"Lu mau ikut gue jalan ke taman nggak?"
Uhukk uhukk uhukk
Rosè tersedak cake yang baru separuh jalan masuk ke kerongkongannya, bagaimana tidak sedari tadi Lisa tampak sangat menikmati apa yang dia makan bahkan Rosè mengira Lisa lupa pada kehadirannya
Rosè menarik nafasnya dan meraih gelas jus Lisa tanpa permisi lalu meminum isinya begitu saja, Lisa membeku ditempat. Selain Seulgi tak ada yang berbagi minuman dengannya atau apapun itu
"Mian, mian. Gue pesenin lagi deh ya?"
Rosè merasa tak enak pada Lisa yang hanya menatapnya lekat, Lisa menggeleng
"Serius lu ngajak gue jalan?"
Lisa mengangguk dan segera berdiri, Rosè tak mau ketinggalan dan dia buru-buru mengikuti Lisa yang sudah lebih dulu berjalan mendahuluinya
**
Rosè POV
Lisa benar-benar mengajakku ke taman, yeah aku memanggil namanya bukan hanya si Nerd. Kenapa? Karena aku menganggap alasan sebenarnya dia tak mau menjalin pertemanan adalah statusnya yang sebatang kara, mungkin dia takut jika diejek atau apalah itu
Aku berjalan disampingnya hanya menunduk menatap sepatuku, memang sedikit berjarak tapi aku bisa mencium aroma parfumnya yang membuat ku merasa nyaman disampingnya. Bukan jenis parfum yang menyengat
"Gue nggak pernah mau punya temen karena gue sering jadi orang yang ditinggalin, opa gue , Daddy , Mommy dan mungkin bentar lagi pacar gue. Mungkin gue bisa bertahan sama kesepian tapi gue nggak sanggup buat hadapin kehilangan, lu tau? Setiap gue sayang sama orang gue selalu jadi pihak yang ditinggalin. Mereka nggak tau gimana gue mati-matian nyoba buat keliatan baik-baik aja tanpa mereka, jadi gue pikir mending gue nggak usah deket sama siapapun kecuali pacar gue. Tapi sayangnya ... pacar gue justru ngelakuin hal yang sama sekali nggak pernah gue pikir bisa dia lakuin"
"Gue nggak tau kenapa gue cerita ini sama lu, tapi pertanyaan dan penjelasan lu dikelas tadi bikin gue kaget. Nggak ada yang bisa ngerti kapan gue marah, kapan gue seneng tapi lu? Orang asing justru bisa nebak gimana suasana hati gue"
Aku berhenti melangkah saat dia juga berhenti, dia diam beberapa saat aku mendongakkan kepalaku. Tatapannya lurus dan aku mengalihkan mataku kesana, sial! Meskipun bermasker aku tau jika dia Seulgi mata monolidnya dan rambut hitam berponinya itu berteriak mengatakan bahwa dia Seulgi
Aku kaget melihat tangannya terkepal kuat, dia sudah melangkahkan satu kakinya tapi aku menahannya. Oh sial! Kenapa aku harus menahannya?
"Lisa , inget pacar lu itu terkenal"
Sebenarnya aku tidak bermaksud memekik dengan suara keras tapi sayangnya si bodoh ini berusaha lepas dari cengkeramanku, aku melihat kedua orang oh atau aku harus mengatakan sepasang kekasih? Yah itulah. Mereka menoleh pada kami, aku melihat Seulgi membulatkan matanya kaget dan langsung menepis tangan namja yang sejak tadi menggandengnya
"Lu bener, kajja"
Aku terseret saat Lisa berbalik dan menggandeng tanganku berjalan cepat, aku masih bisa melihat Seulgi yang tampaknya ingin mengejar kami tapi sayang pandanganku harus terputus saat kami berbelok ke tempat dimana mobil Lisa diparkir
Rosè POV end
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Say Yes (Chaelisa fullstory)
Cerita Pendekhmmm? Nerd girl? -Rosè ouu badgirl -Lisa __________________________________^,^ jika biasanya most wanted tak peduli dengan para Nerd berbeda dengan Rosè yang terus mencoba menebar pesonanya pada Lisa, gadis yang tak memiliki teman disekolah bahkan t...
