Sarapan pagi di rumah keluarga Bae lengkap seperti biasanya.
" Tidak ke kantor ? "
" Tidak, eomma. Aku bekerja dari rumah saja. "
" Kau sakit ? "
" Aniyo, appa. "
Semuanya terjadi dengan normal, tidak ada perbincangan apapun, sampai ponsel Irene berbunyi.
" Yeoboseyo ? "
" Aku sebentar lagi sampai. "
" Hm, aku sedang sarapan. "
" Tidak apa, aku akan menunggu. "
" Okay. "
Irene mengakhiri panggilan itu dan menyelesaikan sarapannya segera.
Beberapa menit kemudian, asisten rumah tangga keluarga Bae menghampiri Irene.
" Ms Bae, mobilnya sudah datang. "
" Oh, okay. "
" Loh ? Katanya work from home ? "
" Aku pergi sebentar, appa. Bye. "
" Joohyun..."
Irene langsung pergi tanpa merespon orang tuanya.
" Anakmu gimana ? "
" Anakmu juga, kan ? "
" Aish, pergi sama siapa dia ? "
" Sudah lah, Tae. Biarkan saja, mungkin itu temannya. "
Somewhere
Wendy dan Irene pergi ke sebuah pedesaan untuk menikmati teh, meskipun sebenarnya mereka mencari suasana yang tenang untuk bercerita.
" Jadi bagaimana ceritamu ? "
" Pagi ini seperti biasa, formalitas chat selamat pagi. Aku bahkan tidak bisa mengajaknya pergi makan siang, dia bilang akan lembur dan tidak sempat untuk keluar kantor. "
" Mengapa kau tidak datang ke kantornya ? Kalian bisa makan di kantor, kan ? "
" Kau benar, tapi aku rasa dia akan mengabaikan ku seperti beberapa hari lalu. "
" . . . . "
" Kau kenapa tidak ke kantor ? Seulgi tidak datang ? "
" Aku sudah bilang padanya tidak usah datang. Aku sedang jenuh di kantor. "
" Tumben, biasanya kau sangat rajin datang ke kantor. "
" Aku sesekali ingin menjadi sepertimu yang bebas kapanpun ke kantor. "
" Aku sesekali ingin jadi sepertimu yang bisa memiliki semangat untuk datang ke kantor setiap hari. "
Setiap kali mereka menghabiskan waktu bersama, mereka sering bertukar pikiran untuk memperbaiki hubungan mereka masing-masing.
" Aku tidak tahu mengapa aku bisa tahan dengan Jennie. "
" Kau benar-benar mencintainya, Seungwan. "
" Tidak seperti itu juga, aku hanya khawatir jika aku mengakhiri semua ini, akan ada hal buruk terjadi padanya. "
" Apa dia masih mengancammu seperti itu ? "
" Terkadang, lebih tepatnya saat kami berdebat hebat dan aku katakan kalau aku lelah. "
" . . . ."
" Aku kira kalian sudah cukup dekat, mengapa kau pertanyakan hal itu ? "
" Aku memang dekat dengan Jennie, tapi aku tidak tahu menahu soal hal itu. Dia tidak mungkin menceritakan tentang hal itu. Lagipula kami dekat saat kuliah, kan. Hanya sebatas junior dan senior. "
KAMU SEDANG MEMBACA
After All
Fiksi PenggemarMemiliki kerumitan dalam hubungan percintaan dengan pasangan masing-masing, membuat Irene dan Wendy sering terlihat bersama untuk bertukar pikiran. Banyak yang berpikir bahwa keduanya juga memiliki hubungan spesial, namun dengan cepat keduanya memba...
