📌Mature Content!📌
Mungkin menjadi model dan memiliki tubuh yang seksi adalah idaman bagi banyak wanita, di temani pria tampan dalam bekerja membuat wujud sang gadis menjadi semakin sempurna di balik namanya yang semakin banyak di kenal sebagai pub...
🔞 WARNING! 🔞 Penuh dengan adegan lidah! Mohon bijak dalam menanggapi.
. . .
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mentari bersinar dengan hangat, desiran angin sejuk menyelimuti perkotaan, membuat jiwa dan raga dengan kompak setuju jika harus berbaring lebih lama. Ditambah pendingin ruangan yang setia memgerahkan suhu dingin, membuat selimut tebal semakin nyaman membungkus raga di bawah alam sadar.
Tapi itu tadi, tidak dengan sekarang. Benda pipih canggih itu berdering keras seperti monster di pagi hari, memaksa raga Jimin harus bangkit dari dunia mimpi.
"Hello." Suara serak khas bangun tidur menghampiri gendang telinga seseorang di ujung sana, damage-nya bukan main, sungguh seksi.
"Wow, suaramu di pagi hari membuatku horny Jim." Suara sang penelpon terdengar di ujung pengeras suara.
"Eoh?" Jimin kebingungan, nyawanya belum terkumpul, otaknya belum mampu mencerna dengan baik perkataan sang penelpon.
"Jim, aku ada di depan rumahmu. Tolong bukakan aku pintu, aku ingin mandi." Ucapnya.
Jimin terdiam beberapa saat, otak seksinya sulit mencerna kejadian yang baru saja terjadi. "Tolong ulangi lagi perkataanmu, aku tidak bisa mendengarnya." Ucapnya dengan malas.
Ding dong... Ding dong... Ding dong...
"Kau sudah mendengarnya? Cepat bukakan aku pintu!" Dengan nada tinggi sang pemanggil berujar.
Jimin memejamkan matanya sebentar, kemudian jari mungilnya menekan tombol merah pada layar handphone, mengakhiri panggilan dari orang yang telah mengganggu pagi indahnya.
Pria itu menutup wajahnya dengan lengan sebelah kiri, menampilkan tato kecil yang ia buat di bagian lengan. Ia memejamkan matanya, mencoba untuk bersilahturahmi kembali dengan dunia mimpi yang penuh kedamaian.
Raganya yang masih ingin berbaring terpaksa harus bangkit dari tempat tidurnya yang empuk, menuju daun pintu utama dari papan sang pria.
Pintu terbuka, menampilkan sosok seorang gadis cantik yang penuh akan keringat tengah tersenyum manis. Senyuman manja yang sengaja ia tujukan pada sang empunya papan, guna menarik hati agar tak ada pertengkaran di antara mereka.
"Yak wanita idiot, apa-apaan kau ini bertamu di pagi buta begini, eoh?!" Jimin berujar sembari memberikan pukulan kecil pada kepala sang gadis, sungguh jengkel ia melihat kelakuan wanita satu ini.