📌Mature Content!📌
Mungkin menjadi model dan memiliki tubuh yang seksi adalah idaman bagi banyak wanita, di temani pria tampan dalam bekerja membuat wujud sang gadis menjadi semakin sempurna di balik namanya yang semakin banyak di kenal sebagai pub...
Hai babiess pakaa ! Cicik upload hari ini biar bisa menemani malam minggu kalian semua. Semoga senang ya ♥️
Oiya, Follow ig cicik adventa_niccie ya.Tengkyuu🌼
. . . .
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Sang surya tengah berganti dengan sang bulan yang indah, dengan taburan bintang yang menyempurnakan visual langit. Dinginnya malam dengan perpaduan dinginnya pendingin ruangan, membuat bulu kuduk sang wanita berdiri dengan sempurna.
Mencoba menghangatkan diri dengan baju hangat dan minuman hangat greentea yang menjadi pilihan sang dewi cantik. Entah apa yang membuatnya begitu murung, membuat dirinya terlihat sangat lesu tak sedap untuk di pandang.
"Ada apa denganmu?" Tanya sang pria di ujung sana. Masih dengan laptop di atas pangkuannya, mengurus pekerjaan.
"Kenapa meeting hari ini di batalkan?" Suara wanita itu mengalun dengan nada yang sendu.
"Pihak brand ada kendala, jadi di ganti besok di LA." Ujar pria itu.
"Jam berapa pertemuan besok?" Tanya wanita itu tanpa memalingkan wajahnya pada sang lawan bicara, fokusnya masih terjaga pada sebuah cangkir di tangannya yang sedari tadi mengeluarkan kepulan asap.
"Jam 10 pagi." Jawwb sang pria, masih setia dengan tatapan lekatnya pada raga wanita cantik disana. "Ada masalah?" Tanyanya sekali lagi.
Wanita itu tak menjawab, tapi ia menggelengkan kepalanya sebagai tanggapan atas pertanyaan sang lawan bicara.
"Jimin-ah, lalu jam berapa penerbangan kita ke LA?" Tatapan penuh penasaran ia pancarkan melalui dua mata indahnya yang berwarna coklat itu.
"Jam 7 pagi. Jam 5 kita harus ke bandara, dan jam 6 waktu maksimal untuk checkin." Balas adam itu, menjelaskan rasa penasaran pada sang wanita. "Kau sungguh baik-baik saja?" Kembali pria itu menanyakan tentang sang wanita, menanyakan atas alasan murung yang tergambar jelas di wajah cantiknya.
Tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir seksi model cantik ini, yang ia lakukan hanya melangkahkan kakinya menuju ranjang besar dimana sang pria meletakkan raganya. "Jimin-ah, aku butuh pelukanmu." Ucapnya manis, penuh kelembutan.
"Kau membutuhkan yang lebih?" Tanya pria itu, hanya untuk menawarkan pilihan yang lebih menarik.
"Tidak, hanya butuh pelukan hangat. Hanya pelukan untuk sepanjang malam." wanita itu kembali bersuara memberi penjelasan pada sang pria tampan nan seksi yang sudah ia dekap raga kekarnya untuk menghangatkan raga mungilnya.
"As u wish baby." Ujarnya, kemudian memeluk raga mungil yang sudah bersandar manja pada dadanya. Sangat indah sekali pemandangan di dalam sini, membuat semua raga yang menyaksikannya menjadi iri.