaku, aku yakin bisa membuatnya menyukaimu."
"YA!" sentak Seokjin kasar, "dia sebenarnya sangat menyukaiku, tapi ketampananku membuatnya tidak percaya diri," kata Seokjin tidak terima. Tidak lupa juga ia menyinggung ketampanannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MOVE : KIM TAE HYUNG(END)
FanfictionKembali ke masa di mana legenda sedang berada di titik kesuksesannya. kim Sooji hanya pernah mendengar cerita-cerita itu dari kakeknya, tapi sekarang, ia melihat sendiri bagaimana hal itu terjadi. Grup idola yang selalu dibanggakan kakeknya. Kim Soo...
