Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Oke, sekarang gua mau ngomongin soal kita dengan serius." ucap Bintang dengan wajah yang memang benar-benar terpasang serius, Starla terkekeh meledek.
"Muka lo jelek banget dipake buat serius," ceplosnya membuat Bintang memejamkan mata mencoba tahan dulu, Starla lihatnya tersenyum puas karena Bintang memang sedang menahan emosinya.
Bintang membuka matanya lagi sambil membenarkan posisi duduknya jadi menghadap sepenuhnya ke Starla, keduanya berada di sofa ruang tengah sesuai yang diucap Bunda kalau harus menunggu sampai masakan untuk makan siang mereka matang.
"Sumpah, beneran, gua lagi nggak pengen becanda." kata Bintang menatap Starla tepat pada matanya, Starla meneguk ludahnya seketika merasa takut.
'Kok rasanya gue kek mau di marahin gara-gara bolos Pramuka ya?' kata Starla membatin.
"Oke," kata Starla merespon ikut menyerongkan duduknya ke depan Bintang.
"Gua punya alasan kenapa gua ngajakin lo pacaran pake paksaan," kata Bintang membuat Starla diam, Starla jadi ingat suatu hal yang seperti memang harus juga dia kasih tau ke Bintang.
"Gue juga punya alasan kenapa gue nggak berontak banyak lo jadiin gue pacar lo," kata Starla lalu menghela nafasnya, rasa bersalah tiba-tiba timbul dalam hatinya. Starla resah, semoga saja nanti Bintang nggak akan marah.
"Oke, nanti lo kasih tau setelah gua duluan yang ngomong." ucap Bintang yang dibalas anggukan Starla, "Ayah gua mau jodohin gua, drama sih, tapi ini beneran. Satu-satunya syarat biar perjodohannya batal, gua harus punya pacar." katanya membuat Starla mengangguk paham, bisa dimengerti lah.
"Terus?"
"Alasannya memang itu, tapi gua juga nggak mau cuma pacaran pura-pura. Gua mau kita pacaran yang benar-benar pacaran, boleh saling cemburu, boleh saling ngatur, boleh saling mikirin satu sama lain, boleh juga saling kangen, soal rasa bisa di biar tumbuh sendiri aja. Untuk yang ini gua nggak maksa, gua ikut mau lo, kalau lo nggak suka sama pendapat gua, lo bisa ubah rencana gua biar kita cuma pacaran depan keluarga gua doang." kata Bintang panjang, sorot matanya benar-benar serius membuat Starla jadi ikutan menanggapinya dengan serius.
"Kalau pacaran pura-pura, nanti kalau salah satu dari kita pakai rasa gimana? Atau bisa aja dua-duanya, terus bakalan gengsi banget buat ngasih tau sama lain dan ujung-ujungnya pilihan toxic kita putusan berakhir mengenaskan." kata Starla bertanya.
"Makanya, gua bilang kita pacarannya beneran, nggak usah pura-pura. Gua udah mikirin ini mateng-mateng sejak gua ngajakin lo pacaran waktu itu di belakang kantin, gua nggak mau dapet resiko yang bikin kita saling nyakitin satu sama lain. Gua mau hubungan gua sama lo itu sedikit serius, kalau suatu saat lo udah nyaman atau sayang sama gua kan nggak bakal canggung buat bilang karena kita nggak pacaran pura-pura." jawab Bintang membuat Starla mengangguk pelan, Bintang menaikan sebelah alisnya. "Jadi?"