Tumben jam segini ada yang kerumah?
Yunho bertanya-tanya dengan tamu yang datang. Jika itu Hongjoong dia sudah pasti menghubungi terlebih dahulu. Namun, dia tidak mendapatkan notif pesan dari siapapun bahwa akan ada yang berkunjung hari ini.
Yunho kini duduk di kasurnya sambil memainkan hapenya.
Sedangkan Mingi masih menarik nafas untuk mengetuk pintu kamar Yunho.
Yap! Mingi sudah di depan pintu tapi masih belom memberanikan diri untuk masuk.
AAAAA kenapa sih ini jantung kek mau meledak? Ayo dong Song Mingi lo pasti bisa!
Mingi masih menarik dan membuang nafas, memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
Setelah dirasa keberaniannya sudah cukup terkumpul. Akhirnya Mingi mengetuk pintu kamar Yunho.
Tok tok tok
"Masuk!" sahut Yunho dari dalam kamar.
ceklek
Mingi perlahan membuka pintu dan melihat Yunho yang duduk ditempat tidurnya dengan memasang raut wajah kaget.
Mingi tersenyum canggung dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"H-hai?" sapa Mingi malu-malu.
"Mingi?!" Yunho sontak berdiri sampai menjatuhkan hapenya namun segera mengambilnya cepat.
Mingi melangkahkan kakinya masuk kemudian menutup pintu kamar Yunho. Mendekat ke arah Yunho dan memberikan bunga yang sudah dia beli sepulang sekolah tadi.
"M-makasih" Yunho mengambil bunga dari Mingi kemudian meletakkannya di meja kecil yang ada diruangan tersebut.
Kini mereka berdiri berhadapan dengan canggungnya.
"A-anu. Keadaan kamu gimana?" tanya Mingi memecahkan keheningan.
"Udah lumayan kok, sekarang udah ga pusing lagi. Btw duduk sini" jawab Yunho sambil menarik lembut tangan Mingi agar dia duduk.
Mereka duduk bersebelahan di tepi tempat tidur sedang ke empat mata yang canggung itu masih belom bertemu sedari tadi.
Cukup lama mereka terdiam sampai akhirnya Yunho membuka suara.
"Mingi" panggil Yunho yang langsung di toleh Mingi.
Akhirnya sepasang mata itu bertemu.
Mingi hanya menatap Yunho tanpa menjawab apapun.
"Aku minta maaf ga dateng ke acara ultah kamu kemarin" Yunho memulai kalimatnya dengan sebuah permintaan maaf.
Mingi mengangguk kecil dan tersenyum tipis.
"Boleh aku tau alasannya?" tanya Mingi dengan nada yang rendah.
Dia sudah tau semuanya, namun kali ini dia ingin berpura-pura tidak tau dan mendengar semua penjelasannya dari Yunho sendiri.
Bibir Yunho serasa sedikit kaku untuk menjawab. Namun dia tetap berusaha untuk mengutarakan semuanya dengan jujur.
"A-aku--" perkataan Yunho terjeda karna dia terlalu gugup. Yunho tertunduk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Yunho. Kamu ga boleh bohong sama aku. Plis bilang aja sejujurnya dan aku ga akan marah
KAMU SEDANG MEMBACA
Dalam Diam | YUNGI ATEEZ
FanfictionCerita Song Mingi, murid paling pintar yang menyukai seorang Jeong Yunho, murid paling populer di sekolahan. Tahun ini tahun ajaran baru. Setelah 2 tahun bersekolah, akhirnya Mingi bisa sekelas dengan Yunho. Bagaimanakah kisah mereka? Akankah Yunho...
