Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kak Ajun!" teriak seseorang membuat Ajun menoleh, cowok itu melihat sosok Starla berlarian kecil menghampirinya.
"Apa? Si Bintang?" tanya Ajun ketika Starla sampai, cewek itu mengangguk sambil mengatur nafasnya yang terengah. "Nggak tau gua, ini aja baru jalan ke kelas." katanya membuat Starla menggeleng sekarang, Ajun mengernyit bingung.
"Gue nggak nyariin si monyet, ya!" omel Starla langsung ngegas, Ajun tersentak kaget karena ini pertama kalinya dia berinteraksi dengan ceweknya si Bintang.
"Temen lo tuh, dikroyok anak STM di belakang sekolah! Ck, sok jagoan emang." ucap Starla dengan selipan umpatan untuk Bintang.
Ajun melotot, "Serius lo? Anjrit masih pagi udah betingkah aja si monyet!" umpat cowok itu lalu melangkah cepat keluar sekolah dengan Starla yang mengikutinya dari belakang.
Dengan langkah terburu-buru, Ajun menyempatkan membuka hapenya untuk mengabari Nandar dan Ari. Setelah selesai langsung mempercepat langkahnya yang lama-lama jadi berlari kencang, Starla sampai ketinggalan jauh di belakang.
Sampai melewati gerbang, Ajun berbelok memutari sekolah untuk sampai ke belakang. Agak kesal karena ini sekolah gede banget jadi muterinnya bikin emosi karena nguras tenaga banget.
Sampai di belakang sekolah---tepatnya di warung biasa Ajun dan ketiga temannya nongkrong pulang sekolah, Ajun lihat Bintang sudah terkapar lemah bersandar di meja warung dengan Mbak Ratna yang membantunya meminum teh hangat. Ajun makin mempercepat menghampiri cowok itu.
"Eh, Mbak Ratna, biar sama Ajun aja si Petrik." kata Ajun berjongkok disisi lain badan Bintang dan mengambil alih gelas teh ditangan Mbak Ratna, sengaja memanggil Petrik soalnya itu nama kesayangan si Starla kalau manggil Bintang---sampai udah booming nyampe ke Mbak Ratna.
"Oh iya, Jun, hati-hati itu bantuin minumnya. Biar Mbak siapin air anget ya buat kompres luka-luka mukanya." ucap Mbak Ratna langsung berlarian masuk ke dalam warung, sementara Ajun cuma nurut aja bantuin Bintang minum teh angetnya.
"Elu kenapaaaa lagi anying? Ha?! Kenapa bisa dikroyok?!" omel Ajun sambil menyimpan teh ke meja, cowok itu memandangi Bintang dengan tatapan kesalnya.
Bintang berdecak, "Berisik lu." katanya membuat Ajun menatapnya tak percaya.
"He, monyet! Bersyukur ya gua datang, walau nggak tepat waktu tapi harusnya lo berterima kasih! Coba kalau si Starla nggak bilang sama gua, wah nggak tau nasib lu kek gimana. Teh anget Mbak Ratna nggak cukup ya buat nolongin lo!" omel Ajun, baru Bintang mau balas omelannya tapi Ajun melanjutkan omongannya. "Lagian ngapain sok-sokan berantem, udah tau lo nggak bisa berantem! Udahlah lu hafalin dasa darma aja nggak usah maen-maen baku hantam, bukannya keliatan keren malah kek jamet lu sekarang!" katanya terdengar marah besar.