CHAPTER VII

155 29 115
                                        

"Ji, apa sudah baca jadwal yang ku kirimkan untuk bulan ini?" Suara pria tampan bak dewa itu mengalun dengan indah, memasuki rongga telinga sang dewi yang tengah berjalan dengan tegap dan elegan di samping sang sumber suara

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Ji, apa sudah baca jadwal yang ku kirimkan untuk bulan ini?" Suara pria tampan bak dewa itu mengalun dengan indah, memasuki rongga telinga sang dewi yang tengah berjalan dengan tegap dan elegan di samping sang sumber suara.

"Sudah, trimakasih untuk kerja kerasnya Park." Ujar sang dewi.

Tak ada jawaban yang di terima kembali oleh Jiwoo, kedua manusia itu asik mengayuhkan kaki jenjang mereka masing-masing guna menuju sebuah tempat yang di tunjuk untuk menjadi lokasi pemotretan pagi ini.

Tak seperti biasanya, Jiwoo yang nakal kini menjadi seorang model papan yang professional. Tatapan tajam dan postur badan tegap menghiasi setiap langkah wanita itu.

"Selamat pagi Janne." Sapa salah seorang staff disana ketika wanita itu telah memasuki kawasan pemotretan, di susul oleh sang manager dan ada 2 orang bodyguard yang berjalan di belakang keduanya.

"Ruang ganti sebelah sini, mari ikuti saya nona." Staff itu bersuara kembali, memberi arahan pada gadis cantik itu untuk mengikuti kemana ia bergerak.

Tentu hal itu di sambut baik oleh Janne, ia mengikuti staff itu tanpa paksaan. Lagipula ia memang harus segera memasuki area ruang ganti karena 1 jam lagi pemotretan akan berlangsung.

"Janne, ada beberapa kostum yang akan kau kenakan hari ini dengan tema yang berbeda-beda, jadi mungkin pemotretan ini agak sedikit menguras waktu. Pastikan tubuhmu baik-baik saja dan kondisi perutmu sudah terisi dengan makanan yang seharusnya." Suara Jimin menggema di seluruh ruangan, memberi informasi yang harusnya Janne laksanakan, tapi itu hanya angan ketika jawaban tak terduga dari Janne keluar dari bibir seksinya.

"Tak ada sarapan hari ini Jimin Park, alihkan semua makananku di jam makan siang. Tolong hitung semua kalori dari makanan itu, aku hanya butuh 500 kalori di jam makan siangku."

"Mau mencoba bertengkar denganku lagi?" Suara Jimin menggema.

"Apa maksudmu?" Pertanyaan Jimin di sambut dengan ketidakpahaman wanita cantik itu.

"Kau lakukan ini untuk turun 2 kg di pemotretan Vogue?" Ujar Jimin. "Aku sudah siapkan makan siangmu dan semuanya berjumlah 1600 kalori, tidak ada penolakan Miss Ahn karena hari ini jadwalmu padat, makan di bawah 1000 kalori dalam sehari bukanlah kewajaran." Suara pria itu kembali terdengar, membuat beberapa staff yang bertugas untuk menyiapkan pakaian, make up, dan beberapa kebutuhan lainnya mendengar perdebatan kecil kedua manusia itu.

"Jimin Park, ku mohon mengertilah!" Bentak Jiwoo dengan kesal.

"Ahn Jiwoo, ku mohon mengertilah! Apa model harus kurus?! Bukan kurus yang di butuhkan model Ji, tapi langsing! Apa kau fikir langsing di dapat dari mengurangi makan hingga tak masuk akal?! Langsing di dapat dari cara hidupmu yang sehat Ji!" Setiap kata Jimin tekankan di setiap akhir pengucapan, agar apa yang ia katakan ia harap bisa masuk di otak perempuan itu.

Hot Woman🔞 [On Going]Stories to obsess over. Discover now