#15. Menaruh Curiga

128 35 2
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




"Dih, kok sekolah??!!!" sewot Starla menatap gak percaya Bintang yang baru saja turun dari motornya tersenyum lebar menyambutnya yang baru saja keluar dari rumah.

"Hari ini turnamen, Yang." jawab Bintang sambil memakaikan helm ke kepala Starla, "Kangen juga sama Ayang, hehe." lanjutnya yang langsung membuat Starla mencubit tangannya gemas. "Ck, sakit, Yang!"

"Jijik tau nggak omongan lo!" ketus Starla sambil melotot pada Bintang.

"Ya tapi jangan maen cubit, Yang! Cubit balik, mau?!" sewot Bintang setelah selesai memakaikan helm untuk Starla.

"Berani?!"

"Berani lah!"

"Ya udah, nih, nih, niiihhhh cubit!!"

Dengan gemas Bintang mencubit pipi Starla, nggak bikin sakit karena cubitannya pakai hati. Cia.

"Lucu banget siiihh, pacarnya Bintang." kata Bintang gemas membuat Starla mendengus lalu menepis tangan Bintang dari pipinya.

"Kurang ajar!" sewot Starla membuat Bintang tertawa.

"Elo yang nawarin diri buat di cubit, gimana sih." kata Bintang.

"Berisik lo, cepetan berangkat!"

Starla naik ke boncengan, duduk dengan siap berpegangan ke seragam Bintang. Tapi semakin lama ditunggu, Bintang tak melajukan motornya membuat heran Starla.

"Kenapa nggak jalan?" tanya Starla.

"Mau nanya dulu," jawab Bintang membuat Starla diam menunggu kalimat yang akan keluar dari mulut Bintang, "Semalem abis telepon sama gua langsung tidur kan?" katanya membuat Starla tersentak.

"Y-ya, iya, kenapa emangnya?" tanya balik Starla.

"Gua ngechat soalnya," jawab Bintang membuat Starla buru-buru mengambil hape di saku seragamnya.

"Ih, iya, sori gue nggak tau." kata Starla agak khawatir, ia takut jika Bintang tahu sebenarnya dirinya tak ada di rumah.

Bintang menghela nafas, "Beneran tidur?" tanyanya lagi.

"Ya, tidur lah. Emangnya lo pikir gue ngapain? Gadang? Kalau gadang juga gue bilang sama lo." jawab Starla dengan jantung yang berdebar.

"Syukur deh kalau tidur, gua takut lo keliaran malem-malem." kata Bintang sambil menyalakan motornya.

"Dih, ngapain?!" sewot Starla membuat Bintang tersenyum, cewek itu menipiskan bibirnya memaki dalam hati untuk dirinya sendiri karena hampir ketahuan siapa dirinya di depan Bintang.

Kalau Bintang sampai membahas hal seperti ini, berarti ada seseorang yang mengadu pada cowok itu tentang tingkahnya tiap malam. Starla berdecak, ia harus bertanya pada Nandar.

Karena satu-satunya orang yang bisa Starla pikirkan sekarang hanya Nandar.




Bintang
-

Bintang: The Patrick CoupleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang