Marah
Sooji memasuki rumah dengan riang. Berkali-kali ia berdecak, tidak menyangka hidup di akhir tahun 2020 semenyenangkan ini.
"Aku pulang," ucap Sooji meski tahu tidak akan ada yang menyahut.
Mengingat tentang anggota BTS, mood Sooji berubah buruk. Taehyung waktu itu mengatakan hanya pergi lima hari, namun ini sudah hari ketujuh dan mereka masih belum pulang.
Sooji langsung menuju ke kamarnya. Ia akan mengganti baju dan makan malam. Kali ini ia tidak akan mandi, hawa dingin yang menusuk kulit membuatnya tidak kuat jika harus menyentuh air.
Gadis itu memilih pakaian dari masa depan, celana pendek dan kaus panjang berwarna biru yang ia gunakan ketika pertama kali ke sini. Ia tersenyum puas. Kembali merasa menjadi dirinya yang sesungguhnya.
Asik mengagumi diri sendiri di depan cermin, gadis itu lalu terlonjak kaget ketika ada suara ketuk. Ia menoleh ke arah pintu, tiba-tiba ketakutan sendiri karena merasa hanya di rumah sendirian.
Gadis itu masih berdiri di tempatnya. Memandang pintu dan cermin bergantian. Ia ingin membuka pintu, namun takut jika-
"Sooji, kau di dalam?"
Degup jantung Sooji kembali normal. Ia tahu itu suara Taehyung, lalu dengan santai ia beranjak membuka pintu. "Aku di sini."
"Kau dari mana saja tadi?" tanya Taehyung dengan nada tidak suka. Alisnya juga tertaut membuat Sooji semakin tertekan.
Sooji menjadi takut dengan tatapan itu. Ia merasa bersalah, namun tidak tahu apa itu. Ia membalas tatapan mata tajam Taehyung dengan ekspresi menggemaskan, berharap laki-laki itu bisa mengontrol ekspresinya.
"Taehyung ssi, aku punya salah?"
"Yura Nuna tidak sengaja melihat fotomu bersama seorang laki-laki di Instagram. Siapa itu?"
"Oh, mungkin Ha Neul?" jawab Sooji santai.
"Siapa itu?"
"Oh Ha Neul, teman baruku," ucap Sooji riang. Ia seperti mengingat sesuatu, lalu menatap Taehyung tajam. Tidak peduli jika ekspresi laki-laki itu sedari tadi masih belum berubah.
"Taehyung ssi?"
"Hm." Taehyung melipat kedua tangan di dada, mencoba bersikap galak. Namun, kini Sooji tidak takut seperti tadi. Ia malah melakukan seperti apa yang dilakukan Taehyung.
"Kau berapa lama di Los Angeles?"
"Rindu padaku?"
Sooji berdecak kesal. Untuk ukuran laki-laki yang belum genap satu bulan dikenalnya, Taehyung terlalu percaya diri. "Katamu kalian hanya lima hari di sana."
Taehyung memajukan bibir bawahnya dan memandang ke kiri atas. Mengingat-ingat tentang perkataannya. "Aku mengatakan itu?"
Sooji mengangguk polos.
"Aku tidak ingat," kata Taehyung tanpa dosa. Ia menatap Sooji sepenuhnya. Gadis itu tampak sedang menahan kesal, namun wajahnya maah terlihat menggemaskan. "Sudah makan malam?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MOVE : KIM TAE HYUNG(END)
FanfictionKembali ke masa di mana legenda sedang berada di titik kesuksesannya. kim Sooji hanya pernah mendengar cerita-cerita itu dari kakeknya, tapi sekarang, ia melihat sendiri bagaimana hal itu terjadi. Grup idola yang selalu dibanggakan kakeknya. Kim Soo...
