#04. Starla Dibalik Layar

233 45 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




"Jam berapa nyet?" tanya Starla sambil menepuk lengan Devan, si cowok mengangkat tangan kirinya dan melihat jam dari arlojinya yang terpasang di sana.

"Setengah sepuluh," jawab Devan membuat Starla mengumpat dalam hatinya.

'Shit, gue telat minum.' ucap batinnya lalu beranjak dari duduknya membuat Devan mengikuti gerak Starla.

"Kemana lo?" tanya Devan sambil menahan lengan Starla, "Make ya lo nyet?" tuduhnya membuat Starla mendelik.

"Enggak lah, mau beli rokok, mulut gue asem nggak sebat seharian gara-gara temenin cowok gue di rumah Bundanya." jawab Starla yang jelas-jelas sedikit berbohong.

Devan mendecih, "Lo pemake anjing, gua udah berapa kali ciduk lo ngobat. Diem disini, nggak usah aneh-aneh lo." katanya membuat Starla melebarkan matanya.

Bagaimana bisa Starla tak menyadari kalau setiap dia meminum obatnya ada yang diam-diam memperhatikan?

"Gue sesek Van kalau nggak minum," ucap Starla sedikit merendahkan suaranya karena memang sedang terasa sedikit sesak di dadanya, Devan melihat itu berdecak.

"Lo goblok," maki Devan membuat Starla diam, "Nggak ada pergi ya lo, diem disini." ketusnya sambil menarik paksa Starla untuk kembali duduk.

"Oke, tapi gue harus pesenin seblak si Lily dulu ke Bu Zulfa." kata Starla hampir saja kembali beranjak kalau saja Devan tak menahannya.

"Biar gua aja, lo tunggu disini." ucap Devan lalu beranjak dari duduknya berteriak memangil teman mereka yang lainnya, "Yan, sini lu!"

Merasa tak diperhatikan, Starla cepat merogoh saku jeansnya mengeluarkan satu butir obat berwarna putih dari botol kecil yang dia bawa dari rumah. Lalu segera memasukkannya ke dalam mulut, dengan rasa pahit yang harus Starla tahan dia menelannya dengan terpaksa.

Ini demi sesaknya untuk segera hilang, Starla benar-benar tak bisa meninggalkan obat ini sampai kapanpun untuk bertahan kuat menjalani hidupnya.

Apalagi nanti malam dia turun untuk balapan, cuma ini cara satu-satunya buat Starla mendapatkan uang dan menghidupi dirinya bersama Lily.

Tepat sekali Starla selesai menelan obatnya, Devan pergi digantikan dengan Rian untuk menemaninya ditribun.

"Lo ngobat say?" tanya Rian, kebetulan anaknya emang sedikit cucok.

Starla tersenyum singkat, "Nggak usah bacot lo." katanya membuat Rian mengangguk santai.

"Santai aja sist, gue juga ngobat. Devan sama yang lain nggak tau, cepetan mumpung lagi sama gue doang kalau mau minum sekarang aja." kata Rian membuat Starla melebarkan matanya, sialan, harusnya dia nggak buru-buru tadi.

"Anjing lo, gue udah minum barusan diem-diem. Lain kali tiap jam sembilan lo harus bareng gue biar anak-anak nggak curiga pas gue mau minum." omel Starla membuat Rian tertawa, tapi tak lama Rian mengernyit heran baru menyadari ada yang salah dengan ucapan Starla.

Bintang: The Patrick CoupleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang