Dua bulan setelah menikah Lisa dan Rosè mengikuti program kehamilan, awalnya mereka berdebat siapa yang akan mengandung akhirnya Lisa mengalah karena Rosè merengek tiap hari. Lisa cukup berpuas diri dengan memberikan DNA nya untuk menunjang program kehamilan itu
Huekkkk hueekkkk
Lisa yang masih lelap kaget mendengar suara istrinya di kamar mandi, dengan secepat yang dia bisa Lisa melompat menghampiri istrinya. Dia mengusap pelan punggung Rosè dan mencuci mulut sang istri dengan segera, wajah Rosè pucat dan itu semakin membuat Lisa panik
"Sayang, nggak usah kuliah ya? Dirumah aja"
Lisa memapah Rosè pelan kembali keatas tempat tidur, Rosè berusaha mengecup bibir Lisa agar istrinya tidak terlalu khawatir
Cklek
Lala berlarian masuk kedalam kamar dan berusaha naik keatas tempat tidur , dia duduk disamping Lisa dengan mata bulat yang tampak bungung melihat Mommynya terbaring lemah
"Mommy are you ok?"
Ah ya,
Lala terbiasa bicara inggris-Korea. Itu karena Rosè suka mengajari putrinya bahasa inggris selain bicara dengan bahasa Korea, bahkan aksen seksi milik Rosè menurun sempurna pada Lala
"Hmm? Give mommy morning kiss"
Lisa menyuruh Lala dengan lembut, gadis itu mengangguk dan langsung membungkuk menciumi wajah Rosè hingga Mommynya terkekeh geli
"Mama, Lala mau uyyu tapi di gelas. Kata Aunty Joy sebentar lagi Lala punya dongsaeng jadi malu kalo dibotol"
Mata Lala mengerjap lucu, dia menangkupkan tangannya didepan dada sambil mengucapkan 'please' dengan nada menggemaskan
"Ok, give me kiss"
Lisa memajukan wajahnya yang langsung diciumi oleh Lala, Lisa mengusap rambut Rosè dan mengecup keningnya sebelum pergi membuatkan permintaan putrinya
Rosè tersenyum melihat Lala yang berkali-kali menyentuh keningnya dan membandingkannya dengan keningnya sendiri, Lala tambak menarik selimut hingga batas perut Rosè dan menatap sang Mommy dengan serius
"Please Mommy jangan sakit, Lala takut"
Rosè mengusap lembut rambut lurus Lala
"Gwenchana, Mommy nggak sakit sayang. Mommy cuma capek"
Mendengarnya Lala meraih sebelah tangan Rosè dan memijatnya , bibirnya yang lucu sesekali mengerucut membuat pipinya yang gembul tampak berkali lipat menggemaskan
"No princess stop"
Rosè menahan tangan Lala dan menatap gadis kecil itu dengan binar bangga, Rosè yakin dia sangup membesarkan anaknya dengan baik apalagi Lala adalah anak yang cerdas dan memiliki empati yang tinggi
"Tapi mommy capek, biar Lala pijit"
Rosè menggelengkan kepalanya lagi
"Sayang, kalo princess punya dongsaeng apa Lala juga sayang sama dongsaeng Lala?"
Gadis itu menyentuh perut Rosè dan menatapnya penasaran, dia mengangguk setelah mengusap-usap perut Rosè yang tertutup selimut
Cklek
"Princess, lagi apa sayang?"
Lala menoleh memperhatikan Lisa yang membawa dua gelas susu dan beberapa sandwich disamping apel yang telah dipotong
"Mama, apa dulu Lala juga bobo diperut Mommy?"
Gerakan Lisa terhenti, dia menatap Lala yang menatap tepat kematanya. Lisa belum pernah membayangkan jika hari ini tiba, meski masih baru bisa bicara Lala kadang menanyakan sesuatu yang membuat Lisa kaget dan tak menyangka
KAMU SEDANG MEMBACA
Say Yes (Chaelisa fullstory)
Short Storyhmmm? Nerd girl? -Rosè ouu badgirl -Lisa __________________________________^,^ jika biasanya most wanted tak peduli dengan para Nerd berbeda dengan Rosè yang terus mencoba menebar pesonanya pada Lisa, gadis yang tak memiliki teman disekolah bahkan t...
