Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
Pesan dari Gilang benar-benar buat Bintang hampir saja hilang fokus saat turnamen, tapi untungnya Bintang selalu mengucapkan nama Nandar dalam hati agar dirinya tetap fokus. Selain mengingat Nandar temannya, disisi lain kalau mereka kalah dengan salah satu anggota pemain ada yang nggak fokus, Nandar kalau marah serem. Jadi coba pikirin nasibnya nanti kalau Bintang dimarahin Nandar, itu lebih bahaya dari mikirin masalah foto yang dikirim Gilang.
Kali ini jelas, wajah Starla benar-benar ada dalam layar. Pakaian yang agak tomboy, berdiri merapat dengan laki-laki tinggi yang pakaiannya nggak beda jauh kayak Starla. Mana ganteng lagi.
Pikiran tentang kata selingkuh yang Gilang kirim juga menghantui Bintang, kayak, apa benar Starla selingkuh? Atau malah Bintang yang selingkuhannya. Yang paling penting, ngapain Starla beli bakso mercon malam-malam? Kenapa nggak telepon Bintang saja dan meminta Bintang untuk belikan lalu membawanya ke rumah? Kenapa harus pergi keluar bersama laki-laki lain?
Nggak beda jauh sama Bintang, Nandar juga lagi pusing mikirin Ayana. Katanya Ayana tiba-tiba ngegas, tiba-tiba marah karena semalam Nandar menjanjikan akan datang ke rumah namun justru tak datang karena ketiduran di rumah Bintang. Padahal Bintang masih bangun sih dan bisa membangunkan Nandar, tapi mengingat besoknya final, jadi nggak dulu deh.
Tapi Nandar lebih terlihat sih galau dan frustasinya, hape dia kan Bintang sita. Habisnya, takut Nandar lebih salah fokus dibanding dirinya, karena Nandar lebih kacau dalam hal apapun.
Untuk merayakan kemenangan, Bintang membeli ayam mahal untuk mentraktir semua teman-temannya. Untuk anak-anak futsal hari esok dan untuk ketiga teman dekatnya hari ini. Makannya cukup di rumah saja, sekalian biar Icel juga ikutan makan.
"Cih, sok ngartis lu." dengus Icel sambil membanting kecil hapenya ke meja, menarik perhatian Bintang dan ketiga temannya.
"Apaan?" tanya Bintang kepo, mengesampingkan rasa kesalnya pada Starla dengan mencoba lupakan cewek itu untuk beberapa jam ke depan.
"Sheryl ngechat gue tiba-tiba anjrit, nanyain Nandar." kata Icel langsung ngegas, Nandar yang terpanggil namanya mengerutkan alis.
"Sadar diri, lu jelek." ejek Ari membuat Ajun mengumpat.
"Kenapa nanyain gua?" tanya Nandar membuat Icel mendelik.
"Suka lah bego, gitu aja masih nanya." jawab Icel agak ngegas, lalu giliran Nandar yang mendelik.
"Ngegas," ceplos Ari meledek Icel, yang diledek datar saja lanjut makan ayam hasil traktiran Bintang.
"Kalau nanyain lagi suruh langsung ngomong sama gua, ntar gua omongin baik-baik." kata Nandar berpesan pada Icel, ucapannya itu membuat ke-empat orang yang berkumpul di ruang tengah rumah Bintang ini mendelik emosi.