📌Mature Content!📌
Mungkin menjadi model dan memiliki tubuh yang seksi adalah idaman bagi banyak wanita, di temani pria tampan dalam bekerja membuat wujud sang gadis menjadi semakin sempurna di balik namanya yang semakin banyak di kenal sebagai pub...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
3 hari lamanya sang dewi dengan para pengawalnya meninjakkan kaki di tanah Singapura. Menjadi hal yang menyenangkan ketika dirinya di terima baik oleh kedua orang tua Jimin, bahkan kedua jiwa yang telah di makan usia itu tak jarang untuk tertawa keras lantaran tingkah sang dewi yang berniat menghibur mereka, dan itu berhasil. Bahkan wanita itu dengan telaten mengurus orang tu dari manager tampan itu, mulai menyiapkan makanannya hingga mengurus keperluan mereka.
"Ji, apa Jimin memperlakukanmu dengan baik di LA?" Wanita paruh baya dengan nama lengkap Amelia Park itu berseru, melemparkan pertanyaan pada sang bunga lily putih.
"Don't worry mom, Jimin begitu baik memperlakukanku." Jawab sang dewi.
"Apa kau makan dengan baik disana?"
Jiwoo tertawa pelan sebelum ia menjawab pertanyaan wanita paruh baya itu. Ia menatap matanya dengan hangat kemudian berkata, "ada apa mommy? Kenapa selalu mengkhawatirkan makanku? Apa aku terlalu kurus?"
Amelia menarik nafas dalam kemudian berkata, "aku tidak ingin kau menyia-nyiakan jam makanmu." Wanita itu kemudian membelai pipi sang dewi dengan lembut, "aku tahu kau bukan kekasih dari anak semata wayangku, tapi bolehkah aku mencintaimu seperti aku mencintai Jimin?"
Tatapan yang berbinar-binar menghiasi mata sang gadis penyuka bunga lily. Begitu ingin ia memeluk wanita paruh baya itu dengan erat dan menciumnya berukang kali. "Tentu! Mommy, aku begitu menyayangi anakmu itu, ia begitu memperlakukanku dengan baik, memperlakukanku dengan manis. Tapi setelah aku bertemu denganmu, rasa sayangku padanya berpindah 100% padamu, aku begitu menyukaimu. Kau wanita yang lembut, wanita yang penuh kehangatan. Tak heran jika Jimin memiliki sifat seperti itu, ternyata turun darimu."
Amelia tersenyum manis, hatinya menghangat ketika mendengar penuturan gadis cantik itu. "Aku senang kau menerima baik keluarga kami di dalam hatimu. Apapun yang terjadi janganlah merasa sendiri, Ji. Aku, daddy dan Jimin selalu ada di sampingmu. Datanglah kemari, tanganku terbuka lebar untuk memelukmu."
Tak kuasa menahan haru dan rasa senang yang berkelimpahan, Jiwoo memeluk raga wanita itu dengan erat. Menumpahkan segala cintanya dengan berlimpah pada wanita paruh baya yang baru saja ia kenal beberapa hari itu. Keluarga ini penuh dengan bunga, begitu manis dan hangat. Pepatah yang mengatakan buah jatuh tak jauh dari pohonnya itu benar adanya. Tak heran lagi jika watak Jimin si pria gulali itu hangat dan manis, ternyata keluarga yang di milikinya begitu harum seperti bunga melati.
"Apa daddy sudah bangun? Ia harus segera makan. Ini sudah jam makan siang." Ujar sang dewi ketika mata indahnya tak sengaja menangkap visual jam dinding yang tergantung indah di salah satu sisi dinding ruangan.
"Terlambat beberapa menit tak masalah bukan?" Jawab Amelia.
Jiwoo menganggukkan kepalanya dan tersenyum lebar. Wanita cantik ini begitu mengingatkannya pada bunga lily yang di miliki di masa lalu.