"Udah berapa kali gue bilang, gue gak tertarik pacaran sama siapapun even orang itu bayar biaya kuliah gue sampe sarjana."
"Apa sih yang bikin lo nolak gue? Hampir seluruh mahasiswa di kampus ini setuju kalo kita pacaran," tegas seorang perempuan yang berkulit putih bersih dan rambut hitam panjang bergelombang dengan jepit rambut berwarna merah di sisi kanannya.
"Karena lo jelek, puas?" balas lelaki tinggi itu lalu meninggalkan perempuan yang memaksanya untuk menjalin hubungan serius sendirian.
Tidak ada yang menyangka Sunghoon akan dikenal banyak orang saat masuk ke perguruan tinggi. Seharusnya menyenangkan, tetapi sekarang Sunghoon ingin merubah penampilannya agar tidak ada yang mengejarnya lagi, terutama perempuan yang bernama Kim Chaehyun.
"Sunghoon tunggu! Sung—"
Sunghoon tidak mengindahkan seruan perempuan itu. Ia pun berjalan beberapa langkah menghampiri kedua saudaranya yang sedari tadi memperhatikan dirinya dan perempuan tadi berbincang.
"Gila! Lo denger gak tadi Sunghoon ngomong apaan? Savage!" seru Jake dengan tangan yang dikepal lalu sibuk meninju angin.
"Padahal Chaehyun gak jelek-jelek amat perasaan," timpal Jay lalu menyesap es kopi hitam yang baru saja ia beli.
"Mata lo rusak berarti," ujar Sunghoon sembarangan.
Di matanya, Chaehyun hanya seorang perempuan biasa yang selalu ia lihat di jalanan. Tidak ada yang spesial dari perempuan itu selain mulutnya yang tak pernah berhenti berbicara. Bukankah wajar tidak tertarik dengan seseorang yang memang bukan tipenya? Lagi pula ia ingin fokus belajar saja dan mendapatkan pekerjaan.
"Park Sunghoon!"
Mendengar ada yang memanggilnya, Sunghoon pun menoleh ke sumber suara. Tak hanya Sunghoon, Jay dan Jake juga ikut menoleh. Seorang lelaki dengan kemeja flanel nuansa hijau gelap berdiri tak jauh darinya.
Sunghoon beranjak dari duduknya dan menghampiri lelaki yang memanggilnya tadi. "Apa?" ujarnya setelah berdiri berhadapan dengan Taehun, lelaki yang memanggilnya.
"Lo kenapa sih gak bisa baik sekali aja sama Chaehyun? Emang dia ada salah apa sama lo?" tanya Taehun bertubi-tubi dengan raut wajah yang serius.
"Banyak. Salah dia banyak banget ke gue," jawab Sunghoon tanpa merasa bersalah sama sekali. "Mau gue sebutin satu-satu? Oke."
Lelaki itu mengangkat jarinya. "Satu, dia udah bikin hidup gue gak tenang. Dua, dia sering nyebar gossip aneh tentang gue sama dia padahal gue gak pernah sekalipun deket sama dia. Tiga, dia selalu seenaknya. Kayak sekarang, dia pasti nyuruh lo buat labrak gue, 'kan?" Sunghoon memandangi Taehun dengan tatapan remeh.
"Dibayar berapa sih lo sama itu cewek sampe lo—"
"Sunghoon!"
Seketika suasana di taman dekat perpustakaan menjadi tegang setelah Taehun melayangkan satu pukulan tepat di wajah Sunghoon. Lelaki itu lantas tersungkur dengan tangan yang memegang bagian wajahnya yang kesakitan.
Saat itu juga Jay dan Jake berhenti memandangi dari jauh dan menolong saudaranya. "Santai, dong, santai. Gak gini mainnya, lo udah bukan anak SMA lagi," ujar Jay sambil menghalangi Taehun agar lelaki itu tidak bisa meraih Sunghoon, khawatir Taehun kembali menyerangnya.
"Gue dari dulu pengen banget ngabisin lo, tapi Chaehyun larang. Sekarang dia gak larang gue lagi, jadi gue manfaatin kesempatan gue," ujar Taehun.
KAMU SEDANG MEMBACA
PONZONA
FanfictionDan mereka hidup bahagia selama-lamanya. Nope. Salah besar. Kedatangan perempuan itu di hadapan Jake bersaudara membuat kebahagiaan itu sirna seketika. Tidak ada yang pernah menyangka kalau perempuan itu ternyata bagian dari perkumpulan Sojung dan S...
