📌Mature Content!📌
Mungkin menjadi model dan memiliki tubuh yang seksi adalah idaman bagi banyak wanita, di temani pria tampan dalam bekerja membuat wujud sang gadis menjadi semakin sempurna di balik namanya yang semakin banyak di kenal sebagai pub...
Di salah satu chapter Grey pernah menceritakan sedikit tentang kisah hidupnya. Dan di chapter ini, tepat setelah tanggal 4 desember ku hadirkan chapter spesial untuk pria tampan tersebut. Ia bukanlah pemeran utama dalam cerita ini, tapi ia adalah salah satu pilar penting atas berdirinya cerita yang ku tulis saat ini.
Pernah terbayang wajah tampan pria itu? Sudah ada dalam benakku seperti apa wajahnya, dan hari ini ku hadirkan gambar dari pria tersebut.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Jangan katakan pada Grey jika gambar ini yang ku tampilkan, aku mencurinya dari ponsel miliknya. Ia bisa memarahiku! 🥲
Kini sudah paham setampan apa pria itu bukan? Bahkan pernah ku mendengar jika ia mendapat gelar Worldwide Handsome lantaran tampannya wajah yang di milikinya.
Bukan hanya tampan, tapi pria itu juga bergelimbang harta. Kaya raya dan tampan, bukankah perpaduan yang sangat menggiurkan? Good looking dan good rekening kata anak jaman sekarang, kenikmatan mana lagi yang kau dustakan? Begitu manis seperti lelehan coklat di musim panas.
Ini menarik. Terkadang, di gelapnya malam dan dinginnya udara, fikirkanku menari-nari memikirkan yang tak seharusnya ku fikirkan. "Apa orang kaya pernah mengalami kesusahan?" Atau, "bagaimana nasib orang-orang bervisual indah dalam hidup ini? Apa keindahan raga mereka itu menguntungkan bagi mereka?"
Semua pertanyaan bodoh yang menggerogoti jiwa penasaranku bertahun-tahun itu terjawab sedikit demi sedikit ketika ku mengenal seorang pria bernama Grey De Leon.
Grey De Leon, pria yang terlahir di kota London, Inggris. Wajah tampannya di anugrahi kedua orang tua yang berasal dari Asia dan Eropa. Ibu, seorang gadis cantik yang di lahirkan dan di besarkan di Negara Filipina, tepatnya kota Manila. Sedangkan sang ayah pria asli dari Inggris, London. Asia dan Eropa adalah benua yang besar di dunia, dan dua benua itu tercampur sempurna dalam darah pria bernama Grey De Leon.
Keluarga Grey bukanlah keluarga toxic, penuh cinta dan kasih sayang. Sungguh besar rasa iriku pada pria ini. Keluarga kaya, visual yang memabukkan, keluarga baik-baik pula. Grey ... Grey... Beruntungnya dirimu.
Ayah yang berprofesi sebagai pengusaha kerap kali harus melakukan pekerjaan di luar negeri dengan rentang waktu yang sering dan membutuhkan waktu yang cukup lama terkadang. Sedangkan sang ibu yang notabenenya seorang dokter di Manila juga tak mungkin harus selalu ikut dengan sang suami, tanggungjawabnya begitu besar di rumah sakit ternama di kota Manila.
Jika sudah menjadi sepasang suami istri, perdebatan tentu tak bisa di elakkan. Sewaktu masa pacaran saja pasti ada pergesekkan pendapat, apalagi ketika sudah menikah. Permasalahan yang paling menganggu di keluarga kecil ini adalah jarak. Sang ayah yang tak bisa berjauhan dengan istri cantiknya, tapi sang istri yang tak bisa meninggalkan pekerjaannya.
The power of orang dalam, mungkin kalimat itu pas menggambarkan kisah pekerjaan sang ibu.
Pengusaha terkenal di benua Eropa dan Asia, kini usahanya merambat di benua Amerika. Mendapat seorang kenalan yang tak lain dan tak bukan adalah direktur utama salah satu rumah sakit ternama di New York membuat sang ayan dengan mudah memindahkan sang istri ke New York dengan gaji yang jauh lebih menggiurkan.