3

87 13 1
                                        

"Argh! Dasar pengganggu." Perempuan itu menghentakan kakinya ke aspal. Semua rencana yang sudah ia lakukan gagal total. Pasti ia akan diejek habis-habisan oleh rekan kerjanya nanti.

Andai saja tunangan tetangga depan rumahnya tidak datang, pasti sekarang anak dari Sohee sudah berada di tangannya dan ia bisa segera mendapatkan banyak uang.

Dengan kasar ia membuka ponselnya dan menghubungi orang yang ia perintahkan untuk datang ke tempatnya. "Batal. Kalian kembali saja ke markas," perintahnya sambil memijat pelipisnya. Setelah membatalkan aksinya, ia menelepon seseorang lagi. Seorang perempuan yang berumur setahun lebih tua darinya.

"Aku gagal." Setelah Winter mengatakan itu, suara tawa yang nyaring terdengar di indra pendengarannya. "Jangan ketawa!" gerutunya.

"Apa kubilang. Tidak mungkin pemula sepertimu bisa menyelesaikan misi ini dengan sangat mudah. Sudahlah, aku masih harus meracik. Bye."

Telepon dimatikan sepihak. Rasanya menyebalkan sekali. Winter ingin membanting semua benda yang ia lihat selain ponselnya, kalau ponselnya rusak ia tidak akan bisa bekerja. Akhirnya ia masuk ke dalam rumahnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.

Ia menjambak rambutnya kasar berharap rasa frustrasi itu lenyap. "Kamu bodoh sekali, Winter."

Tanpa dijelaskan kalian bisa tahu apa yang sedang ia lakukan selama 2 hari ini. Winter adalah pekerja baru di perusahaan gelap milik Sohee. Kalau kalian berpikir usaha Sohee sudah sepenuhnya dihentikan, kalian salah besar. Masih banyak pekerja lain yang masih bebas berkeliaran mencari mangsa baru di seluruh penjuru Korea. Bahkan di luar Korea.

Untuk saat ini seluruh kuasa diberikan kepada Dosie, sang peracik racun yang digunakan untuk melumpuhkan target mereka. Wanita itu bisa merencanakan apa saja sesukanya asal membawa keuntungan untuk usaha mereka.

Akhirnya wanita itu merekrut satu temannya yang saat itu sedang terjerat masalah keuangan, Kim Minjeong. Awalnya perempuan itu hanya bercerita kalau dirinya sedang sangat butuh pekerjaan agar ia bisa membayar pengobatan ibunya yang sakit.

Karena merasa iba, Dosie menyarankan Minjeong untuk bekerja dengannya. Ia pikir perempuan itu akan menolak mengingat pekerjaan ini bukanlah pekerjaan yang baik. Tapi tak disangka perempuan itu menerimanya tanpa ragu.

"Demi ibuku, aku akan melakukan apapun. Cepat beri tahu apa yang harus aku lakukan."

Dan sekarang di sinilah Minjeong—atau lebih tepatnya Winter berada. Di kota Iksan, tempat targetnya tinggal. Entah sampai kapan ia tinggal di sini, yang pasti sampai ia bisa mendapatkan targetnya dan membawa mereka ke markas dengan keadaan tidak sadarkan diri.

Winter. Nama yang cantik, bukan? Itu nama yang diberikan oleh Dosie untuk penyamarannya. Katanya nama itu terdengar cocok untuknya karena dirinya memiliki perawakan yang dingin bagaikan musim dingin. Saat pertama kali mendengarnya ia juga menyukainya, sangat keren dan berkelas.

"Bertahanlah, Bu. Aku akan mendapatkan banyak uang sebentar lagi, aku juga bisa berkuliah seperti yang ibu mau," gumam perempuan itu.

Winter hanyalah gadis remaja yang polos, namun karena tekanan yang ia dapat dan banyaknya cobaan yang ia lalui, terpaksa ia harus melakukan hal yang tercela. Satu-satunya hal yang ia inginkan adalah uang. Hanya uang. Selain itu tidaklah penting baginya.

Pikirnya, ia bisa melakukan apapun jika ia memiliki banyak uang. Ia bisa tinggal di tempat yang layak, ia bisa membayar pengobatan ibunya, ia juga bisa melanjutkan pendidikannya seperti kebanyakan orang di luar sana. Sangat menyenangkan bukan kalau kita memiliki uang?

Saat mengetahui kalau targetnya adalah anak dari bos besar perusahaan mereka, Winter sedikit terkejut. Lebih terkejut lagi ketika tahu umur anaknya sama dengannya. Sebelum bekerja, ia diceritakan tentang seluk beluk keluarga bos besarnya. Tidak hanya seluk beluk keluarga Sohee, ia juga diceritakan tentang keluarga Sojung, partner kerja Sohee. Ia tahu kalau 2 dari anak Sojung sudah meninggal dan 5 lainnya menjadi anaknya mantan suami Sohee.

PONZONATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang