Pagi musim semi di kota Los Angeles adalah hal yang paling menyenangkan, suasana yang hangat dengan di hiasi bunga-bunga bermekaran di seluruh kota menjadikan daya tarik tersendiri.
Pukul 9:13 PDT, suasana sejuk adalah momen paling nyaman untuk bersantai. Secangkir coklat hangat di dalam genggaman dan melodi bernada tenang menghantar suasana pagi sang gadis cantik.
Pandangannya sibuk menatap pemandangan di luar, sebuah taman pribadi miliknya yang langsung terhubung dengan ruang tengah, ruang dimana ia meletakkan beberapa sofa dan televisi besar miliknya dari merk ternama.
Sebuah buku bersampul biru masih setia berada di pangkuannya, tapi buku itu hanyalah lembaran kertas yang hanya di buka tapi tak pernah di sentuh.
Sesekali ia menyeruput minuman manis yang masih mengepulkan asap, menandakan jika kondisinya masih hangat. Fokusnya masih ia berikan pada deretan tanaman hias di ujung sana yang di batasi dengan dinding kaca besar.
Entah seberapa banyak uang yang ia keluarkan untuk membuat istana pribadi miliknya ini, dengan model minimalis modern dan di dominasi warna coklat dan cream, membuat bangunan mewah ini terlihat estetik dan menawan. Cantik layaknya sang empunya.
Tanaman hias kesana kemari menghiasi rumah nan asri ini, memberi kesan segar pada sang penghuni dan para pengunjung yang datang untuk bertamu.
Tit..
Di pendengaran sang empunya istana tertangkap suara yang di timbulkan oleh pintu utama. Ada seseorang yang datang di hunian nyamannya ini, dan sepertinya sang tamu bukanlah orang asing. Terlihat ketika ia membuka pintu, sidik jari sang tamu terdeteksi oleh smart door lock yang terpasang di daun pintu.
Meski tahu ada seseorang yang datang, ia tetap tak mengalihkan atensinya pada tanaman hias kesukaannya di luar sana, tanaman yang tengah berbunga dengan indah dan tumbuh dengan segar.
"Kau sudah mati?"
Tanpa sapaan manis, suara sang tamu mengalun dengan merdu di sela-sela melodi indah yang bersumber dari speaker.
Setelah menyeruput coklat hangatnya, sang wanita berucap, "Apa sopan berbicara seperti itu padaku wahai tuan?"
"Apa sopan memintaku datang sepagi ini di rumahmu di saat aku memiliki banyak waktu untuk beristirahat, nona?"
Sepertinya sang tamu tengah kesal pada sang empunya istana, sangat jelas tergambar pada raut wajahnya.
"Kau tahu dapurku kan? Silahkan lakukan yang harus kau lakukan." Ujar wanita itu dengan nada yang lembut.
"Yakk Ahn Jiwoo!" Kekesalan sang tuan sepertinya sudah meningkat satu level.
"Jimin Park, turunkan nada bicaramu. Ini rumahku tuan, apa kau lupa?"
"Jiwoo!!" Dengan kesal, pria itu kembali berujar dengan nada tinggi. "Kau yang minum-minun dengan idol ternama itu sampai mabuk, lalu kenapa harus aku yang repot-repot membuatkanmu makanan, eoh?!"
"Karena kau manager-ku." Dengan santainya kalimat itu keluar dari bibir seksi sang dewi.
"Yak! Apa manager-mu adalah babumu?!"
"Berhentilah membentakku Jim, masaklah sana aku lapar." Kini atensi sang wanita telah tertuju pada sang adam. Sang adam yang sedari tadi mengomelinya.
"Apa kau tidak di beri makan oleh idol itu?" Tanya Jimin dengan jengkel.
"Dikasi, tapi aku memuntahkannya tadi subuh."
"Dasar bodoh!" Ucap Jimin, kemudian pergi menuju dapur yang terletak di dalam istana sang dewi.
YOU ARE READING
Hot Woman🔞 [On Going]
Fanfiction📌Mature Content!📌 Mungkin menjadi model dan memiliki tubuh yang seksi adalah idaman bagi banyak wanita, di temani pria tampan dalam bekerja membuat wujud sang gadis menjadi semakin sempurna di balik namanya yang semakin banyak di kenal sebagai pub...
![Hot Woman🔞 [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/280214394-64-k184482.jpg)