It's You

212 40 35
                                        

Semalaman Jiyong menemani laki-laki yang mengaku dirinya artis ini minum, juga tak segan-segan menginap di rumahnya. Jiyong tak habis pikir memangnya rumah ini tempat penginapan. Sampai matahari hampir menjulang tinggi di langit, Jiyong baru buka matanya. Kepalanya agak pening, mungkin kebanyakan minum soju semalam.

"Ughh ..."

Jiyong bangun sambil memijat keningnya ketika berusaha membuka matanya. Kelereng coklatnya menemukan sosok menggemaskan di depannya. Ya, Seungri sedang berjongkok di hadapannya dengan bertopang dagu. Matanya mengerjap berkali-kali dengan gurat senyum halus di bibirnya.

Oke, jantung Jiyong pagi ini terasa beda. Terasa ingin melompat keluar dari rongga dadanya saking kencang berdetak. Katakan ini wajar, tapi tidak. Ini tidak seperti biasanya. Wah, sepertinya dia harus periksa ke ahli jantung.

"Sudah bangun?" Suara merdu menyambut telinga Jiyong pagi ini.

"Hum ...," jawab Jiyong seadanya.

"Masih sakit kepalamu?"

"Sedikit. Sedang apa kau di sini?"

"Menunggumu bangun."

Jiyong mengerjapkan mata, berusaha memperjelas pandangannya. Masih sedikit buram karena baru bangun tidur. Seungri dengan cepat menarik tangan Jiyong untuk menyuruhnya bangun. Hal ini membuat Jiyong kaget dan hanya memperhatikan tangannya ditarik.

"Ayo, bangun Hyung."

"Yak, pelan-pelan! Mau apa sih?"

Seungri tidak jawab pertanyaan Jiyong. Memilih menariknya sampai meja makan dan menyuruh laki-laki yang sedikit lebih kurus dari Seungri ini duduk di kursi. Tangannya menaruh segelas susu dan juga roti panggang yang sudah dia buat.

"Diam dan makan saja ya!"

"Kau mau ke mana?" tanya Jiyong yang melihat Seungri malah meninggalkan dirinya.

Seungri menjawab sambil melipat selimut, "Membereskan selimut, kasur lipat dan bantal yang kita pakai semalam."

"Kita?" Jiyong nyaris tersedak susu yang diminumnya saat Seungri mengucapkan kata 'kita'.

"Iya, kita. Memangnya siapa lagi? Kau sendiri yang membawa kasur lipat untukku, tapi saat itu kau malah tidur di dekatku."

Jiyong mencibir, "Itu karena aku mabuk!"

Dengan rambut masih acak-acakan serta muka bantal, Jiyong minum susu pemberian Seungri lalu memakan roti panggangnya dengan santai. Matanya memperhatikan punggung Seungri yang sibuk membereskan selimut. Dua bola matanya tak sengaja melihat bokong Seungri yang sintal dengan posisinya yang menungging tepat mengarah padanya. Seketika roti membuat tenggorokannya susah menelan. Matanya nyaris tak berkedip.

"Pantatnya sekal sekali. Apa rasanya jika dipegang?" Jiyong membatin.

Di saat yang bersamaan juga, Seungri menoleh ke belakang mendapati Jiyong sedang memandanginya. Kepergok sedang memperhatikan bokong Seungri, Jiyong langsung buang muka dan salah tingkah jadinya.

"Wae Hyung? Ada yang salah denganku?" tanya Seungri memperhatikan dirinya sendiri.

"Hm? Ah, aniya. Hanya ingin tahu apa kau bisa membereskan semuanya sendiri," jawab Jiyong tergugup.

"Tenang Hyung, aku sudah terbiasa jika soal membereskan rumah. Saat jadi trainee aku harus membereskan semuanya sendiri.

Laki-laki itu masuk ke dalam kamar Jiyong untuk menaruh selimut juga kasur lipatnya. Jiyong bisa bernapas lega karena Seungri tidak menyadari apa yang sedang dia pandangi sejak tadi.

Hug and Love Me MoreCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang