Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini tuh entah memang ujian buat kesabaran Bintang atau gimana, tiga hari setelah Sofia mengadu Starla penjual heroin, ada beberapa temannya yang lain ikut melapor juga pada Bintang. Bukan Zellica sih, cewek itu justru tetap pada pendiriannya tak akan buka mulut sesuai janjinya pada Starla dan malah menyuruh Bintang cari tahu sendiri atau bertanya langsung pada Starla saja.
Sebelum Bintang benar-benar pulang malam itu, Zellica ada bilang begini, "Ini soal serius, Bintang. Apa yang dijalanin Starla sekarang memang sulit, walau menurut orang-orang yang pikirannya semacam kita itu tuh nggak waras dan sangat buruk. Gue bisa aja bilang semuanya sama lo sekarang, tapi menurut gue sih mending lo denger langsung dari Starla. Kalau suatu saat lo udah tau tapi lo marah, jangan marahin Starla kayak barusan lo marahin gue. Starla tuh lebih lemah dari yang lo kira, respon dia tuh luar biasa bikin lo menyesal udah marah-marah. Tolong inget satu-satunya pesan gue yang satu ini."
Dan karena ucapan Zellica yang itu, untuk pertama kalinya Bintang dibuat nggak tidur semalaman. Pikirannya cuma penuh sama satu pertanyaan, maksud si Ratu tuh gimana sih?
Lalu keesokan harinya sampai tiga hari Bintang menjalani hari, kurang lebih ada kali 7 orang yang kirim chat dengan foto atau video tentang Starla. Ketika cewek itu dengan gagahnya di atas motor akan memulai balap, duduk di lingkaran orang-orang yang merokok, tampilan tomboynya yang berantakan, bahkan yang berantem juga ada.
Dan sialnya, muka Starla sangat jelas di sana. Benar-benar jelas.
"Cel," panggil Bintang sambil membuka pintu kamar milik saudari tirinya itu, yang di dalam menyahut singkat seolah membiarkan Bintang membuka lebih lebar pintu kamarnya. Bintang melihat Icel berbaring tengkurap di atas ranjangnya dengan laptop di hadapannya, "Gua masuk ya?" izinnya yang dibalas anggukan Icel.
Bintang masuk ke kamar Icel seraya menutup pintu kamarnya lagi, jaga-jaga kalau saja nanti ada Ayah atau Mama datang lalu mendengar pembicaraan Bintang dengan Icel.
Duduk di pinggiran ranjang Icel, Bintang kini jadi tahu saudarinya itu sedang menonton drama Korea dari laptopnya. Tadinya mau join, tapi mood Bintang benar-benar sedang turun hanya karena penuh memikirkan Starla.
Kini Bintang mengambil posisi, cowok itu mengubah posisi bantal jadi agak berdiri pada kepala ranjang lalu dirinya menyandar di sana. Tangannya iseng meraih boneka beruang milik Icel yang besarnya sama dengan badan adiknya yang satu lagi di rumah si Bunda alias si Bulan, Bintang juga menaikan kedua kakinya ke atas ranjang dan selonjoran dengan nyaman.
"Geseran sih," kata Bintang agak sewot sambil menepuk betis Icel, kebetulan cewek itu posisinya berlawanan arah dengannya.
Icel berdecak mendengar itu, sebal namun juga menurut tanpa banyak ngomel.
"Cel," ucap Bintang memulai obrolan.
"Hm?"
"Deketin Starla dong," kata Bintang dengan penuh harapan dalam hatinya, si Icel ini memang agak pemilih untuk berteman, makanya Bintang meminta cewek itu untuk dekat dengan Starla juga.