#11. Bintang Marah

172 37 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




"Tempat biasa gua beli stoknya datang besok jir, mana pasti banyak yang beli, bakal susah kalau kita pesen hari ini."

"Persediaan lo abis emangnya?"

"Ada sih, tapi gua butuh tambahan, biasa gua make bareng sama anak-anak yang lain kan lu juga tau."

"Gua ada, tapi kalau bagi dua kayaknya bakal langsung abis. Kalau mau kita make dikit-dikit."

"Nggak ngefly anjir, apaan dikit-dikit!"

"Terus mau beli kemana? Nyari yang jual heroin kan nggak segampang nyari warkop."

Starla berhenti berkaca, cewek itu keluar dari toilet secepat kilat lalu menemukan dua cowok yang sedang ngobrol di depan toilet laki-laki sembunyi-sembunyi. Kedua cowok itu melotot kaget dengan kehadiran Starla, beda lagi sama Starla yang sumringah.

"Hayu luh, ketauan make heroin, hayu luuuuh!" ejek Starla membuat salah satu cowok itu menarik cepat Starla dan membekap mulutnya sambil menyeret Starla ke belakang gedung kelas sepuluh.

Starla tertawa di sela mulutnya yang dibekap, padahal niatnya baik mau ngasih tau kalau mau beli heroin ke dia aja. Ingat kan si Rian pernah dengan suka rela memberikan banyak-banyak heroin untuknya? Sayang juga kalau nggak dijual, tanpa modal lagi.

"Sinting nih cewek," ketus salah satu cowok itu yang hanya mengintil karena sebal melihat Starla sesantai itu tertawa.

Sampai di belakang gedung, Starla di dorong ke tembok sehingga lengannya terbentur agak keras. Tawa cewek itu hilang tergantikan dengan ringisannya karena terkejut dan juga merasa sakit pada tulang lengannya.

"Lo denger apa aja tadi?" tanya cowok yang mendorongnya ke tembok barusan, Starla mengangkat wajah dan untungnya mengenali kedua orang ini yang memang satu angkatan dengannya. Kalau nggak salah, yang nyeret dan dorong Starla itu namanya Gusti, sementara yang hanya mengikuti namanya Jerome.

"Gue denger semuanya," jawab Starla santai, cewek itu menegakkan tubuhnya mencoba menahan sakit lengannya yang lama-lama menjadi linu, karena memang sesakit itu saat terbentur. "Tapi jangan dulu marah-marah coy, gue mau kasih tau aja kalau gue ada jual heroin." lanjutnya sebelum kedua cowok di depannya ini bicara yang macam-macam atau mengancam.

Jelas, kedua mata cowok itu terbelakak.

"Gila lo, ini heroin, bukan barang main-main yang bisa dijual asal. Mana ada lo bisa jual seenak jidat begitu." ucap Jerome membuat Starle mendelik malas.

"Seriusan anjrit, stoknya masih banyak, lo berdua butuh berapa?" kata Starla tak banyak basa-basi.

"Gue nggak percaya," kata Jerome lagi sinis, Gusti tak ada bicara lagi namun tetap menatap tajam Starla.

Starla tertawa sarkas, "Gue bawa besok ke sekolah, kalau mau sekalian transaksi chat gue, ntar gue siapin." katanya dengan senyum tengilnya.

Jerome dan Gusti saling melirik lalu menatap Starla dengan tatapan tak percaya mereka, Starla menghela nafas.

Bintang: The Patrick CoupleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang