Cast :
Jung Jeno
Seo Haechan
Dong Renjun
Rated : T
Genre : Romance, Drama, Family
Note : Cerita ini terinspirasi dari film india Mujhese Dosti Karoge. Tapi sedikit aku ubah jalan ceritanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jeno menghampiri Renjun yang tengah duduk di ayunan kursi yang ada dihalaman belakang rumahnya.
"Apa kau tidak kedinginan?" Suara berat Jeno berhasil membuat Renjun terkejut.
"Astaga!! Kau mengejutkanku, Jeno!!" Renjun kesal.
"Kkk~ Maaf.."
Jeno duduk diayunan kursi yang kosong disebelah Renjun.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Jeno.
Renjun tersenyum menatap langit hitam diatasnya. "Tidak ada, hanya sedang menikmati angin saja." Jawabnya.
Jeno mengikuti arah pandangan Renjun. Menatap hamparan awan gelap yang ditemani beberapa kerlip bintang dan bulan yang hanya nampak setengah.
"Dibalik awan hitam itu, banyak sekali bintang yang bersembunyi disana. Walaupun yang terlihat hanya beberapa saja." Celetuk Renjun.
Jeno mengangguk.
"Artinya walaupun terlihat gelap tapi sebenarnya masih banyak cahaya yang akan terlihat nantinya. Cahaya itu akan terlihat disaat waktu yang tepat." -Renjun-
Jeno mengerti. "Renjunie—"
"Jeno, kalau kau berpikir aku sedih dan kesepian, kau salah." Ujar Renjun.
"Tidak.."
"Heum??" Mata Renjun beralih pada Jeno.
"Kau tidak akan pernah kesepian. Aku berjanji dan akan memastikan kau tidak akan pernah kesepian." Ucap Jeno penuh dengan keyakinan.
Renjun tersenyum manis.
"Aku tahu.. Kau dan Haechan tidak akan meninggalkanku."
"Tidak akan pernah, Renjun-ah.." Jawab Jeno cepat.
"Terima kasih."
Jeno bangkit dari duduknya lalu berdiri didepan Renjun. Membuat Renjun menatapnya bingung.
Dan dengan tiba-tibanya Jeno berlutut didepan Renjun.
"Jeno! Apa yang kau lakukan!!" Renjun panik. Sontak dia langsung berdiri.
"Renjun-ah, aku tahu kata maafku mungkin tidak cukup saat ini.. Tapi aku benar-benar ingin meminta maaf padamu." Ucap Jeno.
"Jeno! Kau ini apa-apaan sih?! Cepat bangun!!"
Renjun mencoba membuat Jeno untuk berdiri. Tapi tubuh kekar pemuda itu tak bergerak sedikit pun.
"Tidak! Dengarkan aku dulu, Renjun.." -Jeno-
"Kita bisa bicara sambil duduk, tidak dengan cara seperti ini." -Renjun-
"Aku merasa sangat bersalah padamu."
"Tidak ada yang salah, Jeno. Kumohon bangunlah. Kita bicara dengan biasa saja, oke? Ku mohon.."
Renjun membantu Jeno untuk berdiri. Kini tubuh jangkung itu berdiri tegak didepan tubuh kecilnya.
Renjun meraih kedua tangan besar Jeno, menggenggamnya.
"Aku yang seharusnya minta maaf pada kalian. Karna aku terlalu buta dengan semua ini, aku tidak pernah memikirkan perasaan kalian."
KAMU SEDANG MEMBACA
FRIENDSHIT [00Line] END
RomansaPertemanan yang berubah karna cinta.. . . . NCT Dream 00Line GS Baku
![FRIENDSHIT [00Line] END](https://img.wattpad.com/cover/236210205-64-k193967.jpg)